No Other

Title     : No Other

Genre  : Romance

Main Cast: Cho Kyuhyun, Lee Hyo Eun

Length : Oneshot

Rating : T

Auhtor : Chang Nidhyun (@nidariahs)

***

 

Gadis itu diam termangu menatap poster besar yang menyambut langkah kakinya. tidak ada ekspresi sama sekali di wajah itu. Bahkan, hatinya seakan menolak mentah-mentah saat otak kecilnya meminta agar gadis itu menampakan senyum pada beberapa orang yang menyapanya barusan. Dan sayangnya, ia hampir berkata tidak sudi.

Ya. hampir. Karena nyatanya ia masih bisa menahan diri untuk tidak kalap di depan mereka semua. Mereka yang orang lain. Mereka yang bukan siapa-siapa bagi Hyo Eun.

Hyo Eun pun menghembuskan napas beratnya. tangan gadis itu terkepal erat menyentuh tali ranselnya yang tersampir di tubuhnya. Perlahan, kepala gadis itu menunduk. Entah apa yang harus ditatapnya. Dan entah apa pula yang dicarinya.

Tadinya, ia ingin melepas segala rindu yang mengikat dadanya. Mencoba mencairkans edikit rasa khawatirnya setelah bulan ini ia terjerat kata sibuk yangs eolah tiada ampun menjajahnya. Tidak. Mungkin tidak menjajahnya. Karena Hyo Eun menyukainya walaupun disisi lain, ia tak pernah bisa berhenti mengeluh.

Tapi sekarang bukan itu masalahnya…

Hyo Eun terlonjak kaget ketika ponselnya tiba-tiba berbunyi di balik sakunya. Ia kenal lagu itu. Lagu New Endless Love –hard song in Tiongkok. Dan Hyo Eun tak pernah berhenti kagum mendengar suara kekasihnya menyanyikan lagu itu. Padahal, Kyuhyun sudah sangat lama tidak lagi menyanyikan lagu itu. Tapi entah kenapa Hyo Eun tetap menyukainya dan tak pernah merasa bosan.

Satu lagi. nada khusus itu hanya untuk panggilan dari Kyuhyun.

Dan entah kenapa, gadis itu mendadak enggan mengangkat telpon yang belakangan selalu ditunggunya. Soelah kebas terhisap rasa sesak yang menggelayuti hatinya. Oh..how is it so perfect to makes her feels bad. Rasanya ingin benar-benar membanting ponsel itu. Sayangnya Hyo Eun ingat berapa harga ponsel itu.

Dan setelah berkali-kali mendapat panggilan yang sama –karena Hyo Eun tak kunjung mengangkatnya, Hyo Eun pun memtuskan untuk memasukan ponsel itu setelah mematikannya. Seolah nama Kyuhyun kehilangand aya tariknya. Tak lagi mengorek rasa rindu yang sejak tadi disimpannya. Tidak ada. Semua hilang.

Dan akhirnya, Hyo Eun memilih membalikan tubuhnya untuk pergi.

Mungkin ia harus menyerah saja…

 

***

 

“Kyuhyun Hyung terus menanyakanmu. Kau tidak tertarik untuk menemuinya? Atau membalas pesannya kulihat kau sama sekali tidak sibuk Hyo…” ucap Taemin setengah menggantung. Ia ingin kembali mengomeli gadis itu sebenarnya. Tapi lidahnya terasa kaku ketika Hyo Eun menatapnya tajam. Tatapan yang paling ia benci dari balik kacamata Hyo Eun.

“Hyo…”

Hyo Eun masih tak menggubrisnya, gadis itu masih memilih untuk menenggelamkan dirinya dalam novel terbarunya yang ia beli tadi sore. Harganyapun bisa dibilang mahal, dan Hyo Eun hanya ingin menghabiskan waktunya untuk berkencan dengan buku itu.

“Hyo…” sekali lagi Taemin memanggil sepupunya. Dan berhasil, kali ini Hyo Eun terlihat menyerah setelah ia menaruh bukunya dan mau menatap Taemin, “Kau harus menghubunginya. Aku mengerti, pasti berat berada di posisimu. Tapi aku juga tahu kau sama sekali tidak baik…”

“Dan kau ingin melihatku pergi menemuinya?” balas Hyo Eun dengan nada sarkatik. Mengatakan dengan gamblang lewat suaranya bahwa ia benar-benar tidak ingin membahas nama ‘Kyuhyun’ yang membuat dadanya sakit.

“Itu saranku.”

Hyo Eun memutar bola matanya malas, “Novel ini jauh lebih menarik ketimbang pria itu.” Ketusnya kembali menyambar bukunya.

“Dan berdiam diri di Kona Beans bukan ide bagus sayang…”

Hyo Eun lagi-lagi mendengus. Ia benar-benar merasa risih jika Taemin memanggilnya dengan kata ‘sayang’ atau ‘honey’. Entah kenapa Taemin senang sekali melakukannya.

“Sungmin Oppa tak pernah melarangku. Apa masalahmu? Aku sering diam disini…”

“Karena Kyuhyun Hyung juga disini.”

Dan tiba-tiba saja, Hyo Eun merasakan udaranya menghilang tertelan rasa keterkejutannya. Apa? apa katanya? Kyuhyun? Disini? Oh dear…ini bencana…

 

***

 

Hyo Eun masih bersikukuh tak mau melihat ke arah Kyuhyun yang sejak tadi memancingnya untuk bicara. Tidak. Jangan bermimpi. Bahkan Hyo Eun berencana takkan mau menatap mata pria itu lagi.

“Kau kenapa Hyo? Kau bilang tugas kuliahmu sudah selesai. Harusnya kau bisa bertemu denganku, kan?” racau Kyuhyun setengah frustasi. Ia diabaikan lagi. ia tahu kesalahannya. Karena Hyo Eun bersikap seperti ini setelah drama musikalnya yang melibatkan Seohyun disana.

Dan pertanyaan kenapa memang hanya sebatas basa-basi. Percayalah. Ia sangat rindu Hyo Eun-nya. Ia sangat ingin bisa pergi berdua dengan Hyo Eun walau hanya menemaninya ke perpustakaa nasional yang menurut Kyuhyun begitu mengerikan. Tak ada yang lebih mengerikan dari Hyo Eun yang mengabaikannya.

“Hyo…”

Hyo Eun merespon. Ia meletakkan bukunya dan mendongak menatap mata Kyuhyun. Akhirnya…

Kyuhyun sedikit menarik kedua bibirnya.

“Aku ingin kita berakhir saja, Oppa.”

Entah perasaannya saja atau bukan. Tapi Kyuhyun merasakan jantungnya sempat berhenti berdetak. Hanya beberapa saat, setelahnya ia hanya merasakan napasna yang tercekat. Dengan cepat, Kyuhyun menarik maskernya.

“Mwo?”

Hyo Eun hanya mengangguk pelan, kali ini gadis itu mulai menatap papan meja.

“Kau tidak tahu, hubungan ini begitu sulit…mungkin pada awalnya aku bisa mengerti. Semua karena tuntutan pekerjaanmu. Aku bisa memakluminya, aku bisa tidak peduli dengan segala hal yang berhubunganmu di dunia entertain…” Hyo Eun menarik napas panjang dan menghembuskannya, tolong jangan menangis sekarang…tolong… , “Tapi aku tidak tahan lagi Oppa. Aku tidak bisa untuk terbiasa melihatmu begitu dekat dengan gadis lain. Aku tidak biasa melihat Kyuhyun-ku begitu disanjung-sanjung ketika dipasangkan dengan Seo Joo Hyun. Aku tidak biasa ketika Seulgi tiba-tiba dikabarkan menjadi kekasihmu. Aku juga tidak bisa menerima setiap adegan yang kau perankan dalam drama musikalmu…”

Kyuhyun terdiam. Otaknya sekarang bekerja terlalu lamban.

“Masih belum terlambat untukku mundur sekarang kan oppa? aku akan sangat egois. Dan aku tahu, itu akan sangat mengganggumu. Jadi, lebih baik kita akhiri saja.”

“Kau bukan tipe orang yang bisa melupakan sesuatu dengan cepat Hyo.”

Hyo Eun tersenyum kecut. Ia tahu. Dan ia sangat tidak suka dengan kenyataan itu…

“Tapi setidaknya duniaku bisa teralihkan secara perlahan, kan?”

“Hyo…”

Hyo Eun pun tiba-tiba menegakkan punggungnya. Dan kali ini, Kyuhyun bisa melihat hidung gadis itu yang memerah.

“Ah, temanku sedang menungguku. Aku pergi sekarang oppa. sampai jumpa. Maaf dan…terimakasih.”

Dan dengan tololnya, Kyuhyun hanya terdiam membbiarkan gadis itu tertelan oleh jarak yang terus membuat retina matanya sukar menyentuh siluet tubuh itu. Ia mencintainya. Sangat mencintainya. Tidak peduli seberapa acuh dan angkuhnya dirinya terhadap gadis itu, melupakan segala sikap menyebalkan, manja dan egois gadis itu. Ia mencintai gadis itu…

 

***

 

Hyo Eun menguap lebar-lebar dengan langkah tersaruk menuju halaman rumahnya. Entah kenapa sang kakak tiba-tiba cerewet sekali menyuruhnya untuk memeriksa ke halaman depan apakah si pengantar susu sudah datang atau belum. Menyebalkan sekali, kan? Lagi pula sejak kapan kakaknya berlangganan susu seperti itu? Dasar aneh.

Mata Hyo Eun belum terbuka sepenuhnya. Ia bahkan masih merasa berada di alam mimpi. Belum lagi hatinya yang masih diusik rasa sakit, membuatnya benar-benar merasa buruk…

Dan mata Hyo Eun tiba-tiba terbuka lebar ketika gendang telinganya menyentuh lantunan lagu No Other milik Super Junior. Ia tahu lagu ini. Sangat sangat tahu karena ia juga sangat sangat menyukai lagu ini. Her favourite song.

Dan udara disekelilingnya tiba-tiba menghilang ketika ia melihat sosok Kyuhyun tengah berdiri di depannya. Tidak. Oria itu tidak tersenyum. Tapi mata pria itu tersenyum ke arahnya, terlalu cerah. Seolah mata itu ingin bersaing dengan matahari musim panas ini…

“O…Oppa?” oh good. Akhirnya ia bisa menemukan suaranya.

Kyuhyun tidak menyahuti. Ia hanya bergeser sedikit, gerak-gerik pria itu seolah menyuruh Hyo Eun untuk melihat sesuatu…oh dear! Itu sebuah papan dengan puluhan kertas yang ditempeli kertas dan membentuk sebuah hati. Persis seperti dalam MV No Other.

Kesukaan Hyo Eun…

“Aku memang tidak smepurna. Bukan orang baik, juga bukan pri ayang romantis dan cukup pengertian untuk dirimu. Aku mungkin sering menyakitimu, entah itu dari perkataan ataupun sikapku. Mungkin aku juga kadang tidak begitu mempedulikan semua ketidaksukaanmu itu dan membuatmu merasa tidak tahan dan memilih mundur…”

Hyo Eun kini mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun yang masih menunduk, menatap tanpa minat ke arah tanah yang dipijaknya.

“Tapi satu hal yang harus kau tahu Hyo, kau adalah pelengkapku. Aku menyayangimu. Sangat menyayangimu. Bahkan meskipun aku mengatakannya 1000x, itu tidak akan cukup untuk mengutarakan semua perasaan yang aku miliki…” Kyuhyun pun mendongakkan kepalanya, “Dan aku sakit karena mengetahui kenyataan bahwa aku tak cukup baik untuk menggenggam tanganmu agar tetap berdiri di sisiku. Maafkan aku…”

“Oppa…”

‘I’m not perfect. Oleh karena itu…maukah kau menjadi pelengkapku? Membuat hidupku menjadi sempurna?”

“Aku tidak akan memaksamu untuk mempercayaiku dan mengerti keadaanku. Tapi sebisa mungkin, aku akan membuatmu percaya dan membuat diriku mengerti bagaimana perasaanmu. Dan dengan kau berdiri disisiku, itu sudah lebih dari cukup…”

Oh sial, mata Hyo Eun memanas…

“Kau tidak sedang melamarku, kan?” tanya Hyo Eun setengah bercanda. Tidak lucu. Ia tahu itu. Tapi ia kehilangan ide untuk merespon Kyuhyun.

Kyuhyun hanya menggeleng. Kemudian ia mendekat ke arah Hyo Eun dan langsung menarik tubuh kurus gadis itu ke dalam pelukannya.

“Tidak sekarang. Aku tahu kau harus mendapatkan gelar sarjanamu dulu. dan aku akan menunggumu untuk itu. Karena aku mencintaimu dan aku percaya kau juga mencintaiku…”

 

07/06/2014 07:57PM

Iklan

One thought on “No Other

  1. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xue Han's Pen World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s