To You (3)

Title     : To You

Genre  : Romance, Married Life, Angst

Main Cast: Suzy Bae, Kim Myungsoo, Kim Soohyun

Other Cast : Kim Jong In, Park Ji Yeon, Shin Dongho, Nara, Sonh Naeun

Length : Chaptered

Rating : PG-16

Auhtor : Chang Nidhyun (@nidariahs)

***

-part 3-

 

Kim Soohyun baru saja menorehkan tanda tangannya di tumpukan kertas terakhir yang sejam lalu disodorkan padanya. Setelah itu, ia tersenyum kecil dan menyingkirkan sejenak benda-benda itu dari jangkauan matanya, lalu menyesap kopi hitam yang di antarkan office boy beberapa saat lalu.

Hari ini sebenarnya hari yang baik, dan lazimnya ia harus merasa hari ini begitu cerah diantara lekukan hitam awan yang menjulang dan menutupi kota London sejak ia membuka mata pagi tadi.

Apakah ia perlu mengabsen apa saja yang membuat hari ini berkesan baik? Oke, pertama ia berhasil mendapatkan tender besar, kedua produk terbarunya memberikan keuntungan besar bagi perusahaannya, dan yang ketiga ia berencana pulang ke Korea minggu ini.

Tapi entah kenapa, ia merasa kurang baik hari ini. Bukan soal tidak enak badan atau keluhan mengenai cuaca yang kebetulan tidak begitu ia sukai, tapi…entahlah. seolah-olah ada sesuatu yang menarik hatinya untuk tenggelam dalam satu kegelapan. Dan sialnya, kegelapan itu benar-benar gelap. Soohyun sama sekali tidak tahu kegelapan apa yang mengerubuni hatinya sejak ia membuka mata pagi tadi. Padahal, menurutnya hari ini hari yang baik seperti yangdijabarkan tadi.

Drrrt…drrrt…

Soohyun baru saja akan menikmati waktu 5 menitnya dengan memandangi kota London dari ruangannya, tapi sepertinya ia harus menundanya karena sebuah panggilan masuk. Dan ia yakin orang yang menelponnya adalah orang penting, mengingat hanya orang-orang tertentu saja yang dapat menyimpan nomor ponselnya.

Kening Soohyun agak berkerut ketika membaca nama pemanggil di layar ponselnya. Itu ayahnya –tepatnya ayah tirinya. Ia tidak keberatan sama sekali jika ayahnya menelpon, hanya saja agak sedikit aneh. Selain tidak begitu dekat, biasanya ayahnya hanya akan menelpon jika ingin membicarakan hal-hal penting saja.

“Yeoboseyo, Abeoji…”

“…”

Soohyun tersenyum dan mendudukan dirinya di atas sofa ruang kerjanya, “Aku baik. Bagaimana dengan abeoji dan eomma?”

“…”

“Ah, syukurlah. Tapi…tumben sekali abeoji menelponku, ada apa?”

“…”

“Ha? Apa? Pernikahan?” Soohyun tertawa pelan mendengar jawaban ayahnya. Ayahnya baru saja memintanyan pulang lebih cepat untuk persiapan pernikahan. Dan…tentunya pertanyaan yang muncul siapa yang akan menikah? Sepupunya? Yang benar saja, jika hubungan hanya sebatas sepupu Soohyun tidak perlu terburu-buru terbang ke Korea, kan?

“Siapa yang akan menikah?”

Dan setelahnya, Soohyun menyesali pertanyaan yang diajukannya, tertawaannya juga pikirannya. Karena semua berakhir menyisakan guratan hitam didadanya.

“Sooji akan menikah?” lirih Soohyun yang disambut jawaban sang ayah. Dan sayangnya ayahnya tidak tahu, Soohyun benar-benar bergumam sendiri. Mencoba mengulangi dan meyakinkan dirinya, ayahnya baru saja menyebut Sooji alias Bae Suzy…

 

***

 

“Kenalkan, dia putriku Bae Suzy. Dia baru saja masuk TK hari ini…” dengan ragu, Myungsoo melangkahkan kakinya dan memperhatikan setail rumah yang baru saja dipijaknya. Dan kesan pertama yang didapatinya adalah, rumah itu sangat besar. Hebat sekali, selain baik Tn.Bae juga ternyata orang kaya.

Mata Myungsoo kini beralih pada gadis kecil yang tengah mewarnai buku gambarnya. Myungsoo tersenyum kecil, gadis yang lucu, imut dan juga cantik.

“Anggap saja rumah sendiri, jangan sungkan.” Sambung seorang wanita yang tiba-tiba muncul dari belakang dan membawa nampan berisi makanan. Dan itu adalah istri dari Tn.Bae.

Myungsoo mengangguk sambil tersenyum. Ia benar-benar merasa beruntung…

“Soojiya~ kemari!”

Gadis kecil itu mendongak dan menatap ayahnya, dia tidak bertanya apapun, tapi ia langsung memandangi Myungsoo dengan tatapan bingung. Ayahnya tiba-tiba membawa anak kecil dengan luka lebam dan kepala di bebat? Wow, darimana saja ayahnya ini?

“Dia siapa?” tanya Suzy langsung tanpa mengindahkan uluran tangan ayahnya. Biasanya Suzy akan langsung memeluk ayahnya.

“Dia Kim Myungsoo, seseorang yang abeoji selamatkan semalam. Hey, kau tidak ingin memeluk ayahmu?” goda Tn.Bae berusaha memancing Suzy agar mau mendekati ayahnya.

Dan gadis itu bangun, tapi bukan untuk memeluk dan mencium ayahnya, melainkan untuk mengulurkan tangannya ke arah pria kecil yang terlihat menyedihkan dimata Suzy.

“Hai, aku Bae Suzy. Senang bisa mengenalmu oppa. Ayahku hebat bukan. Dia senang sekali menolong orang…” Suzy berkelakar dengan senyum terhangatnya.

 

Myungsoo mendengus panjang dan langsung menyalakan shower-nya. Membiarkan sekujur tubuhnya basah, dan ia berharap air yang menyiraminya itu akan membawa separuh beban pikirannya.

 

“Hey Kim Myungsoo, kau mau tahu gadis seperti apa aku?…seperti ini…”

 

Dan sayangnya, pikiran-pikiran itu terus saja menyerangnya. Ia bisa saja tidak terlalu memikirkannya seandainya gadis itu tidak lancang menciumnya, dia benar-benar menjatuhkan harga dirinya sendiri. Dan tentunya…itu bukan Bae Suzy yang dikenalnya.

Refleks, tangan Myungsoo kembali memegang bibirnya yang disentuh bibir gadis itu. Benarkah Suzy separah itu? Atau gadis itu sengaja melakukannya agar ia membatalkan semua permintaan Tn.Bae terhadapnya? Jika benar Suzy bukan lagi Suzy yang dikenalnya…apakah ia benar-benar rela menghabiskan sisa hidupnya dengan gadis seperti itu dan benar-benar melepaskan Naeun?

Shit!

Myungsoo langsung menonjok dinding dihadapannya.

Hidup memang benar pilihan, dan tentunya Myungsoo bisa memilih denga mudah…seandainya jika tidak ada pihak yang tersakiti ataupun dikecewakan nantinya. Dan sayangnya, itu mustahil.

 

***

 

Gaun pengantin, cincin pernikahan, dan masih banyak lagi hal-hal yang terus diembankan padanya. Suzy hanya diharuskan untuk memilih. Tapi percayalah, memilih sama sekali bukan hal mudah, terlebih ia sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini.

Dan yang lebih menjengkelkan, Myungsoo sama sekali tak mengindahkan gertakannya tempo hari dan membiarkan semuanya terus berjalan. Dan tentunya ini membuat semua pihak senang, kecuali dirinya. Dan ia sangat yakin Myungsoo juga ikut menikmati semua ini.

Dan yang jauh lebih mengesalkan, ibunya sama sekali tidak bisa dihubungi sejak perjalanan bisnis yang ia lakukan. Seolah angkat tangan dari semua, ia dibiarkan sendirian menelan rasa kesal dan jengkelnya.

Perlukah ia berteriak didepan semua orang bahwa ia tidak mencintai calon suaminya sekarang?

“Jangan menekuk wajahmu terus, kau terlihat jelek.”

Suzy menolehkan kepalanya ke arah Dongho yang baru saja datang dengan mobil audi putihnya. Hey…tunggu? audi? Pria itu baru saja membeli mobil baru?

“Kau terlambat 15 menit,” Suzy melipat tangannya di depan dada, “ Dan jangan katakan karena kau mengurusi dulu mobil barumu itu.”

Dongho hanya terkekeh pelan. Dan dengan gerakan cepat, ia mengambil rokok yang terselip diantara jemari Suzy dan mematikannya dengan cepat, “Aku mentolerirmu untuk masalah alkohol, aku bisa memaafkanmu tentang narkoba, tapi aku bisa saja meninggalkanmu sekarang juga jika kau merokok.”

Suzy mendengus malas, “Kau kolot sekali Shin Dongho.”

“Aku tidak peduli,”

“Kau tahu aku tidak suka oranglain mencampuri urusanku,”

“Salahkan dirimu karena sudah masuk kedalam lingkaran keluarga Shin meskipun kau tidak mau mengubah margamu. Dan jangan lupa, kau tidak pernah bisa membantahku.”

Suzy mencibir ke arah Dongho yang sudah kembali ke mobilnya. Laki-laki itu benar, ia bisa membantah semua orang tapi tidak untuk Dongho. Entah kenapa, meskupun selalu seenaknya pada pria itu tapi Suzy selalu merasa segan dan menjadi seorang gadis penurut did epan Dongho.

“Tadi kau menelponku dan merengek karena mobilmu yang mogok dan memaksaku untuk menjemputmu, dan kau berubah pikiran sekarang?” kata Dongho sebelum membuka pintu mobilnya.

Suzy mendelik, menyebalkan. Mengingat mobilnya mogok tiba-tiba membuatnya semakin sebal saja, ditambah Dongho yang dengan senang hati mengejeknya. Benar-benar manis. Apakah hari ini masih ada gula untuk memaniskan harinya? Ah, mungkin. Seperti bertemu Myungsoo sebentar lagi…

 

***

 

“Jiyeon-ssi, seseorang mencarimu.”

Jiyeon menoleh ke arah rekannya dan langsung membuka maskernya, “Siapa?” tanyanya kemudian.

“Kalau tidak salah, namanya Kim Jong In.”

Alis Jiyeon langsung tertaut. Kim Jong In? Jong In? Untuk apa dia datang kemari…dan menemuinya?

 

***

 

Benar. Itu Kim Jong In.jiyeon pun mendekati pria yang sedang bersandar pada salah satu dinding tempatnya bekerja. Dan Jong In tentu memiliki alasan khusus untuk itu, ia tidak mungkin datang menemuinya untuk hal tidak penting, sedangkan dirinya bekerja disalah satu kantor farmasi, kan?

“Kau mencariku?” tanya Jiyeon langsung.

Jong In yang sedari tadi memperhatikan ponselnya, langsung memasukkan ponselnya ke dalam sakunya dan menegakkan punggungnya dengan pandangan lurus ke arah Jiyeon. Hah, seandainya ia tidak mengenal seluk beluk Jong In ini, mungkin dirinya sudah jatuh cinta pada pria itu sejak jauh-jauh hari.

“Kau tahu Suzy dimana?” tanya Jong In to the point.

Jiyeon mendesah pelan, lalu melipat tangannya didepan dada dan mengalihkan pandangannya, “Kenapa kau mencarinya lagi?”

“Aku serius Jiyeon-a, aku tidak bisa menghubunginya beberapa hari ini, dan…”

“Dia akan menikah. Dia sangat sibuk, jadi berhenti mengganggunya.” Sela Jiyeon cepat dengan tegas. Dan Jiyeon benar-benar sedang menegaskan, bahwa Jong In tidak bisa lagi mengganggu Suzy seperti dulu.

Tubuh Jong In benar-benar membeku. Ia harap ia salah dengar…Suzy akan menikah? Kenapa bisa?

“Tapi…”

“Dia akan menikah dengan Kim Myungsoo, dia dijodohkan oleh ayahnya.” Jiyeon kembali menyela, “Dan aku serius Jong In-a, kau tidak boleh mengganggunya lagi.”

 

***

 

“Kau ingin konsep yang bagaimana, um?” tanya Ny.Kwon –ibu tiri Suzy, setelah ia berbincang agak lama dengan salah satu staff WO yang didatanginya bersama putri tirinya dan putra angkat suaminya.

Karena Suzy tidak menjawab, mata wanita itu akhirnya beralih pada Myungsoo yang sejak tadi juga memilih diam, “Dan kau sendiri Myungsoo?”

Mata Myungsoo menoleh pada Suzy yang menatapnya tajam, sepertinya gadis itu benar-benar membencinya, dan mungkin gadis itu berharap Myungsoo berkata bahwa ia membatalkan pernikahan ini dan sayangnya, ia tidak berniat mengatakan itu sama sekali.

“Terserah eommonim, aku kurang tahu hal seperti itu,”

Mendengar jawaban itu, Suzy langsung mendengus sambil memutar kepalanya malas. Astaga, pria itu benar-benar memuakkan. Dan sungguh, ia ingin segera mengakhiri acara tidak pentingnya ini.

“Baiklah, tapi kalian jangan menyesal dengan konsep yang kupilih…”

 

***

 

Dan akhirnya selesai.

Suzy benar-benar bisa bernapas lega ketika ia akhirnya bisa meninggalkan gedung yang sama sekali tidak membuatnya senang itu, tapi justru malah membuat Suzy merasa terkekang sendiri.

“Myungsoo-ya, kau bisa antarkan Suzy ketempat kerjanya, kan? Dia harus membawa barang-barangnya.” Kata Ny.Kwon pada Myungsoo yang dibalas anggukan.

Suzy memutar bola matanya kesal, dan yang terhebatnya lagi ia dipaksa untuk berhenti bekerja. Ia benar-benar muak…dan sayangnya sama sekali tidak ada yang bisa menghilangkan rasa muaknya sama sekali. Dan akhirnya, ia terjebak dalam pusaran rasa kesal.

“Eomma…” panggil Suzy pada Ny.Kwon yang hendak berbalik, “Bisakah eomma katakan pada abeoji untuk membatalkan pernikahan ini? Jika abeoji ingin aku berubah, aku akan berubah dana ku bisa meminta pada Dongho Oppa untuk membantuku. Aku benar-benar tidak menginginkan pernikahan ini…”

Ny.Kwon tidak terkejut mendengarnya. Ia tahu, bahkan sangat tahu jika putri kesayangan suaminya ini begitu tertekan dengan keadaan. Menikah dengan seseorang yang tidak kau cintai bukan hal yang menyenangkan, ia sangat tahu.

Karena tidak bisa melakukan apapun, Ny.Kwon akhirnya memeluk Suzy, “Bersabarlah sayang…ayahmu menginginkan yang terbaik untukmu, percayalah.” Ucapnya sembari membelai kepala putrinya tersebut.

 

***

 

“Kita sampai, aku tunggu kau disini.” Kata Myungsoo tanpa melihat ke arah Suzy. Mereka barus aja sampai di depan bangunan tempat Suzy bekerja.

“Kau yakin untuk meneruskan ini semua?” Suzy bersuara, tapi ia bukan menyahuti ucapan Myungsoo sebelumnya, “Kau benar-benar ingin menikah denganku? Menghabiskan sisa hidupmu denganku?” Suzy sudah memutar kepalanya ke arah Myungsoo.

Myungsoo hanya mendengus pelan dengan pandangan terus mengarah ke depan, “Aku tidak punya banyak waktu. Cepatlah,”

Suzy mendengus kasar. Pria ini benar-benar tidak bisa diajak bicara. Dengan kasar, Suzy membuka dan menutup pintu mobil Myungsoo. Ia benar-benar membenci nama itu sekarang.

 

***

 

“Kau benar-benar akan menikah?”

Suzy tersentak kaget, ia buru-buru menyalakan sakelar lampu…dan…”Jong In?”

Yang dipanggil kemudian berbalik dan menatap lurus Suzy yang baru masuk ke ruangannya, “Apakah semua itu benar?” tanya Jong In sekali lagi.

Suzy mendengus pelan dan menutup pintunya, ia segera mengambil barang-barangnya, “Abeoji memaksaku…aku tidak punya pilihan,”

“Kau tidak mencintainya, kan?” tanya Jong In lagi masih ditempatnya, dan tentunya mata pria itu juga masih menatap lurus Suzy.

Suzy menghentikan aktifitasnya dan mendongak menatap Jong In, “Kau tahu jawabanku, Jong In-a…”

“Bahkan kau tidak mencintaiku, bagaimana bisa kau hidup dengan pria yang tidak kau sukai sama sekali?”

“Aku sudah memikirkannya dengan keras, tapi semuanya sama sekali tidak menemukan jalan keluarnya, aku benar-benar terdesak…” suara gadis itu mulai melemah. Dan Jong In sudah sangat lama tidak melihat Suzy seperti ini kembali…

Jong In pun mendekat ke arah Suzy dan menarik gadis itu, kemudian menyudutkannya di dinding, “Aku bahkan menyesal telah membiarkanmu hidup dalam duniaku, karena perasaanku berbalik arah…” gumam Jong In dengan tayapan menusuknya.

Suzy memejamkan matanya, ia tahu. Ia tahu, bahkan tanpa diberitahu ia sudah tahu semuanya. Dan meskipun begitu, pada akhirnya Suzy tidak bisa melakuakn apapun…sama sekali.

“Kau masih milikku sekarang,” kata Jong In lagi, “Dan biarkan aku menjadi yang pertama untuk memilikimu.”

Jong In pun langsung menyatukan bibir mereka. Dan Jong In tidak bercanda, ia selama ini selalu menghargai Suzy dan tidak berpikir untuk menyentuhnya lebih jauh lagi. tapi malam ini, ia merasa terluka dengan semuanya. Benar-benar semuanya. Karena ia tahu ia yang membuat Suzy mengikuti gaya hidupnya, dan berakhir dengan keterpurukan perasaannya. Dan parahnya, gadis yang selama bertahun-tahun berada disisinya akan direbut oranglain begitu saja.

Jong In semakin memperdalam ciumannya ketika Suzy tak menolak sedikitpun. Dan ini benar-benar membulatkan tekad Jong In untuk menjadikan Suzy menjadi miliknya malam ini.

 

***

 

Myunsoo berdecak sebal. Kemudian matanya beralih menatap bangunan yang terlihat sepi itu. Kenapa lama sekali? Pikir Myungsoo. Suzy tidak mungkin membawa lemarinya kesini hingga ia harus bingung darimana untuk memulai membawa barang-barangnya, kan?

Merasa tidak bisa menunggu lebih lama lagi, Myungsoo pun memutuskan untuk menyusul gadis itu. Ia khawatir jika gadis itu kabur atau semacamnya. Meskipun ia tidak peduli jika itu benar, setidaknya Suzy tidak membuatnya menunggu, kan?

 

=TBC=

12/04/14 07:57PM

Iklan

4 thoughts on “To You (3)

  1. Myungsoo mau nyusul Suzy dan Suzy sedang bersama Jongin, gimana jadinya? langsung baca next partnya, penasaran! ceritanya semakin seru, thanks author^^

    Suka

  2. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xue Han's Pen World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s