I Wonder If You Hurt Like Me

Title     : I Wonder If You Hurt Like Me

Length : Ficlet

Rating : T

Auhtor : Chang Nidhyun (@nidariahs)

***

 

Malam ini hujan kembali turun, menghujam bumi tanpa ampun. Menurunkan suhu yang menurutku sudah sangat rendah, dan semakin rendah akibat musim dingin yang mulai berubah menjadi musim semi.

Kuhembuskan napas panjangku. Deru napas kesakitan yang selalu berhasil kusembunyikan, deru napas kesulitan yang selama ini selalu kukubur dalam-dalam. Disini, did alam hatiku. Aku tidak tahu tepatnya berada dimana, yang aku tahua kau dapat merasakannya.

Kuulurkan tanganku yang telanjang pada titik-titik air yang semakin berubah sendu, sesendu mataku yang selalu merasa melihat bayangannya. Disana, di sebrang sana. Seperti dulu, berjalan ke arahku dengan senyum yang paling kunantikan. Kemudian berdiri disampingku, bercerita tentang hujan dan berjalan bersama. Pulang ke arah rumah masing-masing dengan keadaan basah kuyup.

Kedua sudut bibirku tertarik seketika, momen kecil yang tak akan pernah lagi bisa ku rengkuh. Dan berubah menjadi irisan yang perih. Aku benci mendeskripsikannya sebagai rasa sakit, bagaimanapun aku selalu menyukainya. Menyukai dirinya dan kenangan yang kusimpan didalamnya. Bersama dirinya. Hanya ada aku dan dia. Kami. Hanya ada nama kami.

Tangaku langsung turun saat melihat bis yang baru saja datang. Kutegakkan bahuku, bersiap untuk memasuki bis yanga kan membawaku singgah di beberapa tempat sebelum jarum jam menunjuk angka 9. Aku masih punya waktu 3 jam sebelum jam 9, dan kurasa aku bisa berjalan-jalan sebentar.

 

***

 

SNSD – Star Star Star

Aku tersenyum kecut memandangi layar smartphone-ku. Kepalaku langsung tersandar begitu saja pada jendela bis yang berada tepat di sisi kananku. Dengan gerakan kaku, ibu jariku langsung menyentuh icon ‘play’ untuk lagu itu.

Kembali, deru napas berat itu berhembus. Aku tidak menyukai SNSD atau Girls Generation. Girlband yang berhasil naik daun itu sama sekali tidak berhasil menarik minatku untuk menyukai mereka. Tapi karenanya aku mulai mengoleksi beberapa lagu milik mereka. Karenanya aku mulai menyukai beberapa lagu milik mereka. Dan karenanya aku selalu enggan melihat bintang.

Bintang…

Mataku mulai tertutup. Bukan tidur, hanya berjelajah beberapa saat di memori lamaku. Memutar film lama yang berubah menjadi film noir dalam kurun waktu 1 tahun. Satu tahun. Dan aku tidak pernah bisa melupakanmu. Setiap langkahku yang kuarahkan untuk menjauh darimu, selalu tertarik begitu saja dan kembali padamu.

Mengerikan. Laki-laki itu memang mengerikan. Dan dirinya juga yang membuatku berpikir, mungkina da saatnya bintang tak lagi manis dimataku. Kumpulan titik-titik bola gas itu benar-benar bola gas. Tidak memiliki makna khusus, kecuali kuartikan mereka sebagai dirinya.

Tes…

Brengsek. Untuk apa iarmata ini jatuh kembali?

Dengan kasar, kuseka airmataku dan kembali menegakkan punggungku. Aku tidak selemah itu, aku tidak akan sepayah itu.

 

***

 

EXO K – Miracle In December

Aku tersenyum kecut mendengar lagu ini. Bukan aku tidak menyukainya, hanya saja aku tidak begitu menyukai lagu-lagu Exo. Telingaku masih belum pandai beradaptasi dengan boyband yang memulai debutnya di tahun 2012 silam. Dan hebatnya, mereka langsung meraih popularitas bahkan dalam waktu kurang dari setahun.

“Ini pesanan anda Agassi,”

Aku mendongak dan mengangguk ke arah pelayan yang mengantar pesananku. Burger porsi jumbo yang pastinya akan kuhabiskan dalam waktu singkat. Selain perutku yang lapar, aku memang cukup menyukai makanan ini.

Kuhembuskan napas beratku, aku heran kenapa restoran ini memilih lagu EXO untuk di putar? Padahal, ini bukan bulan Desember. Ini bulan Maret!

Huft….

Ini konyol. Entah kenapa dan entah sejak kapan aku begitu sensitif membahas soal bulan desember. Bulan kesukaanku. Bulan penuh salju dan penuh cerita. Liburan, tahun baru, salju, ulangtahun, hadiah, dan masih banyak lagi.

Apa karenanya juga? Apa karena dia yang merusak desemberku?

Aku mencebik kesal. Dengan kasar, kupotong burger di depanku dan melahapnya seperti kesetanan. Aku muak dengan segala kenagan tentangnya. Menikmatinya? Ya, aku memang menikmatinya. Berjalan pada deretan kenangan yang hampir menguap layaknya asap. Yang artinya, aku sama sekali kehilangan kesempatan untuk menyimpannya.

“Hyo! Kau disini?” aku terlonjak kaget saat sebuah tas terdampar di atas mejaku. Dengan tatapan bengis yang kumiliki, aku langsung mendongak ke arah pemilik tas yang dengan kurang ajarnya menempati mejaku seenak jidatku.

Tapi raut wajahku langsung berubah seketika. Hey, dia teman SMP ku!

 

***

 

Sebelum memasuki rumah, aku kembali berdiri menghadap ke arah hujanyang spertinya akan mengguyur tanah Seoul semalaman. Tsk. Ini memang keterlaluan, tapi apakah ada orang yang bisa mencegah kegilaanku? Mendepak rasa rinduku yang berujung dengan sakit tak terdeskripsi? Tidak, kan?

Dan inilah, aku berakhir terdampar dengankondisi memandangi hujan.

Airmataku kembali menetes. Dan dengan kasar, lagi-lagia ku menghapusnya. Kurasa aku akan mengharamkan airmatakujatuh untuknya setelah ini.

Kupejamkan mataku dalam, dengan satu tarikan napas, hatiku berteriak kencang…

I wonder if you hurt like me,
i wonder if you cry like me,
i wonder if you live all day in memories like me.

Don’t you know? How i am so missing you. Don’t you know? How it is hurting me.

I miss you, so much.

 

=fin=

09/03/14 08:12PM

 

Hai hai…remember me? Okay, ini mungkin detik-detik menjelang habisnya liburan aku, yanga rtinya aku bakal kembali ke rutinitas lama aku yang padet banget.

Dan maaf banget, buat ff To You mungkin bakalan di publish lebih lama dari biasanya. Bisa jadi minggu depan aku baru posting, atau bisa jadi malem ini kalau aku sempet nyelesein.

Dan maaf banget buat komentar yang belum aku bales, aku belum sempet bales. Promise! Aku bakalan komen balik kalau aku cukup luang. But, really thankyou and so sorry….aku harap kalian mau pada nungguin ff itu T.T

Dan buat ff ini, ada yang pernah baca ff You’re Just A Boy? Anggap aja ini kelanjutannya. Kkk~

Sekali lagi maaf dan makasih *bow

Iklan

One thought on “I Wonder If You Hurt Like Me

  1. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xue Han's Pen World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s