Silent

Title     : Silent

Author : Chang Nidhyun (@nidariahs)

Genre  : Romance

Rating : PG

Length : Oneshot

Main Cast: Cho Kyuhyun, Lee Ye Jin (OC)

***

 

Kyuhyun mendengus pelan saat kakinya baru saja memasuki apartemennya yang sudah gelap gulita. Ini baru jam 10 malam, dan ia sangat tahu istrinya sangat sangat jarang tidur di bawah jam 12 malam. Sifat yang sangat buruk bukan? Meskipun Kyuhyun sangat tahu alasan gadis itu melakukannya, tapi tetap saja Kyuhyun tidak pernah setuju soal itu.

Dan malam ini, sama persis dengan beberapa malam yang ia lewati ketika ia pulang ke apartemennya sebelumnya. Di sambut gelapnya ruangan, kemudian esoknya ia sama sekali tidak di gubris oleh Ye Jin. Alasannya sederhana, karena pertengkaran hebat mereka soal drama musikal yang baru dijalani Kyuhyun.

Ye Jin yang cukup pecemburu benar-benar meledak saat itu. Kyuhyun tahu, Ye Jin sangat sangat sangat tidak suka dengan Seohyun karena banyaknya berita burung yang sering mengatakan bahwa Kyuhyun memiliki hubungan lebih dengan Seohyun. Entah bagian apa yang membuatnya cemburu, padahal jika menurut Kyuhyun seharusnya Ye Jin sudah tahu jika Kyuhyun hanya mencintai satu orang wanita yang kini telah menikah dengannya setahun lalu.

Yeoja aneh. Ia membatin.

Perlahan, ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar yang juga sama gelapnya. Dan ini point kedua yang membuat Kyuhyun sering tergelak, Ye jin tidak suka gelap dan tidak bisa tidur dalam keadaan gelap. Dan jika sudah bertengkar dengan Kyuhyun, selain sering tidak menunggunya pulang, gadis itu akan mematikan lampu kamar mereka agar Kyuhyun tidak melihat matanya yang masih terbuka. Dan sayangnya Kyuhyun tidak sebodoh itu, tentu saja Kyuhyun tahu itu hanya akal-akalan Ye Jin.

Dan setelah memperhatikan tubuh istrinya agak lama, akhirnya Kyuhyun pun memutuskan untuk ikut berbaring di sebelah istrinya dengan perasaan yang menyebalkan. Sakit, kesal, dan semuanya berpengaruh pada mood nya yang turun. Belum lagi emosinya yang juga berubah labil. Semuanya benar-benar menjengkelkan.

“Kapan kau akan berhenti marah padaku?” gumam Kyuhyun pelan –sangat pelan- sambil menghadap punggung istrinya yang sama sekali tak bergeming. Dan beberapa detik kemudian, Kyuhyun sudah terlelap dan berlibur di alam mimpinya.

 

***

 

Ye Jin mengerjapkan matanya beberapa kali saat ia mendapati sepucuk kertas kecil yang tertempel di meja nakasnya. Sambil mengucek matanya, ia mengambil kertas itu dengan malas. Ye Jin masih belum fokus membaca tulisan yang berada di kertas berwarna kuning itu, tapi Ye Jin langsung mengenali siapa pemilik tulisan tangan itu. Siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun?

Sambil menguap, Ye Jin pun akhirnya membaca perlahan isi dari kertas itu.

‘hari ini aku berangkat lebih pagi, jadi aku tidak sempat sarapan di rumah.’

Ye Jin mendesah panjang saat ia tahu hari ini Kyuhyun lagi-lagi akan menghindarinya dan sama sekali tidak melakukan sesuatu agar mereka berbaikan. Laki-laki macam apa itu? Tidak romantis sama sekali, juga tidak perhatian dan menyebalkan. Dan apa-apaan juga dia menulis memo seperti ini? Menyebalkan.

Dan detik berikutnya, mata Ye Jin sudah terbuka lebar. Rasa kantuknya yang tadi menggentayangi tubuhnya seketika hilang dan digantikan rasa kesal yang melandanya habis-habisan. Ini semua gara-gara Seohyun itu! Yah, meskipun Ye Jin tahu gadis itu tidak salah, tapi tetap saja ini semua gara-gara magnae SNSD itu! Artis yang paling tidak disukainya. Bahkan, ia sempat mengkhayal, jika dia adalah pemilik perusahaan manajemen Kyuhyun, ia pasti sudah mendepak gadis itu sejak audisi.

Kekanakan bukan? Tapi apa pedulinya? Bahkan Kyuhyun saja tidak peduli padanya, melupakan ulangtahunnya juga ulangtahun pernikahan mereka. Suami macam apa itu?

 

***

 

Malam ini Kyuhyun pulang lebih cepat daripada biasanya. Tadinya, ia berencana untuk menginap saja di dorm. Ia ingin menghindari istrinya. Entah apa yang membuatnya berinisiatif seperti itu, yang pasti ia tahu suasananya dengan Ye Jin begitu keruh, membuatnya tidak tahu harus memperbaiki hubungan mereka darimana. Karena biasanya, yang membuat mereka berbaikan adalah Ye Jin. Dan yang membuat mood Kyuhyun terasa sangat buruk, wanita itu tak menunjukkan tanda-tanda bahwa ia berminat untuk berbaikan dengannya.

Dan malam ini juga berbeda dengan malam-malam biasanya, seluruh ruangan masih terang meskipun suasananya cukup sunyi. Wajar saja, ini masih jam setengah delapan malam. Dan pastinya Ye Jin sedang sibuk didepan komputernya. Kalau bukan menonton film, pasti dia sedang meneruskan tulisannya. Sebagai seorang penulis, dia cukup bertanggung jawab pada pekerjaannya.

Kyuhyun mengendap masuk ke dalam kamarnya. Entah kenapa ia merasa gugup sekali jika sudah berhadapan dengan Ye Jin di situasi seperti ini. Ia selalu merasa bahwa ia bukan orang yang di butuhkan, bukan orang yang diinginkan, dan…entahlah. entah apalagi. Yang pasti tatapan Ye Jin sangat berbeda jika sedang bertengkar dengannya.

Dan lihatlah, benarkan tebakan Kyuhyun? Gadis itu sedang mengetik sesuatu di komputernya. Padahal biasanya dia menggunakan PC itu hanya untuk berjelajah di dunia maya. Tapi berhubung karena laptopnya yang rusak,Ye Jina khirnya memboyong semua pekerjaannya di PC.

Masih dengan mengendap, Kyuhyun mendekati ranjang mereka dan duduk di tepinya. Kyuhyun tahu jika ia membuat suara sedikit saja, gadis itu akan terlonjak kaget dan akan menatapnya tajam. Karena sejauh ini, Ye Jin tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa ia sadar dengan keberadaan Kyuhyun. Apalagi telinganya kini sedang di sumpal headset. Sudah dapat dipastikan gadis itu akan memakinya jika Kyuhyun berani membuatnya terkejut.

Dan akhirnya, setelah memandangi Ye Jin dengan penuh rasa rindu. Kyuhyun pun memutuskan untuk langsung tidur saja. Pasti Ye jin tidak menyiapkan air hangat dan tidak mau menemaninya makan malam. Dan itu membuat Kyuhyun merasa semakin tidak nyaman saja berada di rumah ini. Sebenarnya jika Kyuhyun memintanya, Ye Jin pasti akan mengabulkan permintaannya.

Tapi ia gengsi! Ye Jin sedang merajuk dan Kyuhyun bersikap baik-baik saja? Astaga, yang benar saja!

Setelah 30 menit memejamkan mata, ternyata Kyuhyun sama sekali tidak bisa tidur. Ia yang tadinya membalikan badan agartidak melihat Ye Jin, kini berbalik menghadap meja komputer berada. Tepat ke arah Ye Jin yang entah sudah menyadari keberadaannya atau belum.

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya kesal. Biasanya kalau ia tidak bisa tidur, Ye Jin akan menemaninya dengan cara apapun hingga ia bisa tidur. Tapi apa sekarang ia bisa melakukannya? Mengatakan bahwa ia ingin di temani untuk tidur?

Kyuhyun mendengus panjang sambil menggeleng pelan, yang benar saja!

Setelah berguling-guling dengan malas di atas ranjang, akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk menyambar ponselnya dan mengirimkan pesan pada Ye Jin.

 

***

 

‘dan pria itupun hanya tersenyum samar di balik butiran salju yang semakin menggila menghujam tanah…’

Ting.

Pandangan Ye Jin langsung beralih pada ponselnya yang baru saja berdenting. Satu pesan masuk. Dengan terpaksa Ye Jin menarik jari-jarinya dari atas keyboard. Dan tanpa melihat siapa yang mengiriminya pesan, Ye Jin menyambar ponselnya dan langsung membuka pesan tersebut.

Dan detik berikutnya Ye Jin sudah mendengus malas. Apa-apaan pria itu? Mereka ada di satu kamar sejak setengah jam lalu, dan sekarang pria itu tidak mau bicara juga padanya? Menyebalkan sekali! Dia pikir dia bisu? Atau Kyuhyun pikir Ye Jin tuli? Dasar pria memuakkan.

‘from   : nae wangja

Kau masih belum mau tidur?’

Pertanyaan macam apa pula itu?

Ye Jin pun memutar kepalanya ke belakang, tepat ke arah pria itu berada. Dan lihatlah sikap kekanakannya, Kyuhyun sekarang sudah membungkus tubuhnya dengan selimut. Matanya kembali beralih pada layar ponsel di tangannya.

Pasti Kyuhyun susah tidur. Dan tiba-tiba Ye Jin menyeringai kecil. Ia ingin lihat, sampai kapan pria itu akan bersikap gengsi seperti sekarang ini.

‘to : nae wangja

Tidak. Kurasa aku akan tidur 2 jam lagi.’

Dengan acuh, Ye Jin pun kembali meletakkan ponselnya. Ia harus melesaikan deadline-nya. Tulisannya sudah terabaikan beberapa hari ini karena ia sibuk mengurusi kuliah S-2 nya. Dan sekarang ia tidak mau menyia-nyiakan waktu kosong yang dimilikinya.

Dan di ranjang sana, Kyuhyun sudah mendengus frustasi sambil mengacak-acak rambutnya kesal. Ye Jin benar-benar marah padanya. Sekarang bagaimana ia bisa tidur? Kyuhyun kembali memandangi punggung Ye Jin. Tega sekali istrinya itu. Menghukumnya dengan cara seperti ini, mengabaikannya seolah ia bukan orang penting untuk istrinya itu.

Dan akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk melanjutkan adegan berguling-guling di atas ranjang, berharap Ye Jin akan terusik dan kasihan padanya. Dan sayangnya itu tidak terjadi, sampai ia tertidur Ye Jin masih saja berkutat dengan komputer sialan yang berani menyelingkuhi istrinya itu.

 

***

 

Ye Jin membaringkan tubuhnya di atas ranjang dengan pandangan tak lepas dari wajah suaminya. Pasti pria itu tidak mandi. Dasar jorok. Wajahnya terlihat kusam sekali, belum lagi kerutan didahinya yang menunjukkan pria itu tidak dalam keadaan baik saat tidur. Dengan pelan, Ye Jin mengusap wajah suaminya itu.

“Mianhae…” bisiknya pelan, ia tidak mau Kyuhyun mendengar suara sekecil apapun darinya. Kemudian, ia pun mengecup singkat bibir suaminya sebelum ia memutuskan untuk ikut berjalan-jalan di alam mimpi.

Namun, gerakannya terhenti saat ia mendapati sepucuk kertas kecil lagi. dan kali ini kertas itu berada di atas bantalnya. Dengan gerakan malas, Ye jin membaca tulisan itu.

‘Besok, bangunkan aku jam 7 pagi.’

Emosi Ye Jin tersulut lagi, ia benar-benar merasa kesal dan jengkel bersamaan. Apa susahnya pria itu bicara padanya? Mereka sudah menikah setahun bukan? Tapi pria itu tetap saja…ah! lupakan! Ye Jin kesal sekarang!

Ia pun langsung menjatuhkan kepalanya dengan kasar ke atas bantal.

 

***

 

Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali saat ia mencium bau masakan yang mengganggu aktivitas tidurnya. Dengan malas, Kyuhyun membuka matanya perlahan dan mencoba untuk duduk di tengah kesadarannya yang benar-benar belum pulih seutuhnya.

Setelah beberapa detik, ia menyadari ada yang ganjil. Ia sempat berpikir ia bangun lebih pagi, tapi ia tidak mendapati Ye Jin di sampingnya, dan itu menunjukkan bahwa Ye Jin sudah bangun. Dan satu lagi, Ye Jin akan selalu bangun sebelum jam 6 pagi jika bukan dihari liburnya. Dan gadis itu belum membangunkannya?

Dengan kepala yang masih cukup pusing, Kyuhyun pun menoleh ke arah jam dan…

“AKU TERLAMBAT!!!” pekiknya yang menggema di seluruh penjuru ruangan.

Kyuhyun yang sudah siap akan melakukan aktivita sterburu-buru di paginya, langsung menghentikan gerakannya saat matanya menangkap sepucuk kertas kecil di atas nakas, dengan cepat ia langsung menyambar kertas itu.

Kyuhyun terhenyak saat ia membaca isi memo tersebut,

‘Kyu bangunlah! Sudah jam 7 pagi!’

 

***

“Kenapa kau tidak membangunkanku?” suara datar Kyuhyun langsng menghentikan aktivitas Ye Jin yang sedang menyiapkan segelas susu coklat. Meskipun gerakannya sempat terhenti, tapi Ye Jin hanya mendesah pelan dan kembali melanjutkan aktivitasnya.

“Aku sudah membangunkanmu,” belanya dengan nada cuek. Kemudian ia langsung meneguk susu coklatnya.

“Itu yang kau sebut membangunkanku? Sekarang aku terlambat!”

Ye Jin cukup tersentak saat mendengar nada tinggi dari Kyuhyun. Tapi Ye Jin tetap pura-pura tenang dan melanjutkan aktivitasnya di dapur.

“Kalau kau terlambat pergilah sekarang. Aku akan menyiapkan kotak bekal untukmu.” Masih sama, Ye Jin berpura-pura acuh.

“Kau tega sekali padaku. Hanya gara-gara drama musikal itu kau mengabaikanku seperti ini!”

Kali ini Ye Jin sudah kehabisan kesabaran. Hanya itukah yang ada di otak Kyuhyun? Apa tak sedikitpun ia berpikir tentang apa saja yang sudah di perbuatnya hingga membuat Ye Jin kesal seperti ini?

“Kau tahu, Seohyun dan aku hanya rekan kerja! Aku melakukannya demi profesionalisme!” Kyuhyun masih terus saja berbicara dengan nada tinggi. Ia tidak bisa terima sekarang, semua ini benar-benar konyol untuk Kyuhyun.

Sekarang, Ye Jin berbalik dan membalas tatapan Kyuhyun tajam.

“Demi profesionalisme kau melupakan ulangtahun pernikahan kita tanggal 12 Januari lalu, demi profesionalisme kau melupakan ulangtahunku 2 hari kemudian! Urusi saja semua pekerjaanmu dan lupakan aku!”

Kyuhyun terhenyak saat Ye Jin mengatakannya dan melewatinya begitu saja. Jadi, gadis itu masih saja membahas soal ulangtahun yang…astaga! yang benar saja!

Kyuhyun pun hanya bisa mengacak rambutnya frustasi. Bahkan gadis itu tidak menyiapkan kotak bekalnya. Menyedihkan sekali.

 

***

 

Sudah beberapa hari ini Kyuhyun memutuskan untuk tidak pulang ke apartemennya semenjak kejadian pertengkaran mereka hari itu. Bahkan Ye Jin yang biasanya menanyakan keadaan sekaligus keberadaan Kyuhyun jika ia tidak pulang, kali ini sama sekali tidak ada yang dilakukan gadi situ seolah gadis itu benar-benar tidak menginginkannya.

Dengan hati yang berkecamuk lelah, Kyuhyun pun membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya di dorm. Ia benar-benar ingi pulang sekarang, dadanya seringkali sesak jika sudah mengingat betapa ia merindukan istrinya. Tapi kalaupun ia pulang, ia sama sekali tidak akan disambut lagi seperti dulu. Dan itu akan semakin memperkeruh suasana hatinya.

Belum lagi, hari ini Ye Jin sama sekali tidak mengucapkan selamat hari ulangtahun padanya. Padahal, selama berpacaran dulu –termasuk tahun kemarin-, Ye Jin tidak pernah absen untuk mengucapkan selamat ulangtahun.

Dan hari ini? Sepertinya gadis itud engan sengaja menghapus tanggal lahirnya dari memori otaknya. Dan secara tidak langsung, itu menunjukkan betapa tidak pentingnya Kyuhyun bagi gadis itu. Dan jujur saja, itu membuatnya semakin perih.

“Hey, kau tidak pulang? Istrimu baru saja menelponku, dia menanyakanmu gara-gara kau ematikan ponselmu.” Sungmin melongokkan kepalanya sambil menatap tubuh Kyuhyun yangs ednag tengkurap di ata sranjang. Bukannya Sungmin tidak tahu soal pertengkaran Kyuhyun dengan istrinya, hanya saja kali ini Ye Jin mengatakan hal penting yang membuat Sungmin justru semakin ingin Kyuhyun pulang.

“Apa katanya?” tanya Kyuhyun dengan nada bicara sebiasa mungkin.meskipun pada kenyataannya, ia sangat sangat senang akhirnya iastrinya mau mengkhawatirkannya.

“Tidak, dia hanya mengatakan bahwa kau harus pulang. Jika tidak, kau tidak bis apulang selamanya.”

“Mwo?” kepala Kyuhyun langsung terangkat saat mendengar ucapan Sungmin yang terakhir. Yang benar saja! Istrinya mengusirnya?

 

***

 

Tepat jam 11 malam, Kyuhyun baru kembali ke apartemennya. Kyuhyun sbenarnya sangat kesal dan snegaja pulang lebih terlambat, karena ia berharap istrinya akan terus menghubunginya dan memintanya agar pulang.

Tapi apa? Ye Jin sama sekali tak menghubunginya lagi. dan ini membuatnya bertambah kacau.

Kyuhyun tertegun saat melihat apartemennya masih menyala. Jadi, Ye Jin masih bangun dan menunggunya? Seutas senyum mengembang di kedua sudut bibir Kyuhyun. Dengan cepat, ia langsung melangkahkan kakinya ke arah kamar mereka untukm engecek Ye Jin.

Tapi pergerakannya terhenti saat tanpa sengaja ia melihat ada kertas kecil tertempel pada salah satu dinding apartemen mereka. Kyuhyun menghela napa spanjang, berharap lagi-lagi mereka tidak bertengkar hanya karena memo kecil seperti ini. Dan ia juga berharap, Ye Jin tidak kembali marah.

Dengan perlahan, Kyuhyun membaca tulisan di memo tersebut.

‘Kau kemana saja? Kau tidak merindukanku? Kau tidak peduli padaku? Kuharap kau pulang malam ini. Dan…maafkan aku atas sikapku, aku memang keterlaluan. Seharusnya aku mengerti tentang pekerjaanmu. Aku memang istri yang buruk.

Dan sebagai gantinya, kau harus melihat sesuatu di balkon.

-Yejin-’

Sejak kapan Kyuhyun begitu cengeng? Ah! Entahlah! Ia tidak tahud an tidak mau tahu! Pikiran itu sama sekali tidak penting. Meskipun faktanya Kyuhyun sekarang mata Kyuhyun berkaca-kaca karena merasa bersalah. Bagaiman bis aia sebodoh dan sekekanakan itu? Ye Jin menunggunya dan Kyuhyun malah cuek saja?

Bukan Ye Jin istri yang buruk, tapi akulah suami yang buruk! Bisik Kyuhyun dalam hati.

Dan tanpa mau menunggu apa-apa lagi, Kyuhyun langsung melangkahkan kakinya ke arah balkon mereka yangterletak di lantai 2.

 

***

 

Kaki Kyuhyun melemas. Pikirannya sudah berlarian kemana-mana, dan semua arahnya dalah negatif. Kyuhyun tak mendapati istrinya disana. Padahal ia berharap Ye Jin sedang menunggunya dan tersenyum ke arahnya saat melihat Kyuhyun datang.

Kyuhyun menunduk lemas. Yang benar saja! Istrinya tidak gila untuk berpikir menunggu di luar di saat cuaca sedang tidak bagus seperti ini.

Kyuhyun yang hendak membalikkan tubuhnya tanpa sengaja menemukan sebuah kotak ditengah lantai. Kyuhyun tadinya berpikir salah lihat, tapi ternyata memang ada kotak kecil disana.

Dada Kyuhyun mencelos. Apakah ia baru saja melewatkan sebuah pesta kejutan kecildari istrinya? Kyuhyun memang pria brengsek yang menyebalkan.

Dengan langkah tersaruk, Kyuhyun pun mendekati kotak itu dan memungutinya. Dengan perasaan keruh, Kyuhyun mencoba menebak apa yang akan diberikan istrinya.

Dengan perlahan, Kyuhyun membuka kotak tersebut dan yang pertama-tama didapatinya adalah sepucuk memo –lagi. kyuhyun menyesal sekarang karena memilih berbicara lewat kertas ketimbang bicara langsung pada Yejin. Lihatlah imbasnya, ia terus-terusan di banjirikertas memuakkan itu.

‘Happy Birthday’

Isi yang simpel. Tanpa ada ucapan apa-apa lagi ataupun hiasan gambar apapun. Ia sempat berharap Ye Jin menggambar hati diketas itu, tapi nihil. Dan yang benar saja, Ye Jin tidak bis amenggambar denganb enar meskipun hanya sebuah lingkaran. Belum lagi tulisan tangannya yang berada di bawah kata bagus.

Setelah itu, Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah isi kotak tersebut.

Mata Kyuhyun sempat menyipit untuk memastikan benda apa itu. Aneh, Kyuhyun benar-benar asing dnegan benda yang berbaring manis di atas kotak itu. Dan setelah Kyuhyun mengambil benda tersebut, Kyuhyun baru tahu apa benda yang diberikan Ye Jin padanya.

Sekarang, smeua perasaan keruhnya hilang dengan cahaya yang sudah menerobos masuk ke hatinya dengan paksa. 2 garis merah di benda panjang tersebut membuat Kyuhyun terlalu senang, hingga membuat otaknya berhenti bekerja dengan baik.

Istrinya hamil!

Setelah itu Kyuhyun langsung berlari ke kamar mereka, dan ia yakin Yejin disana tengah menunggunya.

 

***

 

Kyuhyun sempat kecewa saat justru mendapati istrinya sedang tertidur pulas. Ia berharap Ye Jin masih bangun dan menunggunya pulang. Tapi sepertinya, Ye Jin akan merubah pola istirahatnya agar lebih teratur lagi.

Dengan cepat, Kyuhyun langsung berbaring di samping Ye Jin dan langsung memeluknya. Dengan pelan, berkali-kali ia menciumi kening istrinya dengan perasaan bahagia yang membuncah dahsyat.

“Gomawo…” bisik Kyuhyun pelan sambil menyingkirkan anak rambut yang menghalangi kening Ye Jin, “Ah, don’t be silent again, okay?”

Kyuhyun tidak yakin Ye Jin mendengar ucapannya atau tidak, yang pasti ia sekarang bisa memejamkan matanya dengan tenang sambil memeluk Ye Jin.

This is the best birthday, bisik Kyuhyun dalam hati sebelum ia benar-benar terlelap.

 

=Fin=

 

24/01/14 7:48PM

Iklan

3 thoughts on “Silent

  1. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xue Han's Pen World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s