#18YearsOfMe Saat Cinta Selalu Pulang

images

Title     : Saat Cinta Selalu Pulang

Genre  : Romance

Main Cast: Kim Ji Hyun, Kim Jong Hyun as SHINee Jonghyun

Length : Ficlet

Rating : T

Auhtor : Chang Nidhyun (@nidariahs)

***

aku selalu ingin tahu, saat kita memulai cerita kita yang dimulai dari kata ‘aku’ dan ‘kamu’, pernahkan kau bertanya-tanya soal, bagaimanakah kita kedepannya? Kenapa akhirnya aku dan kamu bertemu? Sampai dimana batas cerita kita? Aku dan kamu, kita. Kim Ji Hyun dan Kim Jong Hyun.

Aku juga selalu ingin tahu, untuk siapa saja senyum manismu itu kau panahkan? Tidak. Aku tidak berkata kau punya senyum semanis Donghae yang menjadi idola di sekolah kita, aku juga tidak akan mau mengakui kau lebih tampan dari Choi Minho kapten club basket kita saat SMA dulu. hanya saja, kupikir aku selalu terbius tiap kali kau melemparkan senyummu itu.

Aku juga selalu penasaran, apakah kau pernah sekali saja merasa cemburu padaku? Maksudku…sama seperti ketika aku ingin sekali menumpahi minumanku di wajah Sekyung saat tahu ternyata dia berhasil mencurimu. Tidak. Dia bukan hanya mencurimu, dia mencuri perhatianmu, waktumu, tatapanmu, juga senyummu yang dulu kupikir hanya ada nama Ji Hyun di dalamnya.

Ah, aku menemukan satu jawaban. Kau pernah melemparkan senyum favorit itu pada Shin Se Kyung. Dan aku tidak akan mengingatnya terlalu lama, kau tidak akan pernah tahu bagaimana rasa kesal yang tidak habis-habisnya jika harus kutuliskan dalam selembar kertas.

Kita pernah berpisah. Aku tahu, baik aku ataupun kamu tidak pernah sama-sama mengikrarkan sebuah hubungan khusus. Kita hanya pergi kemanapun bersama, kita menonton film bersama, mengerjakan tugas bersama, memetik bunga di pekarangan rumah bibimu bersama, juga mencuri apel di halaman tetanggaku bersama. Segala bersama, apapun bersama.

Kita teman. Itu yang selalu kau ucapkan pada siapapun yang bertanya soal aku. Dana ku hanya balas tersenyum sambil membisikkan harapanku pada Tuhan, bisakah sekali saja hubungan kita bukan hanya sekedar teman? Maksudku, aku cukup penasarand engan hubungan yang dijalani oleh kakakku Jaejoong dengan kekasihnya, hubungan Dong Wook oppa dengan Han Byung Eonni yang menjadi pasangan favorit semasa sekolah dulu, atau setidaknya seperti hubunganmu dengan Sekyung.

Ya. awalnya aku selalu begitu, meskipuna ku tidak begitu yakin waktu yang menunjukkan kata ‘awalnya’ itu. Aku selalu ingin tahu dan penasaran, juga iri secara bersamaan. Tapi saat tahu kau malah menangis dan mengajakku bolos saat jam pelajaran olahraga setelah kau membicarakan sesuatud engan Sekyung, aku tahu ternyata sebuah hubungan juga berat.

Maksudku…lihat, bagaimana kau harus terlihat murung padahal ciaca Seoul sangat cerah saat itu. 2 sampai 3 minggu kau terlihat seperti bukan dirimu. Juga, kau pernah menangis untuknya. Untuk Sekyung yang malah terlihat sangat baik padahal kau memberikan tetes air matamu untuknya. Ada namanya di balik tangismu, dan di balik senyumnya tak ada namamu lagi.

Aku juga selalu bertanya-tanya, apakah namaku pernah tertulis di balik air matamu. Tidak. Aku tidak ingin menyakitimu atau pun terlihat seperti Sekyung yang sudah terlanjut merobek hatimu. Tapi menurutku, orang yang pernah tertulis di balik air mata seseorang adalah seseorang yang sangat berharga, penting, dan…entahlah.

Sampai di penghujung tahun sekolah kita, tepat saat acara perpisahan diselenggarakan Bulan Februari kala itu, kau bilang kau akan ikut ayahmu yang sedang menetap di Bangkok. Itu kabar terburuk yang pernah kudengar selama perjalanan hubungan kita.

Tidak ada kata aku, kamu, dan kita.

Itu buruk. Lebih buruk dari yang kukira ketika aku tahu tidak ada aku dalam kedua matamu, tidak ada alasan untukmu tersenyum padaku, tidak ada genggaman hangat yang selalu menemaniku kemana pun. Dan yang terparah dari itu semua, tidak ada aku dalam hatimu, ingatanmu, juga segalanya tentangmu.

Kau dengan orang lain, entah berapa banyak orang lain yang pernah mengisi catatan hidupmu. Aku tak pernah di sana dan kau juga tak pernah membuat aku ada di sana, di buku hidupmu.

Yeah, aku seperti harus menarik ulur segala perasaan yang pernah kubuat sepuitis mungkin dan juga kujaga sebisaku, bagaimana pun aku tidak ingin kita berakhir seperti kau dan Sekyung.

Dan yang menarik dari semuanya, ketika waktu telah berjalan jauh tanpa membawa dirimu di dalam waktuku, kau memukul hatiku dengan cincin yang melingkar cantik di salah satu jemarimu. Aku hancur. Aku tidak pernah memberi tahu siapapun aku hancur.

Hancur.

Berkeping.

Tak berbentuk.

Tidak ada air mata. Aku hanya diam dan tenggelam bersama lembaran kenangan kita yang kupikir…selamanya takkan pernah terulang lagi. kau tidak pernah pulang. Dan sejak tahu kau memiliki seseorang yang bisa merengkuh hatimu sebegitu sempurna, aku mundur.

Ya. aku mundur.

Dan bersiap dengan lembaran baru…

Di balik halaman lamaku, ada halaman baru yang siap kutulis tanpa namamu.

Tanpa ada aku, kamu, dan kita.

 

Tapi cinta tidak pernah begitu.

Takdir tidak pernah menuliskan aku, kamu, dan kita seperti itu. Kenangan itu seperti berlari mengejarku, memaksaku untuk kembali menulis namamu, Kim Jong Hyun, dalam lembaran baru yang pernah kuyakini takkan ada namamu didalamnya.

Tapi ternyata kau kembali. Tidak dengan seonggok kebahagiaan yang akan kembali meleburkan hatiku. Kau kembali dengan jemari yang kosong, dengan mata yang tertulis namaku di baliknya, dengan namaku yang ada di dalam senyumnya. Aku Kim Ji Hyun, kembali hidup di dalam catatan hidup Kim Jong Hyum.

Aku tidak pernah bertanya apapun, aku hanya diam dan menikmati semuanya. Menyusuri film lama tentang sepasang Kim yang menjadi teman satua ir mata, satu senyuman,s atu genggaman tangan.

Tapi hari itu, sebeluma ku berkata soal kejujuranku tentang aku, kamu dan kita… kau berdiri di hadapanku, dengan sebuah balon berwarna merah muda terang. Kupikir kau sudah lupa tentang warna yang paling kubenci di muka bumi ini, tapi ternyata warna merah muda yang kau bawakan lewat balon itu malah membuatku menjilat ludahku soal warna merah muda.

“Aku tidak berniat kembali sebenarnya. Tapi hati kecilku menyuruhku kembali, membawaku ke hadapanmu. Aku menyukaimu Kim Ji Hyun. Aku datang kemari untuk menjemputmu, dan aku tidak menerima penolakan. Kau harus menikah denganku, karena aku tahu kau juga menyukaiku, dan menungguku lebih lama daripada aku yang menunggumu.”

Kau percaya sebuah happy ending story sebuah drama korea bisa terjadi di kehidupan nyata?

Aku tidak, pada awalnya sampai Kim Jong Hyun yang mengubah pandanganku.

Dia membuatku tahu akan satu hal, bahwa cinta akan selalu pulang…karena cinta tahu dimana tempatnya, dimana ia harusnya berada, kemana harusnya ia berlari…

 

20150102 PM0709

Iklan

One thought on “#18YearsOfMe Saat Cinta Selalu Pulang

  1. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xia Han's Pen World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s