Seoul Story (What is Love?) (1)

Title     : Seoul Story [What is Love?]

Genre  : Romance, Friendship

Main Cast: Ariel Lau, Zooey Claire, Ishida Hinata

Kim Jong In as EXO-K Kai, Xi Luhan as EXO-M Luhan, Kris Wu as EXO-M Kris, Park Chan Yeol as EXO-K Chanyeol

Other Cast : Find by your self

Rating : T

Auhtor : Chang Nidhyun (@nidariahs)

Note : well, ini Cuma cerita iseng-iseng aja. Buat mila ama Mety tebak peran kalian ada dimana. Yang pasti Ariel Lau itu AKU. Dan cerita ini terinspirasi dari khayalan singkat Kamila, dan yang pasti buat metong juga. Soalnya cerita ‘An Idiot’ bakalan rada panjang –dan aku rada males nulisnya.

Walaupun mesti di catat, aku ngebayangin tiap tokohnya gak ada satupun dari kita. Wks 😀

Well, thanks for reading my bad story 😀

Salam damai dari saya, Nidhyun 😉

***

 

Kim Jong In termenung sesaat setelah tanpa sengaja ia melihat tanggal di kalender kamarnya tadi pagi. Bulan Maret. Sebelumnya ia tidak pernah berpikir untuk melakukan sesuatu yang spesial di tiap tanggal 14 –yang kebetulan selalu memiliki perayaan khusus di Korea. Dan setelah bulan kemarin harapannya pupus karena gadis yang disukainya justru tidak tertarik untuk memberikan coklat pada laki-laki manapun, meskipun ia sempat mendengar desas-desus kedekatannya dengan Lee Taemin. Sahabat sekaligus siswa yang cukup populer di sekolahnya. Walaupun Jong In sendiri tidak yakin, bagian mana yang membuat mereka terlihat dekat. Terlebih, Taemin sama sekali tidak pernah membahas apapun tentang gadis yang disukainya itu. Dan gadisi tu juga tidak pernah terlihat dekat dengan Taemin. Meskipun mereka sama-sama ada di kelompok ekstrakulikuler yang sama.

Mata Jong In pun kini berubah fokus pada bangku yang berada di belakang barisan samping bangkunya. Gadis cerewet, aneh, terlihat culun dan…entahlah. entah apa yang membuat gadis itu terlihat menarik dimatanya, yang pasti ia memang tertarik pada gadis itu sejak perayaan malam tahun baru itu.

“Hey, apa yang kau lihat?” Jong In mengerjapkan matanya beberapa saat ketika tiba-tiba Do Kyungsoo duduk di sebelahnya dengan tangan melambai tepat didepan wajahnya. Dan detik berikutnya, Jong In mendengus pelan sambil memalingkan wajahnya. Mengganggu saja.

“Memperhatikan seseorang?” tanya Kyungsoo penasaran sambil memutar kepalanya ke arah bangku yang dilihat Jong In tadi, tepat ke arah 3 gadis yang semuanya bukan berdarah asli Korea itu. “Kau memperhatikan mereka?” tanya Kyungsoo dengan nada menggodanya, membuat Jong In memutar bola matanya malas. Malas membahas soal ini pada siapapun.

“Kau tertarik pada salah satu dari mereka? Siapa? Ariel? Zooey? Atau Hinata?” tebak Kyungsoo lagidengan semangat. Entah sejak kapan laki-laki itu senang bergosip layaknya perempuan.

“Menurutmu?” balas Jong In acuh tak acuh. Otaknya mulai sibuk merencanakan sesuatu untuk menyatakan perasaannya.

Kyungsoo yang semakin tertarik dengan pembahasan ini mulai mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada dagunya, kemudian ia menoleh lagikebelakang untuk menebak siapa yang kira-kira berhasil menarik perhatian seorang Jong In. Si ‘player’ yang cukup digilai adik kelasnya itu. Kenapa adik kelasnya? Karena temanseangkatannya sudah mengenal karakter seorang Jong In dan mulai berkurang jumlah fans-nya sejak kenaikan kelas.

“Ariel Lau? Kulihat belakangan ini kau sering memperhatikannya?”

Tidak terkejut. Jong In hanya mengedikkan bahunya dan kembali menoleh kebelakang.

“Jadi benar dia?” tanya Kyungsoo dengan senyum lebarnya. Tidak menyangka si player mulai jatuh cinta kembali setelah beberapa bulan hengkang sejenak untuk mendekati gadis manapun.

“Menurutmu dia bagaimana?” Jong In bertanya balik yang dibalas seringaian dari Kyungsoo.

“Hey, kau harus berhati-hati. Dia adik dari Clinton Lau kau tahu.” Kyungsoo menepuk pundak Jong In seraya mengingatkan, bahwa Clinton bukan orang biasa.

“Pengusaha yang sedang naik daun itu?”

Kyungsoo mengangguk tanpa melihat ke arah Jong In, “Meskipun baru beberapa bulan menjadi direktur, para pengusaha Korea mulai berhati-hati karena perusahaannya bisa mengkerutkan perusahaan lainnya. Bahkan, ia sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan besar, seperti dengan ayahku.”

“Begitu?”

Kyungsoo mengangguk, “Meskipun kulihat Ariel memang tidak secerdas kakaknya, kkk~” Kyungsoo terkekeh mengingat bagaimana biasanya standar kecerdasan gadis itu. Padahal, menurutnya Clinton terlalu menakutkan dengan kecerdasan yang dimilikinya. Persis dengan ayahnya.

“Berhenti mengejeknya, itu tidak lucu.”

“Wow, kau mulai membelanya? Tapi aku serius, kau harus hati-hati saja. Jangan sampai Clinton memukulimu jika tahu kau menyakiti adik kesayangannya itu.” Kyungsoo memandang takjub Jong In. Ini benar-benar menarik, ia ingin tahu sejauh mana Jong In berani mengambil langkah dan seserius apa laki-laki itu pada Ariel.

Mendengar cerita singkat tentang Ariel Lau, Jong In semakin tertarik untuk mendekati gadis itu. Ah, tidak. Seharusnya ia mendekati gadis itu sejak dulu.

 

***

 

Zooey mencebikkan bibirnya saat ia tidak mendapati buku yang dicarinya. Yang benar saja! Ia tidak mungkin harus membeli buku itu, kan? Ia hanya akan menggunakannya sekali untuk tugasnya, dan ia harus mengeluarkan uang demi satu kali itu?

Zooey mendengus pasrah. Ia harap ia tidak perlu membeli buku apapun. Alasan sederhana, ia tidak hobi membaca buku pelajaran. Dan sangat sayang jika ia harus mengeluarkan uang demi buku yang tidak akan dibacanya. Bukan, tidak. Tapi hampir tidakakan dibacanya.

Zooey pun berjalan malas ke arah meja panjang di tengah ruang perpustakaan itu, tepat ke arah 2 temannya yang sedang sibuk mengerjakan PR matematika yang secara serempak belum mereka kerjakan, Ariel Lau dan Ishida Hinata.

“Kau menemukannya?” tanya Hinata sambil mendongak, mengikuti pergerakan Zooey yang sedang duduk di depan Hinata.

Zooey pun menggeleng pelan, “Tidak ada. Lagipula mana mungkin perpustakaan ini mengoleksi banyak buku sejarah dinasti China yang lengkap? Lagipula ini Korea. Sepertinya aku harus ke perpustakaan utama Seoul.” Keluhnya sambil menatap jengah ke arah buku tugas sejarahnya. Tugas sejarah kali ini hampir membuatnya gila.

“Harusnya kau bilang padaku, tahu begitu kemarin aku pinjamkan padamu.” Ariel ikut menimpali. Bebarapa hari lalu ia baru saja pulang ke rumahnya yang berada di Taiwan, sekaligus mengembalikan buku sejarah milik kakeknya itu. Buku yang sama dengan yang dicari oleh Zooey dan membuatnya uring-uringan sekarang.

“Aku juga pinjam dari Ariel,” tambah Hinata dengan mata terfokus pada buku PR-nya.

“Harusnya kau tunggu aku sampai pulang dari Paris. Aku tidak tahu tugas tiap orang berbeda-beda sub.” Omel Zooey lagi.

“Mana kutahu kau juga belum mengerjakannya. Lagipula salah siapa kau lama sekali berada di Paris, huh?”

“Setiap orang akan merindukan kampung halamannya,kau tahu!”

“Bisa kalian diam? Kalian sangar berisik,” Ariel, Hinata dan Zooey serempak menoleh ke arah petugas perpustakaan yang menyebalkan itu, kemudian sama-sama menunduk dengan berbagai sungutan dalam keheningan mereka. Entah kenapa, mereka sama-sama tidak menyukai wanita berkacamata itu. Selain cerewet, wanita itu juga cukup galak.

“Kau butuh ini? Aku baru selesai meminjamnya,”

Bukan hanya Zooey, tapi Hinata dan Ariel pun sama –sama ikut menoleh ke arah sumber suara. Suara yang cukup familiar untuk Zooey, suara yang diharapkan agar selalu berbicara padanya. Dan entah mimpi apa ia semalam, harapan yang jarang-jarang terjadiitu kini malah terjadi begitu saja. Bahkan, laki-laki itu berdiri tepat di sampingnya. Pangeran tak berkudanya.

“Untukku?” tanya Zooey agak linglung. Ia takut salah dengar atau memang Jong In yang salah orang.

Tapi Jong In mengangguk! Membuat ribuan kupu-kupu beterbangan dari perutnya, membuatnya tidak tahan untuk tidak tersenyum lebar begitu saja. Dan refleks, tangan Zooey langsung menyambar buku itu dengan cepat.

“Terimakasih.”

Jong In hanya mengedikkan bahunya, dan tanpa sepengetahuan ketiga gadis yang kini terperangah menatapnya –tanpa ia tahu, Jong In menatap salah satu gadis diantara 3 gadis itu.

 

***

 

“Siapa? Zooey? Maksudmu gadis berdarah Korea-Prancis itu?” tanya Luhan sambil menatap Chanyeol takjub. Saat ini ia berada di lingkaran teman-temannya, melakukan sesi tanya jawab yangharus di jawab jujur. Dan ia tidak menyangka, ternyata Park Chanyeol menyukai gadis blasteran eropa itu.

Dengan malu-malu, Chanyeol mengangguk gugup. Ia tidak pernah yakin untuk membicarakan soal perasaannya pada siapapun, dan sialnya permainan ini membuat Kim Min Seok menanyakan hal yang tidak diduganya.

Dan serempak, Luhan, Kim Min Seok, Kim Jong Dae, dan Oh Sehun bersuara ‘o’.

“Kukira kau malah menyukai adik kelasmu itu, kulihat kau terlalu baik padanya.” Komentar Jong Dae.

“Aku malah sudah menebaknya, kau sering kepergok memperhatikannya,” ujar Sehun sambil melipat tangan di depan dadanya.

“Dan kau sendiri? Siapa yang kau suka?” tembak Min Seok langsung pada Luhan yang sejak tadi khusyuk dalam diamnya.

“Aku?” Luhan menunjuk dirinya, “Mana bisa begitu, kau belum mendapat bagian untuk bertanya,” protes Luhan tak terima.

“Hey, disini hanya kau yang belum ditanya! Jawab saja apa susahnya?” tandas Sehun cepat. Ia juga mendadak penasaran tentang orang yang disukai Luhan. Karena diantara mereka, hanya Luhan yang tertutup tentang kisah cintanya. Seperti tahun lalu, tahu-tahu ia mendapati temannya itu tengah meringkuk patah hati karena dicampakkan seorang gadis. Menyedihkan.

Luhan menggigit bibir bawahnya gugup, ia tidak pernah terpikirkan untuk membiacarakan soal siapapun yang disukainya. Tidak. Termasuk gadis yang saat ini menghiasi pikirannya.

“Jawab! Kenapa diam!” Luhan semakin gugup saat teman-temannya mulai heboh mendesaknya bersamaan. Sial, kenapa pembahasan jadi menyeret tentang perasaannya?

“Dia…” Luhan mengambil jeda beberapa saat, entah kenapa ia jadi benar-benar gugup sekarang, “A…”

“Guru matematika masuk!” seru seorang murid sambil membuka pintu dengan agak kasar, membuat beberapa siswa mulai heboh kembali ke bangku masing-masing. Tak terkecuali Luhan, Chanyeol, Minseok, Jongdae dan Sehun. Merekapun mulai kembali ke bangku masing-masing.

Luhan dapat bernapas lega, setidaknya ia tidak perlu didesaklagi sekarang.

Baru saja ia dapat bernapas, tiba-tiba napasnya berubah tercekat tepat ketika langkahnya terhalang seorang gadis yang berdiri di hadapannya. Untuk beberapa saat, Luhan merasakan dunianya berhenti berputar. Begitu lambat, semuanya melambat dan berkebalikan dengan detak jantungnya yang menggila. Ini benar-benar tidak normal.

“Bisa minggir? Kau menghalangi jalanku,” Luhan mengerjapkan matanya saat gadis itu mengacaukan kesadarannya yang terbang entah kemana. Dan dengan cepat, ia menggeser tubuhnya agar Ariel bisa lewat dan segara duduk dibangkunya. Setelah kesadarannya pulih, Luhan langsung merutuki kebodohannya. Bagaimana ia bisa memasang tampang tolol sepertiitu?

Luhan pun segera berbalik dan…

BUK!

Luhan memejamkan matanya, sial sekali. Setelah memasang tampang bodoh di depan Ariel barusan, sekarang ia malah menabrak seseorang dan menjatuhkan beberapa bukunya. Dengan cepat Luhan ikut berjongkok dan memunguti benda milik gadis itu.

“Maaf, aku tidak sengaja,” ucapnya tulus sambil menyodorkan beberapa benda yang diambilnya. Dan dengan tulus pula, Luhan tersenyum sarat penuh dengan kata maaf.

Dan yang tanpa disadarinya, senyum itu membuat Hinata harus menahan napas beberapa saat. Belum lagi detak jantungnya yang…astaga. mungkin setelah ini Hinata harus memeriksakan jantungnya ke rumah sakit.

 

***

 

Kris Wu tersenyum lebar dengan bangga. Kembali ia memasukan bola ke dalam ring dengan sempurna, membuat para lawannnya harus mendengus sebal karena belum juga mendapat kesempatan untuk mengalahkan Kris. Belum lagi sorakan serta jeritan yang saling menyusul dari pinggir lapang, tepatnya dari para gadis yang mengaku sebagai fans dari Kris Wu yang semakin menciutkan mental tim lawan dari tim Kris.

“Kau selalu membuat para gadis takjub,” ucap salah satu anggota tim basken Kris.

Dan Kris hanya tersenyum kecil menanggapinya, walau begitu ia hanya tetap memilih satu orang perempuan yang menurutnya tepat. Sejauh ini, gadis itu memang belum memandang ke arahnya. Bahkan gadis itu tidak terlihattertarik pada olahraga basket yang merupakan bagian dariskill Kris.

Dan lihatlah, gadisitu tengah berjalan pulang melewati lapang basket begitu saja. Tidak mempedulikan teriakan-teriakan heboh yang mencoba menyemangatinya. Kris penasaran, apa yang akan membuat gadis itu melihat ke arahnya. Karena sejauh ini pula, Kris masih merupakan sosok pengecut yang mengagumi gadis itu dari kejauhan.

Ishida Hinata. Gadis itu adalah Ishida Hinata.

 

-To Be Continued-

11/03/14 09:49PM

 

 

Iklan

2 thoughts on “Seoul Story (What is Love?) (1)

  1. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xue Han's Pen World

  2. Q dah lma ngikutin blog u sejak bc mwag luhan…tp baru bc ff yg ni skrg….wah kisah cinta segi brp nih?? Hahaha
    Tp sering bc ff ariel-luhan jd pgen ntar ariel ma luhan ja…hehehe
    Ijin lnjut bc

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s