Way of Two Rings (Chapter 5)

11254390_1017512361622541_3350536423931142051_n

Title     : Way Of Two Rings

Genre  : AU, Romance, Marriage Life, School Life

Main Cast: Lu Han, Ariel Lau (OC)

Other Cast : Find by yourself

Rating : PG

Length : Multi chapter

Auhtor : Nidhyun (@nidariahs)

Disclaimer : the story is pure mine. Also published

https://xiaohyun.wordpress.com

Cover by :

 

***

Luhan pulang tepat pukul dua malam. Yeah, untungnya orang tua Luhan tengah berada di Jepang, jadi tidaka kan ada yang mengomelinya panjang lebar hanya karena Luhan pulang selarut ini –meskipun ini memanga gak terlaluan sih, selama ini Luhan juga selal membatasi diri untuk tidak pulang lewat jam 12 malam. Tapi karena ini ulang tahunnya dan juga kebetulan orang tua Luhan tidak ada di tempat, jadi ia pikir tidak ada salahnya untuk Luhan pulang lebih terlambat daripada biasanya.

Luhan pun membuka pintu kamarnya perlahan –ia sudah tahu Ariel ada di dalam karena lampu di kamarnya menyala. Ariel tidak pernah mematikan lampu saat tidur sih –dan kadang malah Luhan yang disusahkan tentang ini.

“Dia ini manusia atau alien sungguhan, sih? Tidurnya saja tidak berbentuk,” gerutu Luhan sambil mencubit hidung Ariel.

Dan Luhan hampir meninggalkan kamarna begitu saja saat tanpa sengaja ia ia mendapati sepasang kaos kaki imut berwarna coklat. Luhan pikir, itu milik Ariel, tapi saat mengambilny aia merasa ada sesuatu di dalam kaos kaki tersebut dan mengambilnya. Dan tanpa membacanya, Luhan langsung tahu ini dalah kado ulang tahun untuk Luhan.

“Dasar pelit. Apa susahnya sih membungkusnya dengan benar. Bagaimana jika kau berkencan nanti!” gerutu Luhan sambil menggelengkan kepalanya.

Ia pun mengambil kaos kaki tersebut dan menaruh sepaket novel berjudul Flower. Luhan sebenarnya tidak tahu sih, apakah Ariel benar-benar tengah menginginkan novel dengan 4 season itu atau tidak. hanya saja, beberapa hari lalu Ariel terus saja memperhatikan sebuah novel di toko buku saat mereka pergi bersama. Biasanya, Ariel akan merengek meminta Luhan untuk membelikannya, tapi saat Luhan tanya, Ariel bilang, “Novelnya ada empat seri. Harganya mahal. Lain kali saja aku beli, aku bisa beli yang lainnya.”

Setelah meletakkan sepaket novel itu di atas nakas –yang tentunya telah dibungkus cantik, berbeda sekali dengan yang sebenarnya berulang tahun –bahkan Luhan tahu dimana Ariel membelinya dan berapa harganya. Tapi Luhan tidak akan mempermasalahkannya. Meskipun tahu Ariel sebenarnya memiliki uang saku yang besar, tapi Luhan justru merasa menjadi pecundang jika membuat Ariel mengeluarkan banyak uang untuknya.

Toh, seperti apapun hubungan mereka ke depannya, Luhan sepertinya tidaka kan keberatan. Sepertinya. Entahlah, masih ada jenjang universitas, juga dunia kerja yang lambat laun akan Luhan lalui. Perubahan itu pasti terjadi, hanya saja Luhan tidak tahu bagaimana kelanjutan cerita ikatan cincin mereka –Luhan dan Ariel.

 

***

 

Pagi itu, Ariel benar-benar tersedak air liurnya sendiri ketika mendapati empat buah buku dengan judul flower di meja nakas milik Luhan. Tadinya, ia berniat mencuri pulpen Luhan karena tempat pensil Ariel hilang sepulang sekolah kemarin. Sebenarnya hari itu adalah hari minggu –dan sebut saja sebenarnya ulang tahun Luhan dirayakan lebih cepat. Hanya saja, ia ingat soal PR biologinya yang belum ia selesaikan dan harus ia kumpulkan besok atau nyawanya sebagai pelajar harus melayang dengan cantik karena kegalakan Jung Saem. Namun semua urung saat mata Ariel menangkap siluet buku berwarna biru muda tersebut.

Dengan cepat, Ariel pun memeluk satu paket buku tersebut dan berlari ke luar kamar –well jangan berpikir Ariel akan mencari Luhan dan berterimakasih atas sepaket novel yang terbilang mahal dan limited itu. Ariel langsung lari ke kamarnya, melupakan tugas Biologinya, melupakan niatnya untuk mencuri pulpen Luhan, dan langsung membaca novelnya di atas ranjang.

“Alien! Bukannya hari ini kau akan ikut audisi untuk ekstrakulikuler sekolah?” tanya Luhan sedikit melongokkan kepalanya dari balik pintu. Berbeda dengan Ariel, Luhan justru lebih merasa sungkan untuk masuk ke kamar Ariel. Menurutnya, bagaimana pun kamar perempuan –meskipun itu adalah Ariel—terlalu tabu jika dimasuki sembarangan oleh laki-laki. Bahkan Luhan uring-uringan jika Ariel sudah mengotori sprai indahnya dengan darah menstruasi…ah, sudahlah. Gadis alien itu memang tidak tahu malu.

Ariel yang sedang tengkurap di atas ranjang sedikit menoleh ke arah Luhan yang terlihat sudah rapi, “Lalu? Tidak masalah jika aku tidak lolos, aku bisa ikut yang lainnya,” kata Ariel sambil lalu dan kembali menenggelamkan retina maanya pada deretan Bahasa Inggris di depan matanya.

“Jika kau lupa, aku juga dititipi janji oleh Mrs.Ahn Jinri untuk membawamu mengikuti latihan untuk lomba esai Bahasa Inggris jika kau lupa,” Luhan pun mulai melipat tangannya di depan dada –ia merasa argumennya cukup kuat untuk tidak dikalahkan.

Ariel pun mengerang keras dan menggaruk kepalanya frustasi, “Demi Tuhan! Ini hari Minggu dan tidak bisakah kau diam?! Jika kau mau pergi ke sekolah ya pergi saja! Aku tidak peduli dengan lomba dan audisi atau apapun yang berhubungan dengan sekolah!” teriak Ariel dengan bahasa korea informal-nya. Well, meskipun Ariel menjadikan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Ibu, tapi entah karena Ariel yang sudah terbiasa dengan lingkungan baru atau memang karena Ariel punya keahlian khusus dalam bidang bahasa, gadis itu cenderung mudah diajari bahasa –meskipun Luhan hampir menyerah jika mengajari Ariel menulis aksara china.

Sekali lagi, berlagak pemenang, Luhan pun melirik jam tangannya dan menatap Ariel, “Kupikir aku punya janji untuk mentraktirmu. Jika tidak, ya sudah, aku bisa pergi sendiri. Rencananya aku mau membeli daging sapi…”

“Ah…tidak tidak! Aku akan pergi ke sekolah,” Ariel pun langsung turun dari ranjangnya dan langsung menyambar jaketnya, “Kita akan makan di mana, Oppa? Aku akan ikut saja denganmu, jadi jangan suruh aku yang memilih restoran.”

Luhan hanya mencibir dan mencubit hidung Ariel, “Kau benar-benar lintah, Nona Lau.”

Dan Ariel terus memeluk tangan Luhan tanpa peduli dengan sebutan lintah yang ditujukan padanya. Well, siapa peduli apakah Ariel itu lintah atau alien atau apapun –apapun yang disebutkan Luhan untuknya. Itu takkan mengganggu Ariel sama sekali. Ia suka makan. Ia suka daging sapi. Ia suka apapun yang berbau gratis.

 

***

 

“Kau juga akan mengikuti lomba esai itu?” tanya Ariel sambil memberikan helm yang dipakainya pada Luhan.

“Kau kira sebagus apa Bahasa Inggrisku, hah?” sahut Luhan tak acuh, “Sainganmu dari sekolah ini tentu saja Jung Soojung. Dia kan berasal dari Kalifornia. Meskipun sejak SMP dia sudah tinggal di Korea, sih…”

“Lalu kenapa kau datang ke sekolah?” tana Ariel lagi.

Luhan mendengus dan menatap Ariel yang berjalan lurus tanpa menoleh ke arah Luhan. Ariel itu cerewet sekali. Sangat suka bertanya dan membicarakan hal tidak penting. Tapi jika berada di lingkungan baru, Ariel akan menjadi mahluk paling lugu dan pendiam. Dan…yeah, dengan berat hati Luhan akan mengakui jika Ariel sangat menggemaskan dengan tingkah lugunya itu. Tapi setelah tahu bagaimana sifat Ariel yang sebenarnya, Luhan merasa gemas untuk menendang Ariel sampai ke galaksi tetangga.

“Kau mau menungguiku sampai semuanya selesai?” tanya Ariel lagi.

“Aku ada latihan futsal. Hanya sebentar. Kau benar-benar mau mengikuti ekstrakulikuler musik? Bukannya kau suka menulis ya?”

Ariel meggeleng dan menghentikan langkah kakinya, “Kebetulan saja di rumahmu tidak ada piano, jadi aku tidak bisa bermain musik.”

Luhan pun mengangguk dan memasangkan resleting baju hangat Ariel, “Jika sudah selesai hubungi saja. Aku akan menunggu sampai selesai. Dan…semoga kau lolos untuk mengikuti lomba esainya. Nilaimu jelek, ini kesempatan bagus.”

Ariel mendengus dan sedikit menoyor kepala Luhan, “Nilaimu juga jelek,”

“Aku tidak pernah dapat 50 di matematikaku.”

“Kau kan jago hitung, tentu saja tidak mungkin dapat nilai setengah.”

“Artinya aku pintar kan?”

“Aku juga pintar, nilai Bahasa Inggrisku selalu sempurna.”

“Tentu saja. Jika nilaimu dapat setengah juga, artinya kau benar-benar idiot. Sudah! Sana pergi! Jangan sampai Mrs.Ahn mendiskualifikasimu gara-gara kau terlambat.”

Ariel pun mengangguk dan berjalan ke arah tangga, namun langkahnya tiba-tiba tehenti dan kembali berbalik, “Luhan! Kau tampan hari ini!” teriak Ariel yang membuat Luhan menoleh dan mendelik. Memangnya kapan Luhan jelek? Luhan selalu merasa tampan. Lagipula apa susahnya mengucapkan terimakasih? Ariel memang aneh. Mengganti ucapan terimakasih dengan pujian tak berbobot seperti itu.

 

***

 

“Hai Ariel, kau datang juga? Kau juga dipilih Mrs.Ahn?”

Ariel benar-benar merasa sial sekali ketika berpapasan dengan perempuan bernama Soojung ini. Ariel tidak yakin apakah Soojung dan Luhan benar-benar putus setelah kejadian di perkemahan kemarin atau justru hubungan mereka baik-baik saja. Well, bagaimana pun hubungan mereka, yang Ariel tahu Ariel tidak suka pada perempuan yang selalu dipuja-puji ini.

Ariel hanya tersenyum kecil dan mengangguk –ugh! Ia benar-benar berharap tidak pernah bertemu dengan mahluk sok cantik, sok tahu, sok keren, dan sok pintar ini, “Luhan yang memaksaku datang. Tadinya aku mau baca novel saja,” kata Ariel dan langsung masuk ke dalam ruangan tanpa pamit ataupun membungkukkan badan –Ariel tidak terlalu senang berbasa-basi.

Soojung yang diikuti kedua temannya di belakang secara bersamaan menjatuhkan rahang –well, gadis itu benar-benar memiliki kelancangan yang lucu. Jika Soojung tidak ingat soal buruknya hubungan dirinya dan Luhan, ia mungkin sudah melabrak gadis angkuh itu.

“Aku tidak mengerti apa yang membuat Luhan begitu menyayangi anak kecil tak tahu diri itu.”

“Anak itu harusnya diajari sopan santun. Benar-benar menjengkelkan.”

 

***

 

“Luhan!”

Luhan yang baru saja memasukan bola ke dalam gawang langsung menoleh ke belakang, tepat ke arah seorang laki-laki berambut hitam yang tengah merangkul Sehun dan berjalan mendekat ke arahnya. Sebenarnya Luhan berbohong pada Ariel soal latihan futsal –ia latihan sendiri.

Luhan pun mengangkat tangannya, balas melambai ke arah Kim Jongin –salah satu teman sekelasnya bersama Sehun. Well, sebenarnya Luhan tidak merasa hubungannya dengan Jongin baik-baik saja. Jongin mantan kekasih Soojung, dan Jongin menjauhi Luhan karena belakangan ini Luhan dan Soojung memang dekat. Catat dan garis bawahi. Luhan dan Soojung dekat. Tapi kemudian, Soojung tiba-tiba menyatakan perasaannya, tepat setelah Luhan memutuskan Jinri dan seminggu kemudian Luhan memasangkan cincin di jari manis Ariel.

Rumit bukan? Bahkan Luhan merasa geli dengan kisahnya sendiri.

“Tumben kau datang ke sekolah? Mengantar Ariel?” Sehun pun duduk di tepi lapang dengan kaki lurus. Ia baru saja latihan menari dengan Jongin. Mereka satu ekstrakulikuler.

Luhan dan Jongin pun ikut duduk di dekat Sehun, “Aku janji akan mentraktirnya makan. Jadi sekalian saja kuantar ke sekolah.” Sahut Luhan dengan jujur. Sama sekali tidak menyadari tatapan aneh Sehun dan Jongin.

“Kau ini pacarnya atau kakaknya sih? Protektif sekali,” sahut Sehun sambil menggeleng geli. Ia masih tak habis pikir, bagaimana bisa ada kakak-adik seppu seperti Luhan dan Ariel?

“Ku dengar sepupu juga bisa menikah. Kau bisa berpacaran dengannya,” Jongin menendang kaki Luhan tengil. Dan Sehun pun tertawa.

Luhan hanya mendelik dramatis. Ia sendiri masih belum bisa membayangkan jika ia benar-benar berpacaran atau sampai menikah dengan Ariel. Bisa jadi, semua tugas istri bahkan Luhan yang mengerjakan, dan Ariel akan enjadi ratu tidur di rumah tangga mereka. Ish…membayangkannya saja sudah membuat tengkuk Luhan merinding.

“Tapi adikmu itu benar-benar lucu dan…” dan Luhan langsung menendang kaki Jongin dengan keras, “Jangan berpikiran yang aneh-aneh! Kalaupun dia berkencan aku tidak sudi membiarkan kalian yang mengencaninya!”

Jongin dan Sehun pun langsung bersorak “wow” dan bertepuk tangan, “Kau kakak yang baik,” kata Sehun.

“Ini membuatku tertantang untuk mendapatkan Ariel.” Sahut Jongin tak acuh.

“Aku mendukungmu Jong.” Sehun pun mengangkat kedua jempolnya.

 

***

 

“Ini tidak adil Mrs.Ahn!”

Semua mata langsung berlari ke arah perempuan dengan rambut panjang terikat rapi. Semua orang tahu namanya, Jane. Gadis asal Thailand yang saat ini duduk di kelas 2, dan saingan Jung Soojung dalam berbagai lomba Bahasa Inggris.

Mrs.Ahn yang baru saja mengumumkan siapa yang berhasil melewati seleksi untuk mengikuti lomba esai langsung menatap Jane dengan tatapan datar, “Ada masalah, Jane?” tanyan Mrs.Ahn sedatar tatapannya ke arah Jane.

Jane yang tengah emosi menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan, ia pun menoleh ke belakang, menatap Ariel yang namanya baru saja disebutkan –dan ini yang membuatnya muak, Ariel bahkan sempat mengupil saat namanya disebutkan oeh Mrs.Ahn. gadis tinggi hati. Dan Jane benar-benar muak dengan Ariel.

“Mrs, anda sudah memberitahu saya sebelumnya jika saya yang terpilih untuk lomba ini. Anda tahu lomba ini juga penting bagi saya untuk jenjang unversitas nanti, tapi tiba-tiba diadakan seleksi ini untuk 10 orang, dan anak itu yang terpilih?” Jane berusaha menekan suaranya agar tetap terdengar tenang.

Mrs.Ahn pun menarik napas panjang dan menghemuskannya perlahan, “Maaf Jane, mungkin kau sedikit salah paham. Aku memilihmu dari kelas 2 untuk mengikuti seleksi ini. Bukan hanya kau yang ingin mengikuti lomba ini, selain itu pihak sekolah juga harus mempertimbangkan siapa yang terbaik.”

“Tapi Mrs…”

“Kau tidak dengar? Kau gagal, Ms.Jane.” kata Soojung sambil berdiri –dan secara serempak, peserta lainnya pun ikut berdiri hendak meninggalkan ruangan –kecuali Ariel.

Dan semua peserta pun keluar, termasuk Ariel yang sama sekali tidak peduli dengan tatapan dan ucapan Jane. Ini bukan pertama kalinya ada orang yang memperlakukannya seperti itu, dan karena mood Ariel sedang tidak bagus, ia juga bahkan tidak sempat pamit pada Mrs.Ahn. ia hanya ingin makan daging sekarang, seperti yang dijanjikan Luhan.

“Kau beruntung sekali, Lau…”

Ariel terpaksa menghentikan langkah kakinya ketika nama belakangnya disebut. Sesuat yang tidak terlalu Ariel suka, entah mengapa ia merasa nada bicara orang yang memanggilnya terlalu kasar. Tapi akhirnya, Ariel hanya berbalik dan medapati perempuan bernama Jane itu berjalan ke arahnya.

Dan ini yang tidak ia sukai dari kata ‘terkenal’. Ariel sejak dulu terkenal sebagai ‘orang asing’ di sekolah. Entah karena ia tidak bisa memakai bahasa setempat, disebut angkuh, atau pun berbeda karena darah cinanya. Dan Ariel merasa terlalu banyak orang yang selalu merasa terusik dengan keberadaannya, entah karena katanya Ariel merebut posisi, terlalu diperhatikan guru, dan sekarang Ariel terkenal karena kejadian di perkemahan.

“Kau tahu, jika sebenarnya kesempatan ini kesempatan emas bagi siapapun yang ingin masuk ke universitas terbaik di Korea. Dan kau terbilang beruntung telah berhasil mengambil impianku setelah kupikir aku berhasil menggeser Soojung Sunbae,” Jane melipat tangannya di depan dada.

“Jika Sunbae mau, aku bisa meminta Mrs.Ahn batal memilihku. Aku tidak terlalu tertarik dengan lomba semacam ini,” kata Ariel sambil lalu. Ia pun berbalik dan hendak pindah ke ruang musik. Ia masih ada ‘audisi’ hari ini.

“Kau benar-benar tidak tahu sopan santun ya!” teriak Jane emosi dan emnarik rambut Ariel. Sekali lagi, Ariel hanya berbalik tanpa melawan.

“Kau harus memberi hormat pada seniormu sebelum pergi! Hanya karena kau berasal dari luar negri kau bisa seenaknya seperti itu?!”

Ariel pun menarik napas panjang dan membungkukkan badannya, “Maaf.” Kata Ariel singkat dan langsung berbalik kembali menuju ruang musik. Dan sebelum Jane kembali menarik rambut Ariel, sebuah tangan menghentikan pergerakan Jane.

“Apakah Thailand mengajarkanmu kurang ajar pada juniormu sendiri?”

Jane lansung membeku ketika mendapati Soojung sudah berdiri di sampingnya, “Sebelum kau memintanya untuk belajar sopan santun, kau juga harus mempraktikan sopan santun tersebut, Jane.” Soojung pun melirik Ariel yang ternyata tengah memperhatikan mereka –Jane dan Soojung, “Satu lagi, Jane. Jika Luhan tahu adiknya terluka sesenti saja, aku tidak yakin apakah kau akan berakhir baik-baik saja atau tidak.” Soojung pun melepaskan tangan Jane dan menarik Ariel menjauh.

 

***

 

“Kau lolos?! Wow, padahal kau terlihat bodoh…” Ariel langsung memukul Luhan. Padahal Luhan sendiri yang membuatnya datang ke sekolah dan mengingatkan masalah Mrs.Ahn. dan sekarang Luhan lah yang mengatainya bodoh. Dasar Luhan sialan.

Luhan langsung tertawa keras, “Hei, ini awal yang bagus untukmu. Kau bisa mengambil bahasa inggris saat kuliah nanti. Jika kau tidak berniat pindah ke luar negri sih…” kata Luhan sambil memotong daging untuk Ariel.

“Aku tidak mau ke luar negri…”

Luhan langsung menghentikan pergerakan tangannya dan melirik Ariel sekilas. Tumben sekali nada bicara Ariel terdengar serius. Tapi akhirnya Luhan hanya menelan rasa bingungnya dan kembali memotong daging.

“Mom dan Dad pasti sedang sibuk sekali. Henry juga sudah jarang membalas pesanku. Setidaknya aku tidak merasa sendiri lagi di Korea…”

Luhan pun tersenyum kecil. Yeah, sekarang ia mengerti kenapa ibunya memutuskan untuk tidak bekerja dan sibuk mengurusi Luhan yang bahkan sudah duduk di bangku SMA. Bahkan dengan senang hati, ibu Luhan menerima Ariel di rumah mereka dengan alasan “Mama sebenarnya ingin memiliki anak perempuan. Jadi, kau tidak perlu khawatir soal Mama. Dia sangat menyayangimu. Bahkan lebih menyayangimu daripada menyayangiku.”

“Makan ini! Biasanya rasa sedihmu hilang jika kau makan,” Luhan pun menyodorkan sepotong daging ke arah Ariel. Bukan hal asing lagi jika Luhan menyuapi Ariel. Ariel sangat mudah sakit-sakitan, dan karena ibu Luhan selalu menyuapi Ariel saat sakit, saat Luhan yang diberi pike ntuk menunggui Ariel, justru Luhan lah yang diminta Ariel untuk menyuapinya.

Benar-benar gadis manja. Dan Luhan tak habis pikir bagaimana bisa ada manusia semanja ini di muka bumi.

‘Luhan, sebenarnya aku senang jika diminta menikah denganmu.”

DEG!

Luhan langsung mengangkat kepalanya dan menatap Ariel dengan tatapan…kaget dan juga bingung. Entah mengapa, semenjam ciuman pertama mereka, Luhan selalu menjadi aneh tiap kali memikirkan atau pun membahas hal-hal yang berhubungan dengan hubungannya dengan Ariel. Dan apa barusan? Apa Ariel baru saja berkata bahwa ia menyukai perjodohan ini dan mau menikah dengan Luhan?

“Aku suka mengerjakan PR denganmu, aku suka saat pergi dan pulang sekolah bersamamu, aku suka jalan-jalan denganmu, aku juga saat kau memelukku saat tidur. Jika itu laki-laki lain, aku takut mereka tidak bisa melakukan itu. Henry saja yang berstatus kakak kandungku belum tentu bisa seperhatian itu.”

Luhan mendengus kecil. Ia pun menggeleng dan kembali memotong daging di hadapannya. Ia masih belum tahu harus memberi reaksi dan respon seperti apa. Ariel masih terlalu dangkal untuk tahu masalah hati, perasaan, dan semacamnya. Jangankan Ariel, Luhan saja yang sudah berusia delapan belas tahun masih belum benar-benar mengerti. Bahkan orang-orang dewasa akan mengatainya anak kecil.

“Dan lagi…kadang-kadanga ku takut jika kau punya pacar. Aku takut jika tidak ada yang mengantarku pulang jika hujan, aku taku tidak ada yang membantuku mengerjakan PR, aku takut jika aku susah tidur dan kau tidak mau menemaniku tidur.” Ariel masih melanjutkan ucapannya –meskipun Luhan belum menangkap apa yang ingin disampaikan oleh Ariel.

“Aku tidak keberatan jika ternyata cinta pertamaku itu adalah kau. Jika dilihat-lihat kau tidak kalah tampan dari Sehun Sunbae. Meskipun kau sebenarnya pendek sih…”

Luhan pun mendelik, “Yak! Kau kira cinta hanya sebatas memandang wajah tampan atau tinggi badan?” sewot Luhan dan mulai memakan dagingnya sendiri. Kenapa sekarang malah Luhan yang merasa mood nya buruk?

“Lalu, jika Jinri Sunbae tidak cantik, tidak anggun, dan tidak pintar, kau akan tetap mengencaninya? Seperti Sua Sunbae misalnya? Dia kan kelihatan culun dengan kacamatanya. Apa kau akan tetap menyukai Jinri Sunbae dan memacarinya? Atau Soojung Sunbae, jika dia tidak cantik apa kau akan tetap mendekatinya?”

Luhan kembali mendengus panjang. Kali ini, ia melipat tangannya d atas meja dan menatap Ariel serius, seperti guru privat Ariel saat SMP, “Cinta itu memiliki rumus, kau tidak bisa merencanakan pada siapa kau akan jatuh cinta. Jika aku punya rencana untuk jatuh cinta, tentu saja sejak awal aku memacari Soojung. Tapi nyatanya tidak begitu, kan? Bahkan aku juga tidak pernah berpacaran dnegannya. Kami hanya sebatas teman.”

“Jika Soojung tidak jahat padaku, apa kau akan tetap memacarinya?”

“Kenapakau terus membahas Soojung sih? Toh aku sudah bertunangan denganmu.”

“Lalu, kau tidak akan memacari siapapun lagi?”

Luhan menarik napas panjang sekali lagi. Ia ingin menjawab sesuatu dari pertanyaan Ariel. Dan nihil. Ia tidak tahu dan ia tidak punya jawaban, “Satu-satunya cara kau mengerti tentu saja dengan jatuh cinta. Makanya aku tidak mau mengekangmu. Kau berhak untuk jatuh cinta dan patah hati. Sesuatu yang biasanya dialami para remaja.”

“Kau pernah patah hati?”

“Aish…Mama bilang jangan bicara saat makan! Cepat makan!”

 

***

 

Cinta memiliki rumus, kau tidak bisa merencakan pada siapa kau akan jatuh cinta. Cinta itu memiliki banyak kejutan, banyak warna, banyak rasa, banyak nada. Jika kau tidak menemukan ritmenya, maka semua akan terasa hampa dan kusut. Tapi kau paham dengan ritme yang sedang dimainkan cinta, maka kau bisa melihat nada yang benar-benar cantik.

Dan Luhan tidak yakin apakah ia benar-benar paham mengenai ritme dalam percintaan atau tidak. Yang ia tahu, ia hanya merasa bahagia saat melihatnya, jantungmu berdebar kuat, dan kau memiliki kasih sayang yang mengalir tanpa bisa kau kontrol. Tapi Luhan sama sekali tidak bisa mengeja perasaannya saat bersama Ariel.

Ariel selalu ia ibaratkan seperti sungai yang mengalir tenang. Alasan mengapa Luhan selalu merasa nyaman saat Ariel menguntitnya, berputar pada poros hidup Luhan, dan juga mengganggu waktu-waktu Luhan yang sebenarnya bisa terasa menyenangkan tanpa rengekan manja Ariel.

Termasuk saat ini, ia tidak mengerti mengapa ia merasa ada gemuruh luar biasa saat mendapati Kim Jongin tengah menari di tengah lapang, kemudian menarik Ariel yang ternyata ikut menonton pertunjukan aneh Jongin. Dan tanpa diduga, Jongin berlutut dan menyatakan perasaannya.

Kim Jongin. Dewa menari di sekolah ini, salah satu siswa yang paling diidolakan di sekolah ini, baru saja menyatakan perasaannya pada Ariel. Membuat seluruh penghuni sekolah mengerumuni lapangan dan bersorak –entah suka atau tidak, tapi Luhan dapat mendengar dengan jelas ada segerombol orang yang meminta Ariel menerima Jongin.

Dengan tingkah tololnya, Ariel hanya menggaruk kepalanya, kemudian tanpa sengaja matanya mendapati mata Luhan yang tengah berlari ke arahnya. Ariel tidak meleletkan lidahnya seperti biasa. Gadis itu hanya menatap Luhan, dan entah mengapa, Luhan justru memutuskan untuk mengalihkan tatapan matanya. Ia merasa tidak suka.

“Sunbae…aku…tidak bisa menjawab sekarang.” Akhirnya Ariel bersuara dengan nada rendah. Terdengar lembut dan anggun. Membuat Luhan ingin muntah saat itu juga.

Jongin, dengan senyum bijaknya akhirnya menjawab, “Tidak apa-apa. Kau pasti terkejut. Aku akan mendengar jawabanmu. Kapan pun itu.”

 

=to be continued=

20151205 PM0844

Iklan

36 thoughts on “Way of Two Rings (Chapter 5)

  1. greget sama ariel. seriusan
    sama luhan juga wkwkw. ceritanya jongin iru balas dendam kah ke luhan, kok gitu amat
    tapi keseluruhan menghibur. sangat

    seneng banget akhirnya kakak ngepost juga, terlalu kangen sama karya tangan ajaib kakak hihi. semangat lanjutin ya kak

    Suka

  2. ariel mungkin masih terlalu lugu ya masalah cinta. jadi dia seneng2 aja dijodohin sm luhan, krn dia sudah nyaman bgt sm luhan.
    wah jadi pihak ke 3nya jongin. makin seru deh. ariel jadi jawab apa ya ke jongin?

    Suka

  3. Wuaaah akhirnyaaaa
    Jafi sebenernya luhan suka ariel? Dan ariel? Cuma merasa nyaman atau gimana?
    Btw, ariel bisa berubah nggak sih? Heran aja ada cewek model gitu haaaaaah

    Suka

  4. Jongin sengaja kan.. cm karena dy penasaran ama sikap over protec nya luhan…. makin seru aja ihhh… luhan mulai jatuh cinta ceritanyaaa

    Suka

  5. Ciee yg jatuh cinta bingung sendiri kan sama perasaannya wkwk..
    Aduuh aku kangen binggo sama Luhan Ariel, karna sibuk jadi kangenku teralihkan deh.. Dan seneng banget ini update *yeayyy* 😀
    Dan semoga kakak author nya cepet sembuh yaa, biar bisa semangat lagi kuliahnya *jiayoo*

    Suka

  6. Hahahaha.. Ariel mah selalu bikin luhan pengen muntah kalo di tempat umum.. Gayaknya imut2 pdhl ngeselin.. Wkwkwk.. Mungkin yg di rasain ariel itu nyaman karna terbiasa. Dan ariel nyebutnya cinta. Hahaha
    Buat luhan cemburu dong.. Kan seru. Ada kim jong lagi..

    Suka

  7. Kayaknya sih ariel dr awal suka luhan..cuma ya dia ragu jg ma luhan..yah kirain bakalan sehun yg nembak ariel..ternyata malah jongin

    Suka

  8. ariel emang msih polos, hrs msih bnyk bljr ttg cinta. tp kayak ny dia ud ktergantungan sm luhan maka ny dia suka d jodohi sm luhan, ckkk…

    a… luhan mlai gunda ni sm prasaan ny sm ariel. jgn2 dia mlai jantu cinta beneran sm ariel… ciieeee….

    Suka

  9. Lama banget chapter 5 muncul , smpe lumutan lohh nunggu nya -_- Ciee luhan cemburu jongin nembak ariel maka nya ngaku aja dahh perasaan lu sama ariel 😀 . Chapter 6 nya jgn lama-lama ya post nya ? Kuota terbatas ntar gk bisa lagi bca chapter selanjut nya . Keep writing

    Suka

  10. Woaahh akhirnya update juga. Hehe
    Ini ff nya bagus banget, mudah buat dipahami alur nya. Trus yaaa cocok buat semua usia lah kalo baca nya. Hehe.
    Fighting!! Buat chap selanjutnya.

    Suka

  11. GEMEESS>_< #pelukluhan
    Arielnya astagaah imut banget :v dia tu lebih ke cuek ya daripada polos /mungkin/ FF nya bagus^^ jarang – jarang nemu couple kayak begini :))) next yaa!! semoga selalu semangat nulisnyaa!!:*:*

    Suka

  12. Ceritanya tambah greget dah.
    Padahal aku berharap kalau yang bakalan nembak Ariel itu si Sehun. Eh ternyata si Jong In. Ditunggu kelanjutannya, dan kalau bisa nanti jangan di protect ya, aku takut nanti diprotect. Soalnya biasanya kalau ff yang bagus dan menarik itu di protect.

    Suka

  13. Terima, terima, terima..
    Ariel terima aja Jongin, biar Luhan cemburu..
    Abis kayanya Luhan datar2 aja ke Ariel, mungkin Luhan masih belum sadar kalo sebenernya dia juga suka sama Ariel kali ya??
    Ditunggu next chapternya ^^

    Disukai oleh 1 orang

  14. Jane yg itu pasti kk trinspirasi sama cast Jane di hormones 2 kan ? 😀 aku yakin bgt pas soojung blg thailand 😀 oke lupakan, ini bagian nya luhan yg cemburu yah ❤ gk sabar dia jawab apa, dri pada banyak cincong mending aku lanjut ke chap 6 lah 😀

    Suka

  15. WOW!!Jonin nembak ariel?gilaa jongin serius dengan kata katanya
    Wah luhan udah mulai suka deh nih sama ariel buktinya dia gitu pas jongin nembak ariel
    Makin penasaran deh sumpah

    Suka

  16. Sumpah aku sukaaaaaaaaaaa bgt ama krya kk, ngga tau lagi aku mau komen apa yg jls aku bacanya ngebut dan ini jg aku begadang mau tidur tpi ngga bisa. Ydh deh aku mau baca ff ini sampe selesai

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s