To You (2)

Title     : To You

Genre  : Romance, Married Life, Angst

Main Cast: Suzy Bae, Kim Myungsoo, Kim Soohyun

Other Cast : Kim Jong In, Park Ji Yeon, Shin Dongho, Nara, Sonh Naeun

Length : Chaptered

Rating : PG-16

Auhtor : Chang Nidhyun (@nidariahs)

***

Drama. Suzy mendengus keras diantara suara deru mesin mobilnya yang menggila, sama seperti cara Suzy mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Masa bodoh dengan semua itu. Otak Suzy masih dipenuhi soal perkataan ayahnya. Ini bukan lagi soal dirinya yang menggilai alkohol, bukan lagi soal dirinya yang beberapa kali pernah mencicipi narkoba, dan ini bukan lagi soal dirinya dan club malam yang sudah seperti sahabat ataupun soal laki-laki yang sering berkencan dengannya. Dan yang pasti, ini lebih parah dari semua itu.

Siapa lagi yang akan mengadu jika bukan ibunya? Astaga…kenapa meskipun sudah berpisah, mereka tetap bisa berkomunikasi seintim itu? Bahkan masih sempat mendiskusikan soal dirinya –jika benar apa kata ayahnya. Kenapa mereka tidak kembali saja, uh?

Suzy menghela napas panjangs etelah mobilnya terparkir dengan sempurna di bagasi rumahnya dengan dihiasi bunyi pergesekan antara ban mobilnya dan aspal. Dan persetan soal semua itu, toh ini rumahnya juga meskipun masih diatasnamakan keluarga Shin.

Dengan kasar, Suzy menutup pintu mobilnya dan berjalan menuju teras rumahnya. Ia harus berbicara masalah ini pada ibunya, atau ia meminta pembelaan ayah tirinya yang memang selalu membelanya, well ~ karena selama ini Suzy memang tidak pernah bisa terlalu menerima keberadaan ayah tirinya. Membuat ayah tirinya selalu melakukan apapun yang Suzy inginkan, untuk mencari perhatiannya.

“Kau baru pulang? Bagaimana dengan pria itu?”

Langkah kaki Suzy terhenti di anak tangga terakhir teras rumahnya. Kepalanya langsung berputar ke arah sumber suara. Yap. Itu Shin Dongho, kakak tirinya yang tidak pernah ia panggil kakak karena laki-laki itu selalu satu kelas dengannya semasa SMA.

Suzy mendesah panjang dan justru memutar tubuhnya dan berjalan menuju Dongho yang sedang duduk di salah satu bangku taman rumahnya. Tempat favorit lelaki itu sambil mengotak-atik laptopnya. Yah ~ sebagai penerus perusahaan keluarga Shin, Dongho terlihat begitu serius dan menikmati tugas-tugas barunya. Apalagi setelah lulus kuliah kemarin, ia langsung mendapatkan posisi di perusahaan meskipun umurnya yang masih muda.

Suzy pun duduk berhadapan dengan Dongho dengan tangan yang menyangga dagunya, “Kau sudah tahu soal itu?” tanya Suzy dengan nada lesunya. Jika dii depan Dongho, ia selalu menjadi dirinya yang sebenarnya, bukan Suzy yang biasa bercumbu sembarangan dengan Jong In.

Dongho memutar bola matanya ke arah Suzy dan mendengus pelan, “Aku sudah mendengar semuanya.” Jawab Dongho dengan mata kembali terfokus pada laptopnya.

“Dan kau tak memberitahuku?!” sewot Suzy dengan nada meninggi, punggungnya kini sudah menegak.

“Kau akan tahu sendiri. Lagipula, jika aku memberitahumu kau bisa mengubah keputusan mereka?” sahut Dongho santai.

“Come on ~ setidaknya kau mengatakannya dulu padaku. Siapa tahua ku bisa berdalih,”

“Memangnya kau bisa membantah ayahmu?”

Pertanyaan Dongho benar-benar pukulan telak. Dia benar, Suzy selalu tak berdaya jika ayahnya yang sudah meminta. Apapun itu, dan meskipun Suzy tidak suka, semua tidak akan berubah.

“Tapi…”

“Cepat mandi dan tidur. Kau bau alkohol…” sela Dongho cepat.

“Yak! Kau menyelaku!”

“Kubilang cepat mandi dan tidur. Lagipula ibumu tidak ada di rumah, perjalanan bisnis dengan ayahku.”

Oh ~ bagus. Dan sekarang mungkin Suzy akan menghabiskan malamnya dengan kejengkelan penuh.

 

***

 

BRAAK !

Myungsoo terlonjak kaget saat tiba-tiba pintunya menjeblak terbuka dengan kasar dan menampakkan seseorang. Myungsoo hendak membentak orang itu karena hampir membuat pintunya rusak, tapi mulutnya terkatup rapat ketika ia tahu siapa yang baru membuka pintunya.

“Apa maksudmu?!” teriakan penuh rasa sakit itu melengking tajam di telinga Myungsoo. Dan Myungsoo tahu seberapa sakitnya perasaan gadis itu, sesakit dirinya yang tidak terjamah oleh kata.

Myungsoo tetap diam ketika gadis berambut panjang dengan mata sembab itu mendekat ke arahnya, menatapnya tajam dengan sayatan luka tertera jelas dimatanya. Separah itukah Myungsoo menyakitinya?

“Jelaskan padaku! Apa salahku sampai kau tega memutuskanku?!” teriak gadis itu lagi dengan tangis hampir meledak. Dan gadis itu tidak tahu, Myungsoo benar-benar terhenyak karenanya.

“Oppa!!!”

Myungsoo tidak menjawabnya dan justru menarik gadis itu kedalam pelukannya. Awalnya gadis itu meronta dan menolak, tapi Myungsoo teap tidak melepaskannya, dan ia harap ia juga tidak pernah melepaskan pelukan ini dan tetap membawa Naeun dalam hidupnya…

Tangis Naeun benar-benar pecah sekarang. Ia benar-benar tidak terima ketika kemarin sore pria yang sudah menjadi kekasihnya selama 5 tahun itu tiba-tiba memutuskannya tanpa sebab. Tidak, ia benar-benar tidak mau mengakhiri hubungannya.

“Wae oppa….wae…”

Myungsoo semakin memperdalam pelukannya. Tidak. Ia sendiri tidak tahu harus menjawab apa dan tidak tahu harus menjelaskannya darimana. Ia mencintai gadis ini dan tentunya, ia tidak mau melepaskannya. Mungkin bodoh melepaskan gadis ini dan merelakan hidupnya dengan gadis asing yang benar-benar brutal dalam hidupnya.

Tapi apakah ada yang lebih penting dari balas budi? Mungkin ia bisa menolak, mungkin. Tapi berpikir seperti itu jauh lebih mudah ketimbang mempraktikannya. Dan kenyataan memuakkan itu yang tengah menimpa Myungsoo.

“Mianhae…Mianhae…”

Dan Myungsoo tahu, kata maaf dan terimakasih adalah kata keramat yang begitu murah dengan nilai yang sulit.

 

***

 

“Kau terlihat murung, ada apa?” tanya Jong In sambil mengecup sekilas pipi Suzy dan menyampirkan anak rambut Suzy yang berjatuhan di pipinya. Entah kenapa, ia tidak begitu suka jika Suzy sudah menekuk wajahnya seperti ini.

Yang ditanya hanya tersenyum sambil menggeleng, “Aku hanya menunggu balasan sms dari Jiyeon. Dia belum juga menjawabnya,” Suzy beralibi. Meskipun ia tidak bohong, ia sedang menunggu balasan sms dari Jiyeon. Entah kenapa, Jiyeon belakangan begitu sulit dihubungi.

Jong In mengerutkan dahinya, “Benarkah?”

Suzy mengangguk, “Aku menyuruhnya datang, tapi…”

“Sssst…” Jong In menaruh telunjuknya di bibir Suzy, “Kalau begitu tunggu saja. Aku juga tidak begitu senang jika gadis itu mengganggu kebersamaan kita,”

Suzy memutar bola matanya, Jong In mulai lagi dengan rayuannya.

“Bukankah setiap hari kita bersama?”

Jong In mengedikkan bahunya, “Kurasa itu tidak cukup…” dan Jong In hampir kembali mencium bibir Suzy jika saja Jiyeon tidak meneriakkan nama Suzy.

“Sujiya~”

Dan akhirnya, Jong In menjauhkan tubuhnya sambil mendengus kasar. Mengganggu. Dirinya membatin.

Suzy balas melambai. Kemudian menegakkan punggungnya ketika Jiyeon sudah duduk berhadapan dengannya. Napas gadis itu tersenggal, pasti Jiyeon datang buru-buru, tebak Suzy.

“Ada apa? Sepertinya ada hal penting saja…”

“Tenanglah. Pesan sesuatu dulu, nanti kita bicara…” mata Suzy menunjuk pada Jong In yang mengisyaratkan, menunggu pria itu pergi.

 

***

 

“Kau gila?! Hey! Bukankah bagus jika ada yang mau menikah denganmu?!”

Suzy langsung memukul lengan sahabatnya itu. Enak saja, Jiyeon mau bilang tidak ada pria yang mau dengannya? Bahkan jika harus menikah dengan Jong In, ia siap. Meskipun nyatanya ia tidak benar-benar mencintai Jong Ins aat ini.

“Kenapa memukulku?” sungut Jiyeon sambil mengusap lengannya. Dasar gadis gila.

Suzy mendesah dan melipat tangannya di depan dada, ‘Tapi aku tidak mengenal pria itu. Lagipula ayahku hidup di era mana? Era Joseon dan aku adalah tuan putrinya? Ayolah ~ ini era modern dan aku harus menjalani sejenis perjodohan seperti itu? Kolot sekali…” omel Suzy masih tak habis pikir. Emosinya selalu meletup-letup jika sudah membahas soal ini.

Jiyeon hanya terkekeh dan meminum minumannya, “Anggap saja itu hukuman karena kau selalu membangkang pada orangtuamu. Lagipula hukuman untukmu ini menarik. Pasti pria itu bukan pria biasa,”

“Ha ha ha,” Suzy tertawa dibuat-buat dan memutar bola matanya, “Menurutmu Myungsoo pria seperti apa?”

Jiyeon membulatkan matanya. Apa katanya? Myungsoo? Kim Myungsoo?

“Maksudmu…Kim…”

“Ya…laki-laki membosankan itu. Pria yang pernah ditolong ayahku. Aku tidak mengerti kenapa ayah begitu menyayanginya, bahkan menjodohkannya denganku.”

“Astaga Suzy…bukankah itu berita baik? Dia pria baik-baik! Pintar! Dan…”

“Jika kau mau, kenapa tidak kau saja yang menikah dengannya?” sela Suzy cepat dengan nada kejengkelan yang kentara.

Jiyeon mengerling nakal sambil terkekeh, “Jika bisa, aku mau…”

“Kau gila,”

“Kau yang gila Bae Sooji!

Suzy baru saja akan membalas ucapan Jiyeon jika saja tak ada telpon tiba-tiba, dan yang lebih menjengkelkan itu adalah ayahnya…

Baiklah. Ia tahu apa yang akan dikatakan ayahnya.

 

***

 

Myungsoo tetap menunduk ketika putri tunggal Tn.Bae tiba. Ia mengenal gadis itu, tentu saja. Gadis kecil yang imut dan selalu membuatnya merasa gemas. Tapi itu dulu, sebelum gadis itu berubah liar dan sering menghabiskan malamnya di Club malam.

Percayalah, adakah yang lebih buruk dari sebuah club malam?

“Abeoji. Apa ini tidak keterlaluan? Maksudku…aku tidak mengenalnya sama sekali, dan abeoji ingin aku menikah dengannya? Ini bukan zaman dinasti lagi…” Suzy masih saja memprotes, berharap ayahnya akan mengerti soal ketidakinginannya menikah dengan Myungsoo. Ah, ia bahkan sempat berpikir untuk menjadi seorang independent lady saja.

Dan mulut gadis itu terkatup rapat ketika Tn.Bae menatap Suzy tajam dan membuat gadis itu memalingkan wajahnya. Oh, bagus sekali…ia benar-benar dipaksa dan didesak sekarang. Dan siapapun tolong dia sekarang…

“Rencananya, aku akan menikahkan kalian 2 minggu lagi, bagaimana Myungsoo-ya?”

“Tunggu! Abeoji! Abeoji harusnya bertanya…”

“Diam kau Suzy,” mata Tn.Bae beralih kembali pada Myungsoo, “Myungsoo?”

Dengan keadaan tetap menunduk, Myungsoo mengangguk, “Terserah pada abeonim. Aku mengikuti semua keinginan abeonim,” sahutnya kemudian.

Mata Suzy langsung membelalak, “Dasar gila! Bagaimana kau bisa dengan pasrah menyetujuinya! Apa alasanmu menyetujuinya?!”

“Suzy!”

“Abeoji! Ini tidak adil! Aku tidak ingin menikah dengannya! Aku…”

“DIAM SEKARANG!”

 

***

 

Suzy langsung mengejar Myungsoo yang baru keluar dari restoran. Jika ayahnya hanya mendengar ucapan Myungsoo, maka Suzy harus membuat Myungsoo berubah pikiran. Lagipula ia kira ia siapa bisa seenaknya seperti itu? Bahkan dekat saja tidak, saling kenalpun hanya sebatas kenal. Dan ia mau menikahi Suzy begitu saja?

“Hey Kim Myungsoo!”

Myungsoo langsung membalikan tubuhnya ke arah Suzy. Oh dear…gadis itu benar-benar berubah.

Dan Suzy langsung mendekatinya dengan tatapan bengis yang ia miliki, “Kau…apa maksudmu menerima semua ini?”

Myungsoo mendesah pelan, ia tidak tahu jika Suzy malah akan berbalik menyerangnya.

“Karena aku menyayangi abeonim.”

“Benarkah? Atau justru kau malah ingin mengeruk keuntungan dari ayahku?” Suzy sudah melipat tangan di depan dadanya. Ia benar-benar muak dengan pria ini.

Myungsoo tidak tersinggung, ia hanya kasihan…karena putri kesayangan seseorang yang ia anggap ayah malah menyerang balik ayahnya dengan cara memuakkan seperti ini.

“Karena kau selalu seperti ini. Hingga akhirnya ia memilihku untuk mendidikmu.”

Suzy terkekeh sinis, “Merubah? Jangan mencampuri urusan oranglain, terutama urusanku…dan kuharap kau menarik kembali semua persetujuanmu,”

Seandainya bisa. Myungsoo menjawab dalam hati. Dan sayangnya ia tidak bisa.

“Hey Kim Myungsoo, kau mau tahu gadis seperti apa aku?”

Myungsoo menautkan alisnya ketika nada bicara Suzy berubah.

“Seperti ini…”

Myungsoo membelalakan matanya ketika dengan lancang, gadis itu melingkarkan tangannya di leher Myungsoo dan menciumnya seolah-olah mereka pasangan kekasih. Bahkan Myungsoo sendiri tidak pernah melakukan ini pada Naeun…

“Dan kuharap kau mau mempertimbangkannya lagi,” ucap Suzy sembari menyeringai setelah ia melepaskan ciumannya dan membelai pipi Myungsoo dengan tatapan menggoda. Persis seperti yang biasa ia lakukan dengan teman kencannya.

 

=TBC=

10/04/14 07:53PM

Iklan

7 thoughts on “To You (2)

  1. Aigoo, Suzy bnar2 bad girl y? Tapi mungkn itu adlh bntuk protes krn appa dan eommany yg tlah brcerai dan memulai kehdupan mreka masing2!
    Smoga Myung bisa mengubh sikap Suzy jdi lbh baik!
    Next Thor!
    Keep hwaiting! 🙂

    Suka

  2. Myungsoo pacaran sama Naeun? tp untung aja putus 😛
    Masih bingung sebenernya apa yg buat Suzy berubah. Next partnya sangat ditunggu, thanks^^

    Suka

  3. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xue Han's Pen World

  4. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xue Han's Pen World

  5. Kasihan Naeun eh. Naeun Suzy, mereka sama2 menderita. Naeun ditinggalkan pacar yang udah 5 thn berhub. Suzy korban perceraian orang tua nya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s