To You (10)

-part 10-

“Kalian sedang apa?” tanya Myungsoo mendekati Soohyun dan Suzy saat ia tanpa sengaja melihat sesuatu yang aneh dari gerak-grik mereka. Soohyun baru saja mendekatkan wajahnya ke arah Suzy. Entah melakukan apa, membisikkan sesuatu mungkin? Ternyata mereka jauh lebih akrab dari yang ia pikirkan.

Bukannya mendapat sahutan, ia justru disambut ekspresi pucat Suzy yang menatap kosong ke arah dinding didepannya –dan jarak dinding itu juga cukup jauh, juga Soohyun yang langsung menghindari tatapan Myungsoo. Seolah ada rahasia besar dan Myungsoo tidak boleh tahu.

“Hey, apa aku…”

“Kita pulang.”

Myungsoo menautkan alisnya saat Suzy langsung berbalik dan menarik lengannya, dan ia dapat merasakan tangan Suzy bergetar. Ada apa dengan Suzy?

“Hey, kau kenapa? Kita belum…”

“Kubilang pulang ya pulang!” Suzy langsung berbalik dan membentak Myungsoo dan membuatnya terlonjak kaget.

Kenapa gadis itu jadi marah-marah padanya? Myungsoo pun tersenyum singkat ke arah Soohyun yang menatap mereka datar dan langsung menyusul Suzy. Apa Soohyun dan Suzy bertengkar hebat? Atau mungkin sebelumnya emreka memang pernah punya masalah?

“Harusnya sejak awal aku tidak pernah kesini! Kau selalu tidak mendengarkanku! Aku tidak bisa bertemu dengannya, kau tahu?! Kau marah padaku karena aku menyebut Jong In saat aku mabuk, tapi kau sendiri sama sekali tidak mengerti bagaimana perasaan dan keadaanku! Kau…kau…”

Ucapan Suzy terhenti saat Myungsoo langsung menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. Myungsoo tidak tahu apakah ini benar atau tidak, Myungsoo juga tidak peduli jika Suzy tidak menyukai perlakuannya. Tapi entah kenapa Myungsoo selalu ingin memeluk gadis ini saat dia menangis, dan yang terparah Myungsoo selalu dikoyak rasa bersalah karena sudah membuat Suzy menangis…

Suzy harusnya memberontak. Ia harusnya menolak pelukan Myungsoo. Ia harusnya marah pada pria itu. Tapi nyatanya ia sama sekali tidak bisa melakukannya, tubuh gadis itu langsung melunak. Semua emosi yang membakarnya tadi kebas begitu saja. Seolah hilang tersiram kehangatan pelukan Myungsoo.

Suzy pun menangis di pelukan pria itu. Suzy tidak membenarkannya. Sungguh. Ia sama sekali ingin menolak perlakuan Myungsoo. Tapi kenyataannya Suzy merasa nyaman dipelukan pria itu, bahkan ia merasa membutuhkan seseorang untuk memeluknya. Dan Myungsoo melakukannya. Satu-satunya orang yang berada disisinya, satu-satunya orang yang bisa ia miliki di London saat ini hanya Myungsoo.

Soohyun yang menatap dari kejauhan hanya menatap datar dan tersenyum kecut. Sakit. Ada rasa sakit yang mengguncang dadanya. Ia merasa nyeri karena gadis yang ia cintai…begitu membencinya dan telah jatuh kepelukan orang lain. Bukan ke pelukannya…

 

***

 

“Kau tidak berniat merusak rumah tangga oranglain, kan?” tanya Nara sarkatis sembari duduk di tepi ranjang Soohyun. Pria itu beberapa menit lalu mengeluh soal susah tidur –lagi. insomnia yang terjadi jika pria itu sedang mengalami stress cukup berat.

Soohyun tersenyum miris tanpa memandang ke arah Nara. Kemudian pria itu duduk dan menerima air putih dan sebutir obat tidur. Nara sudah pernah mengomel tentang tidak baiknya meminum obat tidur –tepatnya membiasakan, tapi ia bisa apalagi?

“Cepat lambat mereka akan tetap jatuh cinta. Kau tidak lihat bagaimana besarnya perhatian yang diberikan Myungsoo?”

“Berhenti menyebut namanya.” Sergah Soohyun kesal sambil meletakkan gelasnya di atas nakas dengan kasar. Entah sejak kapan ia mulai tidak menyukai nama Myungsoo disebut-sebut, terlebih disematkan didekat nama Suzy. Itu benar-benar mengganggu telinganya.

“Kuharap kau tidak berniat merebut Suzy kembali. Dari caranya menatapmu, masih terlihat jelas dia masih menyukaimu.” Kata Nara lagi tanpa beranjak sedikitpun dari posisinya.

Soohyun hanya menghela napas panjang. Ia tahu. Tanpa diberitahupun ia sudah tahu mengenai hal itu, tentang Suzy dan dirinya yang tak bisa lagi bersatu. Tentang kesalahannya di masalalu, tentang kesakitan apa yang diberikannya pada Suzy. Ia tahu.

Tapi ia tidak tahu apakah ia bisa tetap hidup tanpa warna karena Suzy? Apakah ada yang bisa menjamin ia mampu melupakan Suzy begitu saja? Secepat dan semudah ia mengencani seorang gadis murahan yang ditemuinya di pub.

Dan sayangnya tidak. Ia hanya mencintai Suzy. Ia menginginkan gadis itu. Ia membutuhkan gadis itu.

“Bagaimana jika aku benar melakukannya?”

Nara membulatkan matanya kaget. Tentu saja ia menebak bagaimana cara berpikir Soohyun dan tepat sasaran, yang sayangnya juga melukai perasaan Nara.

“Kalau itu terjadi. Maka selamanya aku akan mundur dari kehidupanmu Soohyun-a,”

Soohyun langsung menatap Nara yang tengah tertunduk. Nara meninggalkannya?

 

***

 

Myungsoo pun menarik selimut Suzy hingga menutupi tubuhnya hingga dagu. Beberapa saat, ia hanya menatap wajah Suzy yang masih terlihat tidak baik, tapi jauh lebih tenang. Ia pun mendesah pelan.

Ia tidak tahu masalah gadis itu. Benar. Myungsoo memang bodoh. Dan yang lebih bodoh adalah, ketika ia tidak peka mengenai perasaan Soohyun dan Suzy. Saling menyukai?Mereka?Myungsoo tidak tahu detailnya dan juga belum mengerti sepenuhnya, tapi ia juga tidak bisa memaksa agar gadis itu mau angkat bicara.

Bukankah itu titik kelemahan Suzy? Bukankah itu titik menyakitkan baginya? Myungsoo sendiri memang agak merasa semua ini konyol. Mereka hanya adik kakak tiri. Saudara tiri bukankah bisa menikah? Lalu apa yang salah? Ia bahkan berpikir abeonim-nya akan merestui hubungan mereka mengingat bagaimana hebatnya Soohyun saat ini. Entah ia harus marah atau tidak. Ia tidak tahu.

Yeah ~ walaupun ia juga merasa tidak suka saat cerita Suzy tadi mengejar-ngejar telinganya. Terus terngiang dan benar-benar mengganggunya. Dan ia tiba-tiba berpikir untuk menahan Suzy selamanya dalam hidup mereka, membuatnya tetap terikat dengannya, melindunginya dan…terus berada disisinya.

Sama seperti ketika ia berharap Naeun lah yang berada di sisinya. Tapi untuk saat ini Myungsoo merasa siap untuk itu semua…memulainya dengan Suzy.

 

***

 

Suzy mengerjapkan matanya saat Myungsoo tiba-tiba mengajaknya berkencan hari ini. Perlukah ia memperjelasnya lagi? ‘berkencan’. Dan ayolah~ apakah kata itu pantas bagi pasangan suami-istri?

Dan Suzy benar-benar menyesal telah membahas Soohyun pada Myungsoo semalam. Mungkinkah ini…oke stop! Ia tidak ingin mengingat perasaan apa yang menerpa dirinya dan menjajahnya semalaman. Itu buruk.

“Kau…bercanda? berkencan?” dan ya. akhirnya Suzy hanya mengutarakan isi pikirannya. Ia tidak tahu harus beraksi seperti apa.

Myungsoo tersenyum kecil sambil mengangguk. Ia pun berjalan ke arah Suzy dengan sebuah baju hangat di tangannya. Kemudian tanpa aba-aba, pria itu langsung memakaikan baju hangat itu di tubuh Suzy.

“Kukira mempertahankanmu bukan ide buruk.” Bercanda. Sungguh, Myungsoo benar-benar bercanda. Tapi ia tidak mengelak ada bagian dalam dirinya yang bahagia ketika ia mengucapkannya.

“Lupakan soal Soohyun Hyung. Aku tidak peduli bagaimana masalah kalian dan…ya, semuanya. Tapi kuharap kau tidak menangis lagi karenaku, dan juga…kau mau berhenti menyebut nama Jong In.”

Suzy menaikkan sebelah alisnya. Senang. Suzy senang mendengarnya. Walaupun ia juga agak merasa lucu saat melihat ekspresi Myungsoo saat menyebut nama Jong In. lidahnya seperti berkata, “aku tidak suka dia”.

“Kenapa? Kau menyukaiku?” balas Suzy bercanda.

Dan sayangnya Myungsoo beraksi berlebihan. Wajahnya langsung memerah dan dia terlihat gugup. Sial sial sial…harusnya ia tetap bisa menjaga ekspresi wajahnya. Setidaknya di depan gadis itu…

“Benar kau menyukaiku? Astaga. Ciumanku ampuh juga…” sekali lagi Suzy bercanda. Melakukan hal itu dengan Myungsoo menyenangkan juga, sedikit bisa melepas beban yang memukul kepala dan dadanya secara bersamaan karena kejadian semalam.

Myungsoo yang mendengarnya mendelik sebal, “Sayangnya kau pernah memberikan semua itu pada laki-laki lain…”

Suzy tersenyum kecil dan melewati Myungsoo, “Sejak awal aku sudah memperingatkanmu. Aku bukan gadis baik-baik.”

Myungsoo mendengus pelan dan menelan ludahnya kembali. Ia bukan menyesal. Sungguh.

“Jadi, kita mau kemana?” tanya Suzy sambil mengikat tali sepatu kats-nya.

“Menurutmu?”

“Belanja?” tanya Suzy balik. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan daripada belanja.

Myungsoo mendengus pelan, “Dasar tukang belanja.”

 

***

 

Myungsoo mendesah untuk yang ke sekian kali. Bolehkan ia menyesal sekarang? Telah membiarkan Suzy memborong barang-barang mahal dan…entahlah. entah deskripsi apalagi yang tepat untuk dikatakannya. Yang ia tahu, Suzy pandai menghabiskan uang. Dan uang yang sedang dikeluarkan adalah mata uang poundsterling yang merupakan nilai mata uang tertinggi di dunia.

Myungsoo bersyukur, karena ayah mertuanya ia bisa sedikit ‘berpenghasilan’ yang juga cukup untuk ‘membiayai’ istrinya.

“Kau sudah membeli tas tadi,” sewot Myungsoo kesal sambil menunjuk tas yang baru di beli Suzy tadi. Tepat berada di tangannya.

Suzy hanya terkekeh, “Aku bahkan lupa rasanya belanja.”

Hey hey, jawaban apa itu? Gadis itu sama sekali tidak menggubrisnya? Manis sekali.

“Bae Sooji, kau…”

“Whoa~ ini cantik.” Suzy kembali memperhatikan sebuah tas ber-merk yang memiliki harga selangit. Oh dear…seingat Myungsoo gadis itu bahkan tidak pernah berkeliaran jauh di London. Tapi bagaimana bisa gadis itu tepat memasuki sebuah toko?

“Ini cantik, kan?” tanya Suzy meminta pendapat –kedengarannya. Padahal dia berbicara sendiri.

Myungsoo hanya menggeleng. Dan setelah melihat Suzy kembali menyentuh barang mahal, ia segera menariknya dan tak lupa menarik Suzy dari tempat itu secepatnya atau ia akan bangkrut hari itu juga.

“Yak yak…aku belum selesai.”

“Aku tidak sekaya ayahmu Sooji.” Myungsoo menatap kesal Suzy, ia bahkan bersyukur bisa memiliki sebuah restoran kecil di London yang bisa membuatnya tetap memiliki penghasilan sampingan selain menjadi arsitek.

Suzy mendengus kesal. Kesal karena kegiatan belanjanya berhenti dan…entahlah. yang pasti ia kesal. Walaupun agak sedikit bersalah karena melupakan status dirinya sebagai Nyonya Kim dan bukan Nona Bae yang bisa membeli apapun sesuka hati tanpa memperhatikan harga. Sebagai anak tunggal, Suzy selalu mendapat apa yang ia mau. Dan mungkin semuanya akan berakhir…sekarang.

Suzy hampir angkat suara untuk meminta maaf pada Myungsoo, tapi jantungnya seperti berhenti berdetak beberapa saat ketika Myungsoo membungkam bibirnya dengan bibir Myungsoo. Suzy tidak tahu harus bereaksi seperti apa, dan lagi ini adalah tempat umum. Dan yang jauh lebih memuakkan dari semua ini adalah ia tidak bisa bergerak…dan justru membiarkan ketika bibir Myungsoo mulai bergerak.

Soohyun tersenyum hambar melihat pemandangan itu. Entah sengaja atau bukan, tapi ia benar-benar terlalu terkejut dengan apa yang dilakukan Myungsoo. Dia bukan tipe orang yang senang melakukan hal-hal seperti itu di tempat ramai. Tapi dengan santainya ia melakukan itu? Tepat di depan pelataran toko?

Suzy menarik napas panjang ketika Myungsoo sudah menjauhkan wajahnya. Pria mesum gila, menyebalkan dan….brengsek.

“Kau…apa yang…”

“Aku tidak ingin kehilanganmu dan melihatmu menangis lagi. jadi, ikuti alurku…” bisik Myungsoo dengan tatapan tajamnya. Ia serius. Ia…tidak ingin kehilangan Suzy.

Soohyun berjalan pelan ke arah sepasang insan yang tenggelam dalam dunia mereka. Dan ia hanya tersenyum tipis saat Myungsoo menyapanya, dan membuat Suzy terpaksa berbalik dan kembali menatapnya dan juga ditatapnya.

Suzy mendesah pelan,“Aku selalu merindukanmu. Anggap saja itu bohong. Dan aku selalu ingin memperbaiki semua ini, anggap itu lelucon. Dan aku…masih mencintaimu, anggap saja kau tidak mendengar apapun.”

Dan sayangnya Suzy tahu Soohyun tidak berbohong. Suzy tahu Soohyun tidak pandai membuat lelucon, dan ia mendengarnya…Soohyun masih mencintainya. Sama seperti dirinya yang masih menyimpan semua perasaan itu dalam diam yang ditindih rasa kecewanya.

 

=TBC=

03/05/14 09:12PM

Iklan

6 thoughts on “To You (10)

  1. Apa Myungsoo akan benar2 mempertahankan Suzy, kenapa rasanya belum bisa percaya pada Myungsoo. Dan apakah Soohyun akan merebut Suzy kembali. Next partnya sangat ditunggu, thanks^^

    Suka

  2. Ayo Myungpa taklukan hati zyeonn ,buat dia jatuh cinta padamu.
    Dan smoga ketika smw itu brhasil dan MYUNGZY udh saling mncintai
    si naeun gk bakaln muncul lagi
    heol q gk suka kalo dia mincul lagi

    next.a thor ditunggu Fighting

    Suka

  3. Seriusk Myung dngan ucpanny, jika hatiny saja masih trpaut dngan Naeun? Jika tidak, btapa kecewa dan trsakiti Suzy!
    Soo Hyun juga nih, udah tau kalau Suzy ga suka brtmu dnganny, tapi ttp kras kpala, dan itu mmbuat Suzy smakin antipati padanya!
    Next Thor! ^^

    Suka

  4. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xue Han's Pen World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s