Seoul Story (What is Love?) (5)

-part 5-

Ishida Hinata tersenyum masam saat lagi-lagi ia mendapati Kris berada di dekatnya. Dan Hinata sudah menghitungnya, ini adalah hari ke-5 laki-laki itu secara sengaja menunggunya di depan halte, kemudian mengajaknya pergi bersama dan duduk bersebelahan dengannya. Apa yang dilakukannya? Tidak ada. Hinata bahkan tidak merasa pantas untuk menyalahkan keberadaan laki-laki itu. Tapi percayalah, ia sama sekali tidak merasa bebas berada didekat Kris. Dan yang lebih lucu, Kris pun sama sekali tidak melakukan apa-apa. Bahkan membuka pembicaraan saja tidak.

Lihatlah, bahkan laki-laki itu lebih memilih untukmembaca buku ketimbang mengobrol dengannya.

Hinata pun mendengus panjang sebelum mengalihkan pandangannya ke arah jendela di sisi kanannya. Ini semua gara-gara Ariel. Kenapa juga gadis itu malah menjebaknya untuk bertemu dengan Kris tempo hari? Dan membuatnya tidak tega untuk berkata tidak saat Kris memintanya untuk berangkat bersama setiap hari.

Hinata sudah pernah mencoba untuk datang lebih terlambat, tapi ternyata Kris tetap menunggunya. Dan datang lebih pagi? Bahkan ia sempat berpikir mungkin Kris bangun jam 3 pagi hanya untuk menunggunya di halte bis.

Ia tidak tahu apa yang diinginkan Kris. Dan bisa dibayangkan, apa yang akan terjadi jika penggemar Kris di sekolah tahu jika idola mereka ternyata sedang berdekatan dengan gadis lugu berasal dari Jepang yang bahkan tak memiliki apa-apa untuk dibanggakan.

Tsk. Membayangkannya saja sudah mengerikan.

“Pulang sekolah nanti kau ada waktu?”

Hinata buru-buru menoleh ke arah Kris. Takut-takut jika ia salah dengar, atau mungkin imajinasinya sedang berjalan, seolah-olah Kris berbicara padanya. Tapi saat dilihat, ternyata Kris memang sedang melihatnya, menatap ke arahnya.

“Me…memangnya kenapa?”

“Mau mengajakmu ke suatu tempat. Kau bisa?”

Oh, sekarang apalagi yang akan dilakukan laki-lakiitu padanya?

 

***

 

“Kau bercanda? Bukan seperti itu…” protes Kyungsoo saat melihat hasil tulis tangan Ariel. Entah ia yang salah lihat, Ariel yang bermasalah atau memang selama ini ia tidak tahu jika Ariel ternyata memiliki tulisan tangan yang bisa dikatakan…buruk.

“Apanya?” tandas Ariel cepat saat tangan Kyungsoo mulai merebut buku yang dipegangnya.

“Percayalah. Tulisanmu…”

“Apa?” tanya Ariel galak yang membuat Kyungsoo memilih mundur. Ia meringis pelan sambil memandangi tulisan Ariel yang tidak sesuai dengan harapannya. Yang benar saja, gadis ini akan memberikan rangkuman mentah ini dengan tulisan yang…asataga. bagaimana Jong In bisa menyukai gadis tanpa seni dalam darahnya? Dan bagaimana bisa Ariel tidak mewarisi kecerdasan keluarga Lau yang mendarah daging sampai ke urat nadi? Bahkan, dia tidak mewarisi darah seni yang bahkan hampir mengalir sempurna pada ibunya dan turun pada Henry.

“Ariel. Maaf jika kau tersinggung, tapi kau tahu kan guru sejarah kita sangat perfeksionis?” Kyungsoo mulai angkat bicara lagi. hati-hati, ia tidak mau mendapat serangan dari Ariel. Bagaimanapun ia cukup mengenal tabiat putri bungsu keluarga Lau ini.

“Guru Sejarah tidak pernah protes apapun tentang tulisanku. Dia bahkan selalu takjub karena nilaiku yang selalu sempurna dalam pelajaran sejarah,” Ariel pun mendongak, “Jadi tulisanku yang buruk ini takkan mengurangi nilai kita sama sekali.”

Mendengar ucapan Ariel, Kyungsoo pun buru-buru menutup mulutnya. Benar. Ia lupa bahwa Ariel memiliki spesialisasi khusus dalam bidang tulisan dan sejarah. Entah karena gadis ini menyukainya atau apa, tapi gadis ini memang selalu mendapat pujian dari guru sejarah. Meskipun nyatanya gadis ini tetap saja tidak terlihat seperti kakak-kakaknya yang memiliki prestasi selangit. Dan hebatnya, Ariel tidak pernah ambil pusing soal itu. Dia malah menikmati semuanya. Gadis aneh.

Karena tidak mendapat izin untuk merangkum, Kyungsoo pun menopang dagunya dengan tangan kananya dengan mata terus menelisik ke arah buku yang tengah di corat-coret oleh Ariel. Sampai akhirnya ia merasa bosan sendiri dan…ah! ia ada ide!

“Ariel, kudengar kakakmu akan menikah tahun depan. Benar?”

Ariel mendongak sesaat setelah mendengar pertanyaan Kyungsoo yang agak sedikit mengganggunya. Ia tidak begitu suka membahas soal keluarganya, tapi Kyungsoo memang mengenal keluarganya, kan? Meskipun mereka baru dekat belakangan ini karena ikatan tugas, tapi keluarga Do memiliki kekerabatan yang cukup baik dengan ayahnya, keluarga Lau.

“Tidak tahu. Dia tidak pernah terlihat dekat dengan wanita,” jawab Ariel jujur. Ia kini sudah kembali menekuni pekerjaannya.

“Benarkah? Tapi ayahku heboh sekali membicarakan soal Clinton Hyung,”

Ariel mencebik dengan posisi masih menunduk menatap bukunya, “Dia memang dekat dengan siapapun. Bahkan ia juga pernah membawa sekertarisnya yang centil itu ke rumah,”

Kyungsoo membelalakan matanya. Wow. Ini informasi yang menarik. Clinton seorang playboy? Padahal tadinya ia ingin memancing masalah Ariel dan Jong In, tapi sebelum mulai ia malah kecipratan informasi menarik.

“Oya? Aku kira Clinton Hyung tertutup pada wanita,”

Ariel langsung tertawa mendengarnya. Clinton adalah orang tertutup? Clinton justru sangat agresif, genit, menyebalkan, tidak tahu malu, narsis dan masih banyak lagi kata-kata sifat yang bisa mendeskripsikannya secara utuh. Meskipun Clinton tak pernah memperkenalkan wanita pada keluarga, tapi Clinton bisa mengalahkan sifat playboy Jong In –karena menurutnya Jong In sempat menempati posisi nomor satu sebagai player terhebat di sekolahnya. Sangat berbeda dengan Henry, meskipun terlihat banyak menggandeng wanita, tapi kakaknya yang satu itu memang benar-benar berteman dengan gadis-gadis itu, tidak seperti Clinton yang mengencani semuanya.

“Kenapa tertawa?” tanya Kyungsoo bingung. Ia tidak merasa ada yang lucu disini, tapi Ariel tertawa seolah-olah ia melihat pelawak nomor satu di Korea sedang beratraksi di depannya.

Perlahan, Ariel menghentikan tawanya dan mulai memandang serius ke arah Kyungsoo, “Bahkan, Clinton jauh lebih parah daripada Jong In. Saat kuliah di New York dulu, bahkan ada yang bilang jika dia sempat tinggal satu rumah dengan wanita,” ucap Ariel masih tertawa.

Kyungsoo mengernyitkan dahinya. Benarkah Clinton Lau separah itu? Padahal, dimatanya Clinton pria dingin yang berwibawa. Tapi..tunggu, disini ia ingin membahas Jong In, bukan Clinton.

“Hey, kenapa wajahmu begitu? Kau percaya dengan ucapanku?” Ariel lagi-lagi tertawa keras yang membuat Kyungsoo semakin…bingung. gadis ini ternyata mudah tertawa, “Aku bohong! Mana mungkin dia tinggal dengan wanita sedangkan Uncle benar-benar sangat galak dan protektif padanya,”

Kyungsoo mendesah panjang. Sepertinya Jong In salah minum obat, atau kepalanya terbentur di suatu tempat yang membuatnya salah lihat soal gadis ini. Ariel sama sekali bukan tipe Jong In.

Tapi informasi yang didapat Kyungsoo adalah, bahwa Ariel menganggap Jong In adalah player yang cukup parah. Mengingat bagaimana caranya membandingkan tadi.

“Jika Jong In mengajakmu berkencan, apa kau mau?”

Ariel yang masih sedikit tertawa mendadak menghentikan tawanya dan menatap tajam ke arah Kyungsoo. Dan lagi-lagi Kyungsoo merasa tersudutkan oleh tatapan, sikap dan semua yang dilakukan Ariel padanya.

Tapi kemudian, Ariel justru kembali menulis dengan mendesah pelan.

“Dia tidak seperti dulu lagi. aku lihat, justru dia tidak mendekati hoobae (junior) nya. Padahal fans nya bertambah banyak sekarang,”

Kyungsoo menautkan alisnya bingung. Wow. Sepertinya Ariel tidak menganggap Jong In sebrengsek itu.

“Jadi, kau akan menerimanya jika itu terjadi?”

Kyungsoo memundurkan tubuhnya saat Ariel mendekat ke arahnya, “Kau ingin penggemarnya membunuhku karena melihatku berkencan dengan Jong In?”

Kyungsoo terkekeh pelan, “Why not? If he loves you, or you love him, tha is not a problem,”

“No no no. I don’t interest. Dia pasti hanya bermain-main denganku,”

“Jika dia serius?”

“Tidak ada yang tahu,”

“Tapi…”

“Hai Ariel,”

Kyungsoo langsung mengatupkan mulutnya dan mendongak ke arah Luhan yang tiba-tiba muncul dengan senyuman khas-nya. Dan laki-laki itu tersenyum pada Ariel yang juga mendongak ke arah Luhan. Aish, apa-apaan pria cantik ini? Kenapa dia muncul disaat-saat yang penting?

“Hai,” Ariel balas menyapa. Dan juga balas tersenyum.

“Boleh aku duduk disini? Aku ingin minta bantuanmu,” kata Luhan sambil masih tersenyum.

Kyungsoo mendengus malas. Inilah taktik para anggota gank-nya, selalu menebar pesona pada gadis-gadis yang menjadi incaran…tunggu! kyungsoo langsung memutar kepalanya ke arah Luhan, kembali memperhatikan Luhan dengan lebih mendetail. Cara laki-laki itu tersenyum…

“Tentu. Aku punya hutang budi padamu,” Ariel masih berduara riang.

“Kau bisa menjelaskan padaku tentang bab ini, aku kurang mengerti. Kemarin caramu mempersentasikannya sangat bagus, sepertinya kau bisa menjelaskannya padaku.”

Dan dengan senang hati, Ariel mengangguk dan masih saja tersenyum. Membuat Luhan tidak tahan untuk tidak membalas senyum gadis itu.

“Kyungsoo, kau tidak masalah,kan?”

Kyungsoo mengerjapkan matanya saat Luhan balas menatapnya. Kemudian Kyungsoo menggeleng sambil tersenyum, “Tidak. Kau boleh meminjamnya sesuka hati, dia sudah mulai berisik tadi. Kau menyelamatkanku, Lu…”

Kyungsoo meringis saat ia merasakan kakinya di tendang oleh seseorang. Dan siapa lagi jika bukan gadis bar bar itu? Astaga… gadis ini benar-benar. Tapi sedetik berikutnya Kyungsoo menyeringai lebar. Ia suka adegan ini. Layaknya drama di TV, ia melihat kisah cinta segitiga terbentuk sempurna.

Tebakannya tidak akan meleset. Ia tahu tatapan Luhan, juga senyumannya itu.

Luhan menyukai Ariel. Ia yakin.

Ia heran, apa yang membuat 2 laki-laki tenar itu justru jatuh hati pada gadis culun asal Kanada itu?

 

***

 

Sejak tadi, Jong In terus mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada meja dengan resah. Meskipun guru bahasa mandarin di depan sana masih saja berkicau entah tentang apa, tapi Jong In sama sekali tidak bisa memasuki isi pembicaraan sang guru. Matanya malah terus termagnet pada kertas di depannya, kertas yang sudah di beri tulisan sejak setengah jam lalu.

Kali ini, iseng Jong In mencuri pandang ke belakang. Tepat ke arah gadis yang mengganggu pikirannya beberapa hari ini. Gadis yang belakangan sering diceritakan Taemin dalam rangka untuk mempermudah Jong In mendekati Ariel.

Dan gadis itu? Entah karena dia memang berdarah cina atau dia memang menyukai pelajaran ini, gadis itu terlihat santai dengan mata fokus pada guru didepan. Sangat terbalik jika guru bahasa inggris yang sedang membeo, gadis itu pasti selalu mendapat kesempatan untuk membaca novel atau mendengarkan musik.

Jong In mendengus pelan. Ia bisa gila jika terus seperti ini.

Jong In pun kembali memandang kertas didepannya. Hanya melempar ini. Ia hanya perlu melempar ini dan membiarkan Ariel membacanya, kemudian semua berjalan lancar…ya. ia harap begitu.

Setelah sekali lagi menoleh ke arah Ariel, dengan gugup akhirnya Jong In melemparkan kertas itu. Dalam hati ia terus berdoa, semoga semuanya berhasil. Ia tidak berniat main-main dengan seorang gadis sekarang, terutama pada Ariel Lau.

 

***

 

Zooey terperanjat kaget saat sebuah kertas tiba-tiba mendarat di mejanya. Dengan linlung, Zooey mencari-cari siapa yang melemparkan kertas itu padanya. Hingga ia mendapati gelagat ganjil dari Jong In. Bukan karena laki-laki itu tidak memperhatikan guru…tapi karena Jong In curi pandang ke arah belakang.

Apakah yang melemparnya Jong In? Mendadak, Zooey merasakan kupu-kupu beterbangan dari perutnya.

Zooey pun memutar kepalanya ke belakang. Tidak ada siapa-siapa lagi. di belakang bangkunya adalah bangku Ariel dan gadis itu sama sekali tidak terlihat terganggu konsentrasinya. Dan untuk gadis lainnya…sama. Jong In melihat ke arahnya.

Dan sepertinya Zooey gila sekarang, ia tiba-tiba tersenyum sendiri dengan tangan gemetar hebat saat membuka kertas itu. Ia tidak yakin dengan isinya, tapi apalagi yang akan dikatakan seorang pria dalam keadaan gugup begitu?

‘Tanggal 14 nanti, temui aku di belakang sekolah tepat jam pulang.’

Zooey hampir saja memekik kegirangan jika ia tidak bisa mengendalikan dirinya. Jong In mengajaknya bertemu? Di belakang sekolah? Astaga! Ini benar-benar hebat!

 

=TBC=

15/03/14 09:30PM

Iklan

2 thoughts on “Seoul Story (What is Love?) (5)

  1. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xue Han's Pen World

  2. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xue Han's Pen World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s