#18YearsOfMe A Cup Of Coffee with A Cup Of Memories

cocoa

Title     : A Cup Of Coffee with A Cup Of Memories

Genre  : Romance

Main Cast: Song Eun Mi (OC), Lee Hyun Woo

Rating : T

Length : Ficlet

Auhtor : Chang Nidhyun (@nidariahs)

***

 

Musim gugur 2014 mungkin akan menjadi musim gugur terpendek yang pernah Eunmi rasakan. Tidak. Ini bukan soal kebetulan cuaca yang memang akan memendek, waktu musim dingin yang terlalu cepat datang ataupun musim gugur yang datang terlambat. Karena mungkin sejak musim gugur tiba, Eunmi mulai kehilangan waktu kosongnya yang selama ini ia keluhkan.

Well, Eunmi memang tukang mengeluh, selain kenyataan bahwa dirinya adalah seorang pemalas tingkat dewa. Dan setelah resmi berstatus menjadi seorang mahasiswi di Korea University, Eunmi harus mulai mengecilkan ruang malas dalam dirinya, juga harus mengeringkat rentetan keluhan yang selama ini selalu menjadi cemilan Eunmi setiap hari

Eunmi tidak terlalu pintar, ia hanya memiliki wawasan cukup luas –tuntutan untuknya yang menjadi seorang penulis blog. Tidak ada bayaran, dia hanya dibayar oleh komentar-komentar dari para pembacanya yang bahkan Eunmi sendiri tidak pernah melihatnya dengan langsung.

Eunmi juga tidak terlalu cantik, dia hanya gadis biasa dengan panjang rambut sepinggang berwarna coklat tua. Gaya baru rambutnya setelah ia lulus sekolah dan tinggal di Seoul. Tidak ada yang memprotesnya satu pun, kecuali orang tuanya.

 

“Ini pertamakalinya kau memesan Cocoa. Apakah kau tersambar petir atau terbentur sesuatu?” canda seorang pemuda dengan seragam pelayan. Kim Kyu Jong, namanya Kim Kyu Jong. Dulu dia merupakan penyanyi café yang Eunmi kenal, tapi sudah 2 tahun Eunmi tidak lagi menemukan pemuda itu sampai ia bertemu dengannya lagi di kedai kopi dekat kampusnya.

Eunmi mengedikkan bahunya cuek, kemudian menerima segelas cocoa yang disodorkan padanya, “Aku hanya ingin mencoba sesuatu yang baru. Kau tahu kan, aku sudah sangat terlalu sering memesan cappuchino.”

“Jadi kau berencana untuk mengganti minuman kopi favoritmu?”

“Tidak juga,” sahut Eunmi sambil memasukkan 2 sendok garam ke dalam gelas cocoa-nya, “Hanya mencoba.”

Tepatnya mengulas kenangan yang tersimpan di balik segelas cocoa-nya.

“Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu. Hari ini banyak pengunjung, kau tahu kan soal kabar salju yang akan turun malam ini?”

Kyujong tidak menunggu Eunmi menjawab ucapannya. Ia tidak bercanda saat ia berkata bahwa ia sedang sibuk, karena nyatanya café itu memang cukup penuh. Meninggalkan Eunmi yang tanpa Kyujong tahu, membeku di tempatnya dengan tubuh yang sempat menegang.

Eunmi tidak tahu hari ini akan turun salju, ia juga tidak memiliki rencana apa pun di balik kegiatan jalan-jalannya hari ini. Yang ia tahu, ia baru saja menyelesaikan jam kuliahnya sebelum libur musim dingin dan iseng berkunjung ke café itu karena ia ingat cocoa yang mengganggu pikirannya semalaman. Ia tidak sedang mengidam, tapi keinginannya memang selalu aneh-aneh.

Eunmi pun menghela napas panjang, menarik gelas kopinya dan mulai menyesapnya perlahan. Dan sudah bisa dipastikan, ia akan mengernyit sesaat setelah minuman itu menyentuh lidahnya. Ia tidak suka cocoa, alasan kenapa Kyujong mempermasalahkan cappuccino yang tidak dipesan Eunmi dan justru cocoa lah yang dipesannya.

Hanya ada satu alasan pasti, ia suka kenangan yang tersimpan di balik segelas cocoa, di balik butiran garam yang selalu membuat Eunmi berpikir –bagaimana bisa orang menciptakan sesuatu yang manis dari sesuatu yang pahit dan asin? Seperti rasa yang tersimpan dalam kenangannya, berbagai rasa yang terpisah kemudian menyatu dan menjadikannya manis, meskipun butuh waktu yang agak lama untuk menyadari bahwa kenangan yang selalu dikeluhkannya itu adalah manis.

“Song Eun Mi, kan?”

Eunmi hampir tersedak saat sebuah tangan menyentuh pundaknya agak keras. Well, Eunmi juga berniat mengomeli laki-laki tak tahu diri yang tiba-tiba datang dan merusak semua lamunan indahnya…jika saja Eunmi tidak mendapati batang hidung Lee Hyun Woo di retina matanya.

Tubuh Eunmi langsung berubah kaku, dingin. Bahkan mungkin semua mata akan menyadari tubuh Eunmi yang menegang selama persekian detik. Dan semua itu karena laki-laki yang menyebut namanya itu, laki-laki yang kini tersenyum padanya –dengan senyum yang sama seperti yang Eunmi ingat- dan dengan lancang duduk di hadapannya, sikapnya tetap tidak berubah meskipun kata tahun telah memisahkan mereka.

Itu Hyun Woo! Lee Hyun Woo! Seseorang yang terselip diantara kenangan yang ia samakan dengan cocoa yang dipesannya. Dia adalah alasan kenapa Eunmi tetap menikmati cocoa-nya dan rela tidak memesah cappuccino favoritnya.

“Apa kabar? Sudah lama sekali ya….”

Tidak baik. Eunmi berteriak dalam hati. Ia sama sekali tidak merasa baik karena saat ini jantungnya menghentak keras, seolah memberontak ingin melompat keluar. Bukan tidak senang, tentu saja. Tapi justru karena terlalu senang.

“Kau memesan cocoa?” Hyunwoo menaikkan alisnya bingung, tadinya ia tidak akan membahas itu. Tapi Hyunwoo sama sekali tidak lupa bagaimana Eunmi begitu anti pada Cocoa yang menurutnya memiliki rasa yang abstrak.

Eunmi tersenyum kikuk, sedikit menggeser cocoa yang dipesannya, “Y…ya, aku…aku memesannya.”

Hyunwoo terkekeh pelan, kemudian ia pun menarik gelas cocoa Eunmi dan langsung meminumnya, “Jangan memaksakan diri jika kau memang tidak suka Cocoa Eunmi-ya. Dari semua jenis kopi, kau paling membenci cocoa.”

Eunmi tidak peduli dengan cocoa itu, Eunmi juga tidak lagi peduli dengan ucapan-ucapan Hyunwoo yang tak penting. Yang ia pedulikan saat ini adalah…sosok Hyunwoo yang muncul lagi setelah bertahun-tahun ia menghilang dari Eunmi, menghilangkan diri, menghindarinya.

Eunmi sempat membenci Hyunwoo, bagian rasa pahit dari kenangan yang ia miliki. Mereka bertengkar hebat saat itu. Dan karena sudah lama sekali ia tidak melihat Hyunwoo lagi, Eunmi meyakinkan bahwa nama Hyunwoo telah berakhir dalam catatan hidup Eunmi. Dan seandainya Hyunwoo kembali, ia berjanji akan memperjuangkan laki-laki itu…sampai ia tak lagi bisa memperjuangkannya.

Eunmi hampir melupakan semuanya. Well, ia juga sedang berkencan dengan teman sekelasnya Lee Tae Min. dan entah mengapa, Eunmi rasa warna hidupnya akan kembali berubah, setelah hari ini mungkin saja hidupnya akan berubah…

Atau mungkin Hyunwoo akan menjadi iklan dalam tayangan hidupnya.

Ya. Tidak ada yang pernah tahu.

 

20141218 PM0432

Iklan

One thought on “#18YearsOfMe A Cup Of Coffee with A Cup Of Memories

  1. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xue Han's Pen World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s