A

“A”

Written by Chang Nidhyun

Sebuah nama…
sebuah cerita…

Sebuah untaian kisah yang hanya terdapat aku yang berpetualang,

sebuah dunia,  dimana titik-titik objeknya melebur dan menyakitkan.

Sebuah lagu, dimana nada-nadanya hanya merindukan 2 musim,
musim panas dan dingin.

Sebuah puisi, terdapat bait-bait yang bernyanyi romantis,
mereka ingin menyaingi gerimis sore kita,
dan mentari menyengat kita,
jalan setapak yang dapat ku denggar langkah kakimu.

Sebuah airmata, dan dia masih bersembunyi di balikmu,
tapi kurasa kau tahu dia sedang menyerangmu.

Sebuah senyuman, bahkan lengkungannya lebih indah dari baris pelangi.

Sebuah warna,
seandainya warna paling suci adalah putih, maka warnanya putih,
seandainya warna paling manis adalah merah muda, maka warnanya merah mudah,
seandainya warna paling gelap adalah hitam, maka warnanya hitam.

Sebuah pena, ia terus berlari di tiaptiap kertas,
mengungkapkan bahasa hati yang tak tersentuh lidah.

Sebuah buku, aku dapat mengenang banyak baris-baris itu,
meskipun kau tak disana dan tak membukanya.

Sebuah harapan, benang-benang rapi itu terajut kusut,
tetapi tetap bertahan.

Sebuah ruangan, dimana ku dapat berlari kesana,
meskipun tak dapat melihatmu.

Sebuah film, terlalu sering ku tonton ulang,
untung kau tak bosan.

Sebuah drama, kebohongan nyata yang selalu kupertahankan.

Sebuah hujan, dimana aku dapat berlari padanya dan melihat bayangmu.

Sebuah bintang, kamu. Itu kamu.
dan hatiku melebur di antara bahagia dan terluka.

Sebuah mimpi, yang hanya terjamah lewat harapan kosong.

Sebuah rindu, dan embun-embun itu membasahi jendela hatiku,
perih, tapi semakin kuhapus, semakin menebal.

Sebuah cinta, dimana tertulis namamu setelah kata cinta.

Jika kau kebohongan, kuharap kenyataannya kau bukan kebohongan.
tapi jika memang baris kita,
yang kuatasnamakan harapan dan hanya aku yang memiliki,
itu berwarna hitam,
bahkan buntu sebelum ku potret,
dan tersimpan jadi kenangan,
maka aku akan berhenti di stasiun ini,
membiarkan salju menghapusku dalam angan ‘kita’.
dan berdoa cahaya di depan sana adalah kenyataan,
melambai tua padamu namun tetap tulus.

Sebuah bahasa, yang hanya digunakan oleh hati bertuntun takdir.

Sebuah nama,

Sebuah cerita,

Seseorang yang kurindukan di tengah hujan,

Seseorang yang ku temui di langit malam,

Seseorang yang kutunggu langkah kakinya,

Seseorang yang kucintai,

Walaupun mungkin cinta itu hanya sebuah mimpi.

Sebuah nama,
sebuah cerita,
dan kamulah nama yang merangkai cerita itu.

Garut, 05 Juli 2013, 11:48PM

Iklan

One thought on “A

  1. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xue Han's Pen World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s