To You (11)

-part 11-

Sore ini, Jong In kembali dengan rutinitas hariannya. Setelah selesai mengajar di sekolah musik, ia akan langsung meluncur ke club yang biasa ia datangi. Menjadi DJ. Entah sejak kapan ia tertarik dengan pekerjaan ini, karena dulu saat ditawari ia menolak mentah-mentah karena Suzy yang memintanya.

Ah benar, mungkin Suzy juga adalah alasannya. Dulu ia lebih suka mendengarkan cerita gadis itu ketimbang memiliki pekerjaan malam. Tapi sekarang gadis itu bahkan tak bisa dihubungi. Bahkan sudah melupakannya, mungkin?

Setelah insiden dirinya dipukuli Myungsoo, Suzy memintanya untuk tak menemuinya lagi.

Jong In tersenyum kecut. Hidup memang penuh kejutan. Begitu mudah ia dan Suzy dipertemukan dan juga dipisahkan. Mirip seperti drama picisan di TV. Bedanya, mungkin takdir tidak semanis itu…

“Jong In-a, seseorang mencarimu.” Kata resepsionis Nana di balik meja kerjanya.

Jong In berhenti melangkah dan menoleh ke arah Nana, “Mencariku? Siapa?”

Aneh. Bahkan Jong In tidak merasa tidak memiliki janji dengan siapapun. Mengingat orang yang akan menemuinya pasti akan memberitahunya terlebih dulu.

Gadis berambut sebahu itu mengedikkan bahunya, “Mereka menunggumu di luar.”

Dengan rasa penasaran, Jong In pun berjalan keluar untuk mencari seseorang yang mau repot-repot mencarinya tanpa janji. Baiklah, ia bukan orang sepenting itu. Tapi bisa dikatakan orang yang tahu kegiatannya secara penuh hanya Suzy, sedangkan gadis itu tak lagi berada di Korea.

Well, Jiyeon? Itu jauh lebih tidak mungkin. Mengingat gadis itu sangat tidak menyukainya dan tidak ada alasan bagus bagi Jiyeon untuk mencarinya.

Jong In mengernyit saat melihat seorang pria berjas hitam dan berpenampilan rapi tengah berdiri di sisi pintu mobilnya. Dengan ragu, Jong In mendekati pria yang ia perkirakan berumur sekitar 25 tahun itu.

Setelah menyadari keberadaan Jong In, pria itu langsung menegakkan tubuhnya dan memandangi Jong In dari bawah sampai atas. Seolah meneliti siapa yang sedangd itemuinya ini, walaupun Jong In cukup tersinggung dengan tatapan pria itu.

“Kau Kim Jong In?” tanya pria itua khirnya yang dibalas anggukkan.

“Kau mencariku? Kau siapa? Ada apa mencariku?” tanya Jong In dengan bahasa informalnya. Seperti kebiasaannya, melepaskan tatakrama yang mendarah daging di Korea yang menurut Jong In itu berlebihan.

Pria itu sedikit menautkan alisnya tidak suka. Tidak sopan. Tentu saja. Apalagi dimata pria itu Jong In terlihat lebih muda darinya.

“Ada yang ingin kubicarakan. Kau ada waktu? Ini mengenai Kim Myungsoo.”

Siapa? Siapa katanya? Kim Myungsoo? Otak Jong In langsung berputar cepat. Suami Suzy maksudnya?

“Kenapa kau menanyakan Myungsoo?” balas Jong In dengan nada tak acuhnya.

Pria itu mendesah pelan, ia harus sedikit lebih bersabar menghadapi pemuda yang terlihat berantakan itu.

“Aku mohon, aku membutuhkan informasi tentangnya. Dia yang menikah dengan Nona Suzy, bukan?”

Wah wah…hebat sekali pria itu bisa mengetahui gadis yang dicintainya juga.

“Kurasa tidak ada informasi yang dapat kusampaikan. Aku sibuk. Semoga kita tak bertemu kembali.” Sahut Jong In acuh dan langsung meninggalkan pria itu.

“Adikku Sonh Naeun…perlu bertemu Myungsoo. Kau tahu dimana mereka, kan?”

Kaki Jong In langsung berhenti melangkah. Ia tidak langsung berbalik. Jadi ini soal Myungsoo? Aneh sekali. Harusnya ia menjadi sumber informasi Suzy, bukan Myungsoo. Mana ia tahu soal pria yang Suzy bilang sebagai anak angkat ayah Suzy itu?

 

***

 

“Tumben kau tidak memesan alkohol. Bukankah itu minuman favoritmu?” tanya Soohyun dengan sudut bibir sedikit terangkat. Hanya basa-basi, ia merasa momen kali ini terlampau kaku.

Suzy mengangkat kepalanya sedikit, “Aku…”

“Dia tidak lagi minum alkohol. Itu tidak bagus untuk tubuhnya.” Sela Myungsoo cepat yang dijawab anggukkan Soohyun dan tatapan tanya Suzy.

Entah kenapa Suzy merasa terganggu dengan sikap aneh Myungsoo hari ini. Tidak tidak. Tepatnya sejak semalam, atau mungkin beberapa hari kemarin? Sejak ia membahas soal kata ‘cerai’ yang merambat pada ‘Jong In’ dan terakhir insiden di depan toko tadi…ugh! itu memalukan!

“Hebat. Setahuku hanya Dongho yang selalu didengarnya. Bagaimana kabarnya sekarang?” tanya Soohyun lagi.

Suzy mendengus pelan, ia…ingin lari dari tempat itu. Sekarang juga.

“Baik. Dia baik…”

“Baguslah. Aku ingin bertemu lagi dengannya.”

Suzy tersenyum kecut, bertemu lagi dengannya? Dihajar oleh Dongho maksudnya? Lucu sekali. Ia ingat bagaimana Dongho mengamuk dan menghajar Soohyun dengan membabi-buta, melupakan bahwa Soohyun lebih tua darinya dan sudah berstatus mahasiswa.

Suzy mendengus pelan. Lihat. Ingatannya yang kurang ajar ini hanya senang berputar-putar pada momen buruk itu…atau mungkin Soohyun hanya memiliki momen buruk itu dengannya.

“Jadi, kau juga dekat dengan Dongho?” sambung Myungsoo cepat saat Suzy tak memberi reaksi apa-apa dan hanya menatap kosong makanannya. Sepertinya, masalah yang dimiliki Suzy cukup rumit mengingat setiap reaksi yang keluar dari gadis itu jika semua sudah berhubungan dengan Soohyun-Dongho-Jong In. errr. Apakah ada pria lain lagi yang perlu ia sebutkan?

Soohyun melirik ke arah Myungsoo, “Tidak juga. Hanya pernah bertemu dengannya. Momen yang manis…”

Mendengar itu Suzy langsung tersedak. Gadis itu rupanya mendengarkan.

Dengan cepat Myungsoo menyodorkan minuman dan langsungd iterima Suzy, detik berikutnya gadis itu sudah menatap kesal Soohyun yang terus saja membahas masalah itu…tapi ia urung mengeluarkan rasa kesalnya. Percayalah. Ia tahu arti tatapan yang sedang diberikan Soohyun saat ini.

“Sooji-ya, bagaimana jika kita mengadakan reuni lagi dengan Dongho? Atau mungkin dengan Jong In? aku ingin bertemu dengannya…”

Mendengar itu, Suzy kehilangan kontrol dan menyiram wajah Soohyun dengan minuman yang berada tepat di depannya. Tidak. Sudah cukup. Ia merasa bersyukur bisa melupakan semuanya dan sekarang dengan terang-terangan Soohyun ingin membuatnya gila?

“Sooji-ya…” Myungsoo langsung menahan lengan Suzy yang langsung ditepis gadis itu.

“Apa maumu Soohyun-a? Kau ingin bertemu dengan Dongho lagi? dihajarnya lagi? dan Jong In? kau ingin ia menyuntikkan semua obat-obatan yang ia miliki untuk membuatmu overdosis dan mati?” balas Suzy sarkatis tanpa pedulid engan semua mata yang tengah melihat ke arahnya.

Myungsoo memejamkan matanya. Ia bersyukur kemungkinan orang akan mengerti apa yang diucapkannya sangat kecil. Ia langsung berdiri dan menarik Suzy, tapi gadis itu tak bergeming dan melepas tangan Myungsoo.

“Kau tidak pernah mendengar penjelasanku Bae Sooji. Aku selalu mengiyakan kesalahan yang ditimpakan padaku. Tapi kau tidak tahu kebenarannya, kan?”

Airmata Suzy lolos begitu saja. Benar. Pria itu benar. Ia tidak pernah mendengarkan Soohyun. Ia tidak pernah tahu alasan ataupun cerita yang sebenarnya ataupun klarifikasi kejadian itu. Kejadian saat ia kehilangan hal terpenting baginya. Teman-teman Soohyun, ia ingat itu. Saat Soohyun tiba-tiba mengirimnya sms untuk menemuinya…yang ternyata tidak ada Soohyun disana.

“Apakah aku lupa mengatakan bahwa…aku menyukaimu? Aku membalas perasaanmu Sooji-ya, alasan kenapa aku menerima keberadaanmu. Aku tidak peduli dengan ayah tiriku, aku tidak peduli dengan kekayaan yang dimiliki keluargamu. Kau…kau yang membuatku tahu bagaimana perasaan cinta yang diumbar lewat cerita murahan yang sering kudengar. Kau lupa dengan perasaanmu Sooji?”

Tidak. Hati kecil Suzy menjerit. Ia tidak pernah lupa. Ia ingat ia begitu mencintai Soohyun. Ia ingat bagaiman semua orang berusaha membuatnya melupakan Soohyun…dan ia juga tahu, Soohyun mncintainya meskipun pria iatu tak pernah secara langsung mengatakan padanya.

“Hyung…dia istriku…”

“Dan dia seseorang yang aku cintai,” mata Soohyun beralih pada Myungsoo, “Dan bisa saja dia berakhir padaku jika dia mau mendengarkanku.”

“Aku tidak pernah mau mendengarkanmu Soohyun-a,”

“Kau mengenalku dengan baik,” Soohyun pun bangkit dari kursinya, “Kau tahu kapan aku berbohong dan jujur. Dan kau juga tidak buta soal perasaanku. Kan?”

Suzy mengerjapkan matanya saat Soohyun sudah menempelkan bibirnya tepat di bibir Suzy, hanya bebberapa detik sampai Myungsoo kehilangan kesabrannya dan langsung menghajar Soohyun hingga terpental ke belakang.

“BERHENTI DENGAN SIKAP KURANG AJARMU HYUNG!!!”

“Myungsoo-ya,” Suzy langsung menahan lengan Myungsoo. Ia ingat bagaimana Myungsoo membuat Jong In babak belur dulu, dan ia tidak ingin melihat Soohyun terlupa seperti Jong In…

Myungsoo langsung menoleh ke arah Suzy, “Kenapa? Kau lebih memilihnya?” tanya Myungsoo dengan nada dingin. Ia benar-benar dibuat sakit kepala dengan semua pria yang mengelilingi hidup istrinya…dan mereka muncul tepat saat Myungsoo berpikir…bahwa ia bisa mencintai Suzy seutuhnya.

“Kita pulang. Jebal…” lirih Suzy kemudian. Ia sudah pernah mengatakannya, kan? Tumpuannya saat ini hanya Myungsoo.

 

***

 

Suzy menghembuskan napasnya saat Myungsoo mengerem mendadak mobilnya dan menatap kesal ke arah Suzy, ia ingin menuntut penjelasan lebih. Tidak mungkin hanya sesimpel Soohyun menyukai Suzy. Tidak. Ia yakin masalah mereka bukan itu.

“Jelaskan padaku, semuanya….” desis Myungsoo yang membuat Suzy ngeri. Ia benci saat Myungsoo menatapnya tajam seperti itu, Suzy tidak suka saat Myungsoo berbicara dengan nada dinginnya itu.

 

***

 

Jong In mendengus pelan dan memalingkan wajahnya dari sosok gadis yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit itu. Dan untuk yang kesekian kali ia menghembuskan napas beratnya. shit…seandainya ia punya hati iblis, ia mungkin tidak perlu kasihan pada gadis bernama Naeun itu.

“Jadi, kau percaya padaku?” tanya pria yang sejak tadi terus memaksanya untuk memberi informasi mengenai Myungsoo.

“Aku tidak mengenal Myungsoo,” pria itu menoleh ke arah Jong In, “Dan jika aku mengenalnya pun, dia bukan urusanku. Segala urusan yang berhubungan dengannya, sama sekali bukan urusanku.”

“Kau tidak melihat keadaan adikku?”

“Dan kau ingin melihat bagaimana keadaanku?” balas Jong In dengan nada perih yang kentara. Mati-matian ia melupakan Suzy dan pria ini seenaknya ingin mencari tahu mengenai ‘keluarga Kim’ yang sekarang menetap di London?

Merusak keluarga Suzy. Dan ia tidak mau ambil resiko ini…

“Kumohon. Aku tidak ingin melakukan kekerasan, karena aku bisa melakukannya untuk mendapatkan informasi itu…”

Jong In terkekeh meremehkan, “Kau kira kau sedang berhadapan dengan pelajar SMA yang mudah digertak? Maaf Tuan Muda Sonh, tapi aku bukan pria seperti itu. Kau bisa menghajarku hingga mati, tapi sekali lagi kutekankan. Kim Myungsoo sama sekali bukan urusanku. Termasuk gadis itu.”

Pria itu menatap kosong wajah Jong In dengan perasaan frustasi, ia benar-benar akan dibuat gila karena pria bernama Myungsoo itu.

“Kalau begitu, kau kenal Park Jiyeon? Kudengar dia…”

BUGH!

Jong In langsung melayangkan tinjunya ke arah hidung pria itu, “Jangan pernah ganggu siapapun yang berhubungan dengan Suzy. Kau mengerti?”

 

=TBC=

06/05/14 10:07PM

Iklan

7 thoughts on “To You (11)

  1. Ihh sebel nanti pasti.a son naeun itu bakaln ngambil myungpa
    apalgi si son itu kek.a lgi sakit
    aishh dan myungpakan msih cinta sma son itu ,dan pasti.a myungpa bakaln panik trus lngsung deh lari ke si son itu #eoh
    udhlah si son itu dibuat mati jj,sebel q ya meskipun disini dia gk salah” apa sih tpi q udh trlanjur gk suka sma orang itu
    next.a ditunggu thor Fighting

    Disukai oleh 1 orang

  2. Soohyun nekat bangt sih nyium Suzy d dpan Myung! Tntu aja Myung marah, dan Suzy yg kna getah akibtw tindakan Soohyun dari Myung!
    Sebl bangt liat Son brsaudara! Ga bisa apa liat rumah tangga MyungZy tnang?
    Tsk!
    Jongin kasihn dh, hatiny jadi luntang lantung krn d putsin Suzy!
    Next Thor! ^^

    Suka

  3. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xue Han's Pen World

  4. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xue Han's Pen World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s