To You (12)

-part 12-

 

(flashback)

“Jiyeon-a, lihat! Soohyun oppa mengajakku bertemu!” pekik Suzy girang sambil memamerkan ponselnya ke arah Jiyeon.

Jiyeon hanya tersenyum sekilas dan kembali bergelut dengan buku tugasnya. Ia sedang tidak berselera untuk menunda tugas lagi –apalagi setelah insiden pagi ini yang membuatnya harus duduk di koridor kelasnya sambil mengangkat tangan. Itu cukup memalukan dan Jiyeon benar-benar tidak mau mengulanginya lagi.

Sdangkan Suzy sudah kembali tenggelam dalam dunianya sendiri, ia langsung membalas sms singkat yang diberikan Soohyun dan dengan cepat pula ia membereskan barang-barangnya. Untungnya ia tidak ada kegiatan lain, membuatnya tidak perlu menunda-nunda lagi ajakan Soohyun.

“Kau tidak lupa? Ibumu baru pulang hari ini,”

Bukan hanya Suzy, tapi Jiyeon juga ikut menoleh ke arah Dongho yang bicara dengan nada keras itu. Dan mereka sama-sama tahu, Dongho bicara pada Suzy yang baru akan membuka pintu kelasnya.

Suzy mendengus pelan, “Katakan padanya, aku akan pulanga gak terlambat.” Jawabnya seadanya. Kemudian, ia langsung menggeser pintu kelasnya dan melesat pergi. Meskipun Suzy tidak begitu menyukai Dongho karena sikap dinginnya terhadap Suzy, tapi Suzy jauh lebih terganggu jika Dongho sudah ikut campur urusannya.

Untungnya, Dongho bukan tipe orang yang suka mengadu. Jika Dongho pengadu, Suzy pasti sudah mendekam di dalam rumahnya dengan keadaan menyedihkan. Ayahnya akan merecokinya terus dan mengurangi uang bulanannya. Dan yang terparah, mungkin semua orang akan menyalahkan Soohyun.

Dan Suzy bersyukur hal itu tidak terjadi…

 

***

 

“Soohyun-a, adikmu tidak akan datang?” tanya Kwon Ji Young sambil menepuk ringan bahu Soohyun. Soohyun menoleh sekilas dan tersenyum kecil.

“Kurasa tidak. Dia harus mengerjakan PR-nya dengan benar.” Jawab Soohyun asal. Suzy memang mewarisi otak cerdas ayahnya, tapi Soohyun tahu semalas apapun gadis itu pada kata belajar, ia pasti akan mendapatkan nilai yang bagus. Dan tentunya Soohyun hanya beralibi soal Suzy barusan.

“Jinjja?” hirau Ji Young sambil meneguk bir milik Soohyun, “Kalau begitu, boleh kami pergi bersama? Dia kan sudah menjadi anggota kita…” lanjutnya dengan sneyum tipis yang tersungging dibibirnya.

Beberapa teman Soohyun lainnya langsung menyahut satu perastu. Menyetujui statement yang baru saja dikeluarkan Ji Young barusan. Suzy adalah anggota gank-nya. Dan…sayangnya Soohyun tidak pernah berpikir begitu.

“Memangnya kau mau membawanya kemana?” tanya Soohyun curiga. Meskipun sudah lama mengenal Ji Young selaku ketua gank-mereka, tapi Soohyun tidak pernah benar-benar percaya pada laki-laki itu. Entah kenapa, tapi hati kecilnya menolak untuk percaya sepenuhnya.

Dan tiba dia ingin pergi mengajak Suzy? Apakah sah jika Soohyun sedikit curiga pada pria itu?

Ji Young kembali tersenyum tipis, “Hanya berpesta kecil. Bagaimana?”

 

***

 

“Kau bercanda? Bagaimana bisa kau membiarkan Ji Young berpesta dengan Suzy sedangkan kau tidak ada disana?”s protes Nara ssebelum Soohyun memakai helm-nya.

Pria itu hanya mengedikkan bahunya, “Aku percayakan adikku padamu Nara-ya.”

Nara terkekeh meremehkan, “Aku tetap perempuan jika kau lupa Kim Soohyun. Aku tidak bis amenjamin apakah pacarmu itu akan baik-baik saja atau tidak jika kau tidak disini.”

Soohyun mendengus pelan, ia juga sama ragunya. Tapi tidak percaya pada Jiyoung rasanya aneh. Walaupun ia juga memiliki perasaan tidak yakin yang cukup besar.

“Bukankah kau sudah mengenal Ji Young sangat lama?”

“Justru karena aku mengenalnya…aku tidak yakin padanya.”

Soohyun tersenyum dan mengacak rambut Nara, “Ayahnya seseorang yang bersenjata. Aku yakin Jiyoung takkan macam-macam. Jika ada apa-apa, telpona ku saja.”

Nara mengangguk malas, “Baiklah. Nanti aku juga akan menelponmu, ada yang harus kubicarakan.”

Soohyun mengangguk. Ia pun langsung menutup kaca helm-nya dan langsung melajukan motornya. Dalam hati ia berdoa, semoga kecurigaan Nara dan Soohyun sama-sama tidak beralasan…

 

***

 

“Nara eonni!”

Nara mendongak dan tersenyum saat mendapati Suzy tersenyum ke arahnya, “Kau sudah datang?” Nara balas menyapa meskipun hanya setengah berbasa-basi. Ia tidak benar-benar suka menyapa seseorang, terlebih ia tidak berpikir Suzy adalah bagian dari teman-temannya.

“Kau tidak masuk eonni?” tanya Suzy sebelum ia membuka sebuah pintu did epannya. Nara menoleh ke belakang dan menggeleng kecil, “Aku tidak bisa mengerjakan tugas kuliahku sambil berpesta. Kau tahu mereka, kan? Mereka tidak akan bisa diam..”

Suzy mengangguk mengerti, benar juga. Teman-teman Soohyun oppa-nya tidak bisa berhenti mengganggu satu sama lain. Dan Nara tidak mungkin mengerjakan tugas didalam, kan?

“Baiklah, kalau begitu aku masuk.”

Nara mengangguk dan kembali fokus pada laptopnya. Ia tak habis pikir, bagaimana bisa Soohyun tertarik pada gadis lugu seperti itu? Dan yang lebih tega, Soohyun membuat gadis lugu itu menjadi pemakai, peminum, dan juga perokok. Atau mungkin…Soohyun yang terlalu mempesona sampai-sampai gadis itu bisa dipengaruhi.

 

***

 

Jiyeon menutup mulutnya dan menguap untuk yang kesekian kali. Astaga, hari ini ternya benar-benar hari yang melelahkan. Jiyeon pun menggeleng dan memfokuskan matanya, ia harus fokus menyebrang –meskipun lampur merah bagi penyebrang itu terasa menyebalkan karena belum berubah hijau.

Jiyeon pun menoleh ke kanan dan kiri jalan raya. Aneh, tumben sekali jalanan agak sepi hari ini. Ralat, tepatnya malam ini. Padahal, setahunya jalan ini hampir selalu padat karena pengguna kendaraan yang terus bertambah.

Dan mata Jiyeon langsung terkunci pada sosok yang berdiri di sebrang jalan. Ia langsung menyipitkan matanya.

Hey! Bukankah itu Kim Soohyun? Kakak tiri Suzy yang…

Tunggu…bukankah harusnya Soohyun berada di ‘tempat’nya bersama Suzy dan teman-teman Soohyun yang lainnya? Tapi kenapa pria itu malah keluar dari toko komputer…

Jiyeon pun mengigit bibir bawahnya. Apakah tepat jika Jiyeon khawatir sekarang? Baiklah, Suzy memang sudah lama bergabung –tidak, tepatnya mengenal teman-teman Soohyun itu. Tapi dari semua orang yang Jiyeon tahu, Soohyun hanya satu-satunya yang ia percaya.

Percayalah, mereka para orang-orang brutal yang benar-benar seperti sampah jalanan…bersama Suzy?

Refleks, Jiyeon mengambil ponselnya dan menghubungi sebuah nomor.

“Dongho-ya…kenapa Suzy tidak bersama Soohyun, ya? kulihat Soohyun Oppa baru keluar dari toko komputer…”

 

***

 

Suzy mengernyitkan dahinya. Ia sudah 15 menit disini, bersama dengan teman-teman oppa-nya. Tapi ia sama sekali tidak menemukan Soohyun disana. Padahal, ia mau datang kemari karena Soohyun yang mengajaknya.

“Suzy-ya, kau mau minum?” tawar Jiyoung sambil menyodorkan segelas minuman ke arah Suzy.

Suzy hanya menggeleng, “Orangtuaku pulang malam ini. Aku tidak boleh ketahuan mabuk,” sahut Suzy jujur. Dan itulah kenyataannya, ia tidak bisa ketahuan jika ia…sedikit lebih ‘nakal’ dari yang orangtuanya tahu.

Jiyoung terkekeh pelan, “Cobalah…bukankah biasanya juga kau selalu meminumnya, eo?”

Suzy kembali menggeleng. “Aku tidak bis aoppa, maaf…”

Suzy pun mengerucutkan bibirnya, mengesalkan saja. Kenapa juga Soohyun malah tidak ada disini? Harusnya dia ada disini jika dia yang mengajak Suzy kemari, kan?

Suzy pun bangun dari kursinya dan berjalan ke tempat yang lebih sepi. Balkon gedung tua itu. Ia harus menelpon Soohyun dan menanyakan keberadaannya, enak saja pria itu mau mengerjainya seperti ini. Tidak lucu sekali, kan?

Suzy tersenyum kecil saat angin malam menerpa wajahnya perlahan. Dan ini salah satu yang ia sukai dari tempat ini, ia akan selalu merasa terlepas dari bebannya jika ia sudah berada di tempat ini.

Suzy hampir saja melepaskan ponselnya saat sebuah tangan tiba-tiba melingkar di pinggangnya. Dan tepat saat itu aroma alkohol menyeruak ke hidunya, seolah memaksanya untuk sadar bahwaia tidak dalam posisi bagus saat ini.

“Ji…Jiyoung oppa, apa yang kau…”

“Sst…jangan bersisik. Biarkan seperti ini, hmm?”

Suzy tersentak saat dengan beraninya pria itu menyelusupkan wajahnya diantara lehernya dengan lingkaran tangannya yang semakin menguat di tubuhnya.

“O…oppa…jebal…”

“Aku…menginginkanmu…”

Suzy langsung menendang kaki Jiyoung dan menjauh dari pria yang mulai mabuk itu.Pikiran Suzy benar-benar kacau sekarang, seharusnya ia tidak disini. Harusnya ada Soohyun kalaupun ia berada disini.

“O…oppa…jangan mendekat…”

Suzy terus melangkah mundur saat Jiyoung menyeringai kecil dan terus berjalan mendekatinya.

Tuhan…tolong aku…

 

(flashback end)

***

 

Myungsoo menarik selimut putih itu sampai ke batas dagu Suzy. Ia hampir tidak bisa mengatakan apapun saat Suzy kembali menangis setelah menceritakan potongan kisah masalalunya…

Myungsoo mendengus pelan. Ia bukannya tidak tahu jika Soohyun memang tinggal dengan seorang wanita di apartemennya –bahkan ia juga mengenal wanita itu. Myungsoo juga tahu jika Soohyun juga seorang player yang membuatnya…tidak bisa mengomentari apapun.

Well, semua itu pilihan Soohyun dan dirinya sama sekali tidak ada hak untuk mengatur Soohyun selama itu tidak mengusiknya.

Dan sayangnya kali ini nama Soohyun mengusik hidupnya lagi.

Ini bukan hanya mengenai masalalu Suzy…tapi juga perasaan Suzy pada pria itu. Suzy mencintai Kim Soohyun. Dan seharusnya Myungsoo menyadarinya bahkan sebelum Suzy mengatakannya…

Dan entah kenapa, sekarang iajustru merasa terluka dengan semua pengakuan Suzy.

Terlebih jika ia mengingat fakta bahwa, Soohyun juga masih mencintai Suzy.

 

=TBC=

08/05/14 09:54PM

Iklan

7 thoughts on “To You (12)

  1. Omo jdi gara” itu zyeonn jdi mmbenci soohyun
    zyeonn lupain soohyun jj kan udh ada myungpa skarang
    dan myungpa awas jj klo qm masih mikirin si naeun kan skarang udh ada zyeonn
    authornim si naeun jgn dimunculin lgi ya
    next.a ditunggu Fighting

    Disukai oleh 1 orang

  2. Jadi begitu masa lalu Suzy dan Soohyun, semoga Myungsoo tidak meninggalkan Suzy di saat seperti ini karena hanya dia sandaran Suzy saat ini.

    Suka

  3. Trnyata bgitu y? Gegara kecerobohn Soohyun ngebiarin Suzy brgabung dngn Ji Young dan mmbuat sbuah ulah yg tdk mnyenangkan pada Suzy, sampai Suzy trauma, dasar Soohyun babo namja, nyia2in Suzy yg tlus padany, skarang kau trima sja karma atas prbuatan mu!
    Myung jangn tinggalin Suzy y, krn kalau Myung ninggalin Suzy, pasti Suzy smakin ga karuan!
    Next Thor!
    Keep hwaiting! ^^

    Suka

  4. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xue Han's Pen World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s