I Love You

images

I LOVE YOU

Written by Nidhyun

 

***

‘Menurut kalian, kenapa seorang wanita dianggap tabu saat harus menyatakan cintanya terlebih dahulu?’

Anna Choi tersenyum verah saat mendapati tulisan terbarunya untuk akun SNS-nya. Jangan tanya ada berapa akun SNS, karena Anna akan membuka semua akunnya dan menuliskan status yang sama soal ‘pemikirannya’. Dan belakangan, gadis yang aktif di dunia maya itu tengah tertarik untuk membahas soal cinta.

Ah, benar. Cinta…

‘Kalian pernah mendengar lagu yang dinyanyikan IU dan Key SHINee yang berjudul Love Letter? Menurut kalian, apakah surat cinta masih berlaku di zaman sekarang, sedangkan aku bisa menggunakan e-mail untuk menyatakan cinta? Oh, lupakan…ini memalukan’

Anna kembali menyentuh ikon ‘send’. Ia sebenarnya bukan penggila internet, meskipun Anna memang selalu menghabiskan sisa kuota internetnya dalam waktu seminggu. Well, mendownload video, lagu, dan film merupakan hal wajib untuknya sekarang ini.

‘Aku penasaran dengan siapa yang membuatmu jatuh cinta saat ini.’

Anna hampir menutup akunnya saat sebuah komentar masuk di twitter-nya. Ah, si stalker –julukan yang diberikan oleh Anna untuk pengguna akun @AChoiL , hampir mirip dengan nama ID akun twitternya, @Achoi.

Jika diminta untuk jujur, sebenarnya Anna ingin mengakui ketertarikannya pada seseorang –yang ia yakini seorang pria, dengan banyak foto makanan, bunga dan pemandangan di dalam akunnya. Ia terganggu pada awalnya, terganggu dengan cara orang itu selalu mengiriminya DM dan bertanya hal-hal tidak berguna. Seperti, ‘apa kau masih membenci roti isi?’. Ah, menakjubkan! Bahkan Anna tidak ingat kapan ia memposting status soal kebenciannya terhadap roti isi. Atau, ia akan membalas statusnya, seperti ‘kau sepertinya suka membahs hal-hal yang sama secara berulang ya?’, atau ‘bagaimana jika kita mendiskusikannya saja? bertemu di kedai ramen? Aku sangat suka ramen’.

Anna menggeleng pelan dan menyesap jus mangganya. Sayangnya, meskipun Anna tertarik dengan laki-laki yang bahkan tidak ia tahu wajahnya itu, ketertarikan yang ia miliki saat ini tidak akan melebihi perasaannya pada Kim Jong In, kakak kelasnya yang teramat sangat populer –dan yang terpenting, Kim Jong In menyapanya dengan sebuah senyuman seminggu lalu. dan…baiklah, ini memang memalukan. Tapi karena perlakuan Kim Jong In yang sudah terlampau biasa bagi orang lain itu, Anna sampai tidak bisa tidur karena terbayang senyum tipis Jong In…ah! ini benar-benar akan membuatnya gila!

Dan sayangnya, meskipun Anna membaca komentar orang tak dikenalnya itu, Anna tidak akan terlalu tertarik untuk membalas komentar itu. Dan yang pasti, Anna akan berlari pada blog-nya dan menulis semua kegiatannya, perasaannya, juga keluhannya yang menggunung dan tak berupa –mungkin karena saking banyaknya isi pikirannya yang dikeluarkan, padahal Anna tahu sendiri apa yang ditulisnya sama sekali tidak penting. Terutama untuk 1000 hits-nya yang menunggu ceerita fiksi mingguan buatannya.

Dan tubuh Anna langsung menegak saat melihat laki-laki yang berputar di kepalanya justru masuk ke dalam kafe dan berjalan ke arahnya –ah! Bodoh! Tepatnya ke arah meja kosong di samping mejanya. Naif sekali Anna berpikir pemuda itu tertarik padanya, pada Anna yang bukan siapa-siapa dan tidak ada apa-apanya dibanding primadona di sekolahnya. Anna tidak perlu mengabsennya satu persatu, kan?

‘kau tidak pernah menjawabku. Sayang sekali ya? padahal aku ingin mengobrol banyak denganmu,’

Anna tetap tidak menjawab saat pemilik akun @AchoiL itu mengirimnya mention.

‘apa aku harus membalas artikelmu di blog itu agar kau mau menjawabnya?’

Anna tidak menjawab dan justru memandangi ponselnya dengan bingung. Demi Tuhan, ia tidak terlalu nyaman harus berinteraksi dengan orang yang menyembunyikan identitasnya seperti ini.

“Atau aku perlu bicara langsung seperti ini? Berhenti mengabaikanku, oke?” dan Anna hampir tersedak saat mendapati pria jangkung yang emnarik perhatiannay sejak tadi ternyata malah berdiri di hadapannya. Tidak! Bahkan laki-laki itu malah duduk di hadapannya saat ini.

Kim Jong In! itu Kim Jong In! dan Anna sama sekali tidak bermimpi…

“Bagaimana jika pesan 2 mangkuk es krim? Yang satu rasa coklat, yang satu rasa vanilla…” Jong In pun membuka buku menu dan membacanya sekilas, “Baiklah. Kurasa es krim tidak buruk…”

“Su…Sunbae….ada apa…”

Kim Jong In langsung mengibaskan tangannya dan terkekeh pelan. Oh, Demi Tuhan! Ini bisa membuat jantung Anna meleleh!

“Kau tidak pernah membalas mention dan DM-ku. Dan aku malas membuka blog-mu yang terlalu sesak dengan tulisan yang tidak aku mengerti. Jadi, bicara langsung seperti ini bagaimana? Ah, ternyata kau lebih frak dari yang kuduga…”

Anna masih mengedipkan matanya tidak mengerti, “Tapi…maksud Sunbae…”

“Aku penggemarmu, pengguna akun @AchoiL, senang bisa bicara langsung denganmu.”

Dan mungkin, jantung Anna hampir jatuh dan berlari menuju rumah sakit terdekat setelah mendengarkan pengakuan Jong In barusan. Ini hanya mimpi, kan? Ah, tidak! Bahkan ini terlalu bagus untuk sebuah mimpi…

Jong In pun menarik gelas jus milik Anna dan meminumnya perlahan, “Aku hanya gengsi mengatakannya. Tapi aku tidak tahan lagi, aku tidak mau kau dibuat stress untuk memutuskan menyatakan cinta lebih dulu atau tidak,” kemudian Jong In menjeda ucapannya dengan sebuah senyuman, “Aku mencintaimu…kau ingin mendengarkan ini, kan?”

Dan mungkin, jantung Anna benar-benar copot sekarang.

 

=The End=

20150308 PM0645

Absurd? Yes i know. Tapi aku buat ff ini karena mau izin hiatus dan mohon doa buat kelancaran ujian dan SNMPTN aku u.u yeah, aku gak yakin ini bisa disebut hiatus atau bukan. Tapi yang pasti, aku bakal balik lagi dan semoga aku punya waktu luang buat terus update disini 🙂 hanya aja, mungkin intensitas waktunya agak lama :/

Thanks before ~

Iklan

3 thoughts on “I Love You

  1. Ping-balik: Xue Han’s Library | Xia Han's Pen World

  2. Kenapa aku suka banget sama ff iniii 😀 fluffy bangeett kkkk~ ga nyangka kan si stalkernya itu ternyata org ug sama hahahaha coba ajaa yaa kalo dunia nyata kaya gini wkwkwk

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s