Seoul Story (What is Love?) (10)

-part 10-

Lagi dan lagi, dengan jengkel Ariel menyingkirkan sayuran yang terus saja Jong In masukkan ke dalam kotak bekalnya. Dan baru saja sedetik lalu Ariel menepikan salah satu benda hijau yang menyakiti matanya itu, Jong In kembali memasukkan benda hijau itu ke dalam kotak bekal Ariel. Dan ini benar-benar membuat Ariel jengkel.

“Bisa kau berhenti memasukkan sayur ke kotak bekalku? Aku tidak akan memakannya Kim Jong In,” sewot Ariel dengan tatapan tajamnya. Ia benar-benar tak habis pikir, selama ini siapapun tidak pernah selancang itu padanya. Bahkan ibunya sekalipun tidak pernah memaksanya, dan entah kenapa laki-laki ini terus saja memasukkan benda hijau itu.

Jong In tersenyum kecil kemudian mengangkat sayur itu dengan sumpitnya, “Kau tahu, sayur sangat bagus untuk tubuhmu. Kau juga bisa gemuk gara-gara tidak makan sayur,” ucap Jong In sambil menunjuk-nunjuk Ariel dengan sumpitnya.

Ariel memutar bola matanya malas, “Aku bilang tidak mau ya tidak,”

“Tapi tetap saja, kau harus memakannya. Pantas saja tubuhmu kering kerontang,”

“Kau juga kurus,”

“Tapi aku tidak separah dirimu Ariel Lau.”

“Tapi aku tetap tidak mau,”

“Dasar gadis aneh. Tidak bisa makan dengan sumpit, tidak suka sayur, tidak suka bunga, benar-benar aneh.”

“Lalu kenapa mau jadi pacarku, huh? Sampai mengejar-ngejarku seperti itu. Kau seharusnya melihat wajahmu saat itu, sangat konyol.”

“Yak!”

Kyungsoo, Jongdae, Minseok dan Sehun hanya mendengus sambil melirik satu sama lain. Dan sesekali melirik bekal mereka tanpa minat. Tarutama Kyungsoo yang terus memutar bola matanya ke arah Ariel yang duduk tepat disampingnya. Mereka benar-benar tidak habis pikir, mereka tidak memiliki kekasih dan 2 orang itu justru mengganggu makan siang mereka dengan berkencan seperti itu di meja mereka? Sepertinya,salah satu dari mereka harus menyeret Jong In dan mengingatkannya agar tidak membawa kekasihnya yang cerewet itu untuk satu meja dengan mereka.

“Aku tidak pernah melihat Jong in mengeluarkan sifat aslinya jika sedang dengan kekasihnya,” tutur Jongdae dengan muka malasnya. Ia selalu mengenang bagaimana Jong In selalu bersikap romantis pada mantan-mantannya dulu, tapi sepertinya itu tidak berlaku di depan Ariel. Dan tentunya, itu sangat aneh, bahkan kelewat aneh.

Sehun mengangguk setuju, “Dia selalu saja tebar pesona. Tapi kali ini pesonanya hilang begitu saja,”

Minseok yang baru menyumpit makannya kemudian kembali melirik ke arah Jong In dan Ariel yang masih terlibat perdebatan tidak berguna itu.

“Padahal aku selalu iri dengan caranya memikat seorang gadis.” Sehun kembali bersuara.

Kyungsoo pun meyangga dagunya dengan kedua tangannya, kemudian sedikit berbisik ia berkata, “Karena Ariel bukan tipe gadis feminim yang mudah dirayu dengan hal-hal picisan seperti itu,”

Kyungsoo kira bisikan itu tidak akan terdengar oleh Ariel, karena sejak tadi Ariel dan Jong in masih sama-sama sibuk berdebat soal sayur-itu-penting- dan dibalas argumen aku-tidak-suka-sayur. Tapi kali ini dugaannya meleset total, Ariel tiba-tiba menjambak rambutnya ganas dan menatapnya tajam.

“Kau gila! Rambutku bisa rontok!” protes Kyungsoo sebal.

“Siapa peduli?” sahut gadis itu tak acuh sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.

Kyungsoo lagi-lagi meringis, ia tidak mengerti kenapa keluarga Lau bisa memiliki putri seperti Ariel. Juga, kenapa Jong In bisa terpikat pada gadis yang bahkan hampir tenggelam diantara gadis-gadis terkenal lain yang tentunya jauh lebih cantik dan lebih mempesona ketimbang gadis dengan dominasi berbeda dalam dirinya ini.

“Kalian ini dekat ya, bertengkar saja terlihat cocok.” Canda Minseok yang dibalas tatapan tajam Jong In.

“Chanyeol dan Luhan mana? Biasanya kalian selalu bersama-sama,” tanya Ariel mengeluarkan uneg-ungenya 2 hari ini. Karena 2 terakhir ini Ariel selalu diseret Jong In untuk bergabung dengan teman-temannya, sedangkan Chanyeol dan Luhan sama sekali tidak terlihat 2 hari itu.

Kali ini, seisi meja saling bertatapan bingung. Karena mereka sama-sama tidak tahu apa yang menyebabkan Chanyeol dan Luhan mendadak jarang bergabung dengan mereka. Dan juga mereka tak pernah ambil pusing soal itu. Toh, pada akhirnya mereka biasanya akan akur kembali seperti semula.

“Untuk apa menanyakan mereka?” sahut Jong In menengahi kebingungan yang melanda meja ini. Lagipula kenapa Ariel menanyakan oranglain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Ariel? Dan juga, bukankah Ariel sudah begitu dekat dengan Luhan? Bahkan, tadi pagi saja gadis itu tak menyapanya dan sibuk bergosip soal novel terbaru milik Anna Lim. Dan sayangnya, Jong In tidak pernah masuk dalam obrolan mereka. Memuakkan, bukan?

Yang ditanya, hanya menautkan alis sambil menatap Jong In bingung, “Kenapa ketus sekali?”

“Aku tidak bicara ketus,” sangkal Jong In.

“Tapi nada bicaramu berbeda,”

“Biasa saja.”

“Kim Jong In…”

“Ariel!”

Seisi meja kembali mendengus dan lebih memilih melahap makananya masing-masing. Bagus sekali, Luhan datang disaat Jong In mulai terlihat jengkel karena Ariel menanyakan nama Luhan yang memang sudah ketahuan menyukai Ariel.

Bukannnya mereka tidak suka Luhan datang. Hanya saja, suasana agak canggung jika Jong In sudah dikerubuni aura gelap. Seperti sekarang. Walaupun, kenyataannya mereka menikmati tontonan gratis itu.

Dan Luhan, dengan tanpa dosa ia duduk di samping Ariel dan tersenyum cerah kepadanya. Mengabaikan teman-temannya yang lain, juga Jong In yang sudah merasa tidak nyaman berada di meja itu.

“Kau datang? Kau darimana saja? Tidak makan?” sapa Ariel tak kalah riang. dan disebrang mejanya, Jong In benar-benar di sulut rasa jengkel.

“Aku sudah makan. Whoa~ tunggu. Kau makan sayur? Sejak kapan?” tanya Luhan takjub ketika ia melihat ada beberapa sayur di kotak bekal Ariel. Sebuah keajaiban jika Ariel mau makan sayur.

“Tidak. Pria menyebalkan itu terus saja memaksaku makan sayur,” adu Ariel sambil menunjuk Jong In dengan ekor matanya.

Luhan hanya terkekeh pada Jong In, kemudian kembali menatap Ariel.

“Kau mau? Kau saja yang makan, aaa~”

Luhan mengerjapkan matanya ketika sendok Ariel sudah melayang di depan wajahnya. Ia sebenarnya tidak yakin untuk mengikuti interupsi Ariel, tapi kenapa tidak? Dia dalam masa pendekatan dan jika ia disalahkan, ia memang hanya teman Ariel, kan?

Luhan pun membuka mulutnya dan langsung melahap sayur itu. Kemudian kembali tersenyum cerah pada Ariel yang kini mulai menyuapinya lagi.

Seisi meja langsung membekap mulut mereka masing-masing –kecuali 3 orang yang terperangkap kisah cinta segitiga itu, benar-benar lucu. Entah Ariel yang memang terlalu polos dan selalu tidak peka dengan keadaan, atau memang Luhan yang mencari kesempatan. Luhan dan Ariel justru terlihat lebih romantis.

Jong In pun menghentikan aktivitas makan siangnya. Astaga, hebat sekali kekasihnya ini, kan? Bermesraan dengan oranglain tepat didepan wajahnya sendiri. Benar-benar lucu.

 

Dan di meja lain, Hinata hanya mendesah pasrah melihat Luhan yang kembali dekat dengan temannya. Entah Luhan yang memang playboy atau karena dia seseorang yang friendly. Kadang, ia justru merasa iri pada Ariel yang bisa begitu mudah dekat dengan Luhan. Dan dirinya? ia hanya bisa berharap…semoga besok bukan hari yang buruk untuknya.

 

***

 

Chanyeol tersenyum tipis saat mendapati Zooey duduk di salah satu bangku panjang di taman. Tahu gadis itu berada disini, ia tidak perlu repot-repot mencarinya tadi. Rasanya memang aneh melihat Zooey tidak lagi bergabung dengan teman-temannya, selain sering mengisi waktunya dengan membaca, Zooey juga lebih suka menyendiri dan jauh lebih ketus padanya.

“Kau sendirian?” tanya Chanyeol basa-basi ketika sudah berdiri di depan Zooey.

Zooey hanya mendongak sekilas, kemudian menggeser tubuhnya ke samping dan tetap fokus pada bukunya.

Ah, Chanyeol ralat. Gads ini jauh lebih menerimanya sekarang. Meskipun Zooey masih sering memilih diam ketimbang menyambutnya seperti gadis pada umumnya. Dan Chanyeol pun duduk di samping Zooey.

“Kau sudah makan? Aku membawa bekal,”

Zooey memutar bola matanya ke arah kotak bekal yang di bawa Chanyeol. Dan dengan hati-hati, pria itu membuka kotak bekalnya dan menunjukkan isi dari kotak bekal itu. Zooey hampir melirik bukunya lagi ketika ia sadar makanan apa yang dibawa Chanyeol.

“Makanan Jepang? Kau suka makanan jepang?” taya Zooey refleks ketika otaknya sudah mengenali menu itu. Takoyaki. Itu salah satu menu favoritnya. Dan Chanyeol membawanya? Kebetulan macam apa ini?

Chanyeol tersenyum tipis ketika mendapati reaksi yang baik dari Zooey. Artinya informasi yang didapatnya dari Hinata memang tidak meleset, gadis itu suka makanan jepang. Meskipun soal Takoyaki ini, Chanyeol hanya menebaknya saja karena kakak perempuannya juga sangat menyukai Takoyaki.

“Begitulah. Kau suka?”

Tanpa ragu, Zooey mengangguk semangat. Sebenarnya, ia bisa saja menjunjung kegengsiannya dan berkata ia tidak suka. Tapi nyatanya, sudah lama sekali Zooey tidak memanjakan lidahnya dengan Takoyaki. Dan ya…sepertinya tidak masalah jika ia memanfaatkan kesempatan ini, kan?

“Kalau begitu, kita makan ini berdua…”

Chanyeol merasakan kupu-kupu begitu heboh beterbangan dari perutnya. Hebat! Zooey benar-benar menyambutnya dengan baik. Sesuatu yang bisa dikatakan langka. Mungkin tidak ada salahnya Chanyeol menyogok Hinata lagi, asal ia bisa sedekat ini dengan Zooey.

Dan dengan iseng, Chanyeol mencabut sebelah headset yang dipakai Zooey dan memasangkannya di telinga kanannya.

“yak! Apa yang kau lakukan?”

“Melakukan apa yang kau lakukan,” sahut Chanyeol sambi memamerkan senyumnya. Dan dengan cuek, ia kembali melahap makannya.

Zooey bisa saja marah-marah sekarang, tapi ia tidak tertarik untuk itu. Mengingat Chanyeol sudah berbaik hati membawa Takoyaki…dan yang pasti sudah menemaninya sekarang.

 

***

 

Tangan Luhan masih begitu sibuk mengetikkan sesuatu di layar ponselnya, membalas sms dari Kyungsoo yang mengajaknya bermalam di rumahnya akhir pekan ini. Sesuatu yang hampir jarang dilakukan lagi. Dan Luhan rasa tidak ada salahnya jika ia kembali menghabiskan waktunya bersama teman-temannya. Meskipun tak jarang semua itu berakhir di depan TV karena video yang dimiliki Kyungsoo.

Setelah menyentuh icon ‘send’, Luhan pun memasukkan ponselnya ke dalam saku. Kemudian ia mempercepat langkah kakinya menuju ruang loker yang berada di sudut koridor ini.

Luhan baru saja akan melangkahkan kakinya masuk, saat tanpa sengaja ia melihat siluet seorang gadis tengah berdiri di depan lokernya. Kebetulan, loker Luhan berada di dekat pintu masuk. Dan itu membuat Luhan dengan leluasa bisa memperhatikan gerak-gerik tak lazim gadis itu.

Dan ketika gadis itu berbali, Luhan langsung bersembunyi di sisi dinding dan membiarkan gadis itu berbelok langsung menuju tangga ke bawah. Tapi…tunggu, bukankah itu Ishida Hinata? Luhan pun mendekati anak tangga dan memperhatikan tubuh Hinata yang semakin menjauh.

Benar…itu Hinata. Apa yang dilakukan Hinata di depan lokernya?

Setelah pertanyaan itu berbunyi di otaknya, Luhan pun langsung masuk ke ruang loker tersebut dan memperhatikan pintu lokernya. Tidak ada yang aneh…kemudian, ia pun mulai membuka password lokernya dan membukanya. Mata Luhan kembali menaja, memperhatikan sesisi lokernya yang masih baik-baik saja.

Tapi…tunggu, apa itu?

Tangan Luhan langsung mengambil secarik kertas kecil yang tergeletak sembarangan di dalam lokernya. Kemudian, dengan cepat Luhan membaca isi dari kertas tersebut.

‘jika kau membacanya malam ini, datang besok sore sepulang sekolah di balkon sekolah. Tapi jika kau menemukannya pagi, temui aku saat pulang sekolah.’

Luhan yang masih terkejut, kembali membaca isi surat itu sampai 3 kali. Sampai ia menarik kesimpulan, jika Hinata…menyukainya? ya. seharusnya begitu. Biasanya gadis yang mengirimnya surat seperti itu akan menyatakan perasaannya.

Jadi, Hinata juga…?

Luhan yang masih terlihat berpikir, tiba-tiba menarik kedua ssudut bibirnya. Kemudian memasukkan benda itu ke sakunya. Dan dengan cepat, ia mengambil benda yang dicarinya dan segera meninggalkan tempat itu.

 

=TBC=

21/03/14 07:42PM

 

 

Iklan

2 thoughts on “Seoul Story (What is Love?) (10)

  1. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xia Han's Pen World

  2. Knp gak dilanjutkan ff ni?? Bgus lo jln ceritanya…tanggung klo gak diselesaikan…hehehehehe
    Smg blm lp ma jln ceritanya…q berharap:)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s