(Sequel of MWAG Lay’s) Fingers [Chapter 1]

10411757_1030526473654463_672558040107621671_n

Title     : Finger

Genre  : AU, Romance, Sad

Main Cast: EXO Lay as Zhang Yi Xing, Kim Lisa (OC), Lee Jia (OC)

Other Cast : Find by yourself

Rating : 17 +

 

Length : Multi chapter

Auhtor : Chang Nidhyun (@nidariahs)

 

Cover by : leesinhyo @cafe poster

***

Kim Lisa kembali menuliskan beberapa baris kalimat di buku catatannya –catatan jadwal milik Zhang Yixing. Yeah. Sebenarnya ia tidak telalu senang dengan kenyataan bahwa Yixing memiliki jadwal yang kelewat padat di awal tahun ini. Selain membuat waktu kebersamaannya dengan Yixing semakin tergerus, Yixing dan Lisa juga mulai mengenyampingkan soal rencana menikah mereka.

Lisa diam-diam tersenyum kecil. Jadi, ia mulai menyukai Yixing?

“Aku ingin Yixing membuat konser solo di Eropa. Tapi pihak sana belum memberi respon.”

Lisa mengangkat kepalanya dan menggeleng kecil, “Tidakkah kau pikir ini berlebihan? Maksudku, Yixing juga perlu waktu istirahat setidaknya satu sampai dua bulan. Dia hampir tidak punya jadwal kosong,” komentar Lisa setelah selesai mencatat sesuatu di buku catatannya. Kemudian ia memasukkan semuanya ke dalam tas.

“Kau berkencan dengannya, kan?”

Dan Lisa benar-benar hampir tersedak dengan pertanyaan langsung tersebut –bosnya memang hebat membuat orang lain terkejut, “I…itu…”

“Dan kau terkena skandal dengan salah satu artis dari SM Entertaiment, kan?”

Kali ini, Lisa membulatkan matanya –lebih terkejut dari pernyataan lelaki bermarga Min itu. Yeah, jangan berpikiran jika Lisa sekeren atau setenar itu sampai ia perlu repot-repot terkena skandal dengan artis dari agensi besar itu. Masa lalu Lisa memang pernah membuatnya terhubung dengan seseorang yang kini bermahkotakan penyanyi, dan itu semua hanya masa lalu.

“Aku…”

“Salah satu orang dari agensi itu menelponku. Media sudah mengendus namamu. Kau benar-benar menyelingkuhi Yixing dengan artis?”

Lisa mengelengkan kepalanya dengan cepat, “Ti-tidak! Kenapa aku harus melakukannya? Aku juga tidak ada hubungan apa-apa lagi dengannya! Sungguh! Dia mantan kekasihku. Dan itu belasan tahu lalu, sebelum dia menjadi artis besar seperti sekarang. Aku bahkan mengenalnya dengan wajah dekil dan sifat tololnya.”

“Hindari wartawan, Kim. Jika kau masih ingin bekerja disini, hindari skandal tidak penting seperti ini. Kau kira aku tidak tahu berapa banyak teman laki-lakimu?’

Lisa menggigit bibir bawahnya. Ia sama sekali tidak senang dengan teguran yang diberikan oleh atasannya tersebut. bagaimanapun semua ini hanya salah paham. Dan jujur saja, Lisa juga tidak suka nada bicara bosnya soal teman laki-lakinya.

 

***

 

Nama laki-laki itu Jung Yunho. Bukan cinta pertama Lisa, bukan pula pacar pertama Lisa. Lisa dan Yunho bertemu pertama kali sebagai senior dan junior di Senior High School. Saat itu, mereka sama-sama suka akting. Dan setelah beberapa bulan pertemanan mereka berjalan, Yunho menyatakan perasaannya dan mereka berpacaran. Sialnya, Lisa tidak tahu jika pacarnya adalah seorang trainee yang pandai menari dari agensi besar yang menaungi artis sekelas HOT, Shinhwa, atau SES –yeah, saat itu mereka artis besar yang menjejeri musik Korea.

Lisa tetap berpacaran dengan Yunho yang memakai nama panggung U-Know –anggota dari boygroup TVXQ. Dan Lisa masih ingat, ketika ia menyesali ketenaran pacarnya. Karena di awal debut grup kekasihnya, mereka bisa dikatakan sukses besar, terutama dengan kemampuan yang mereka miliki.

Jadwal yang padat, fans yang banyak, dan akhirnya Lisa yang masih berusia belasan tahun –juga Lisa yang gagal menggapai impiannya menjadi seorang aktris dan keluar dari sekolah akting—bertengkar besar dengan Yunho. Dan karena hubungan mereka yang semakin memburuk, akhirnya Lisa meminta mereka putus secara sepihak.

Lisa mendengus panjang saat role film masa remajanya kembali berputar di kepalanya terputar. Ia juga ingat bagaimana akhirnya ia bisa bertemu kembali dengan Yunho di tahun 2008. Lisa sebenarnya berniat untuk berpura-pura tidak mengenal Yunho –ia tidak mau jika Yunho malah membuatnya malu dengan mengabaikan Lisa. Tapi…yeah, siapa sangka jika Yunho yang sedang bersama temans atu grupnya plus beberapa teman artis lainnya malah mengajaknya bergabung untuk makan bersama di sebuah restoran. Sedikit catatan, saat itu Lisa tengah kecewa karena ia tidak lolos masuk ke sekolah tinggi akting dan berniat mabuk sendirian. Tapi ia justru malah bertemu dengan mantan kekasihnya.

Di sana pula ia bertemu dengan Shim Jae Won, mantan penyanyi yang kini menjadi koreografer di agensi yang menaungi Yunho. Lelaki yang membuat Yixing selalu bertanya “Siapa dia?” atau “Kau dekat sekali dengannya, ya?’ bahkan setelah Lisa berkencan dengan Yixing, Yixing sempat bertanya, “Lelaki itu pasti menyukaimu.” Dan lisa tentu akan menjawab jujur, ia memang dekat dengan Jaewon dan lelaki itu memang menyukainya. tapi, seperti yang sering dikatakannya, ia tidak tertarik dengan pria yang hanya ingin berbahagia hari ini. Lisa butuh pria yang memiliki komitmen panjang.

Dan soal skandal yang dibicarakan bosnya, ini bukan kali pertama Lisa terkena gosip yang tidak-tidak. Di tahun 2009, Lisa sempat kedapatan tengah bersama dengan Yunho –sedikit menggerus gosip jika Yunho adalah seorang gay. Dan di tahun 2011 sekali lagi, Lisa terkena skandal yang sama. Hanya saja, baru sekarang namanya terangkat oleh media karena fotonya tahun lalu saat bersama dengan Yunho beredar di internet. Bahkan, nama Lisa juga disebut-sebut pernah menjenguk Yunho yang tengah menjalani wajib militer.

Dan, itu menggelikan. Ya. hanya itu komentarnya saat ini. Menggelikan.

Lisa pun memarkirkan mobilnya dengan tanpa sadar –ia melamun sepanjang perjalanan. Dan tahu-tahu, ia sudah sampai di dekat apartemen Yixing dan segera memarkirkan mobilnya. Seharian ini Yixing hanya mengurung diri dengan pianonya. Kebiasaan buruk yang tidak pernah berubah.

Lisa pun segera turun dengan beberapa kantong makanan di tangannya. Malam ini ia berencana menginap di apartemen Yixing. Ia bisa membayangkan Yixing mengerutkan dahi dengan wajah tidak setuju. Karena itu artinya, Yixing harus rela tidur di sofa dan membiarkan Lisa tidur di kamarnya.

Dan, sesampainya di apartemen Yixing, Lisa langsung tersenyum penuh kemenangan saat mendengar dentingan piano dari ruang tengah. Demi Tuhan. Ini sudah pukul sembilan dan ia belum istirahat?

Yixing masih belum menyadari kedatangan Lisa di dekatnya. Dengan jengkel, ia pun mengacaukan nada piano Yixing dengan menekan lima tuts sekaligus dengan tanagn kanannya. Dan Lisa sama sekali tidak peduli ketika Yixing berteriak frustasi ke arah Lisa.

“Kau gila?! Kau kira apa yang kau lakukan?”

“Kau yang gila. Dan seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan pada tubuhmu?” sahut Lisa sambil lalu dan berjalan menuju sofa. Membuka semua kantong plastiknya dan mengeluarkan semua makanan yang dibelinya.

“Tapi itu membuat musikku rusak!”

“Musikmu sudah rusak sejak tadi. Kau butuh minum dan makan. Kau manusia, bukan komputer. Cepat makan! Aku sudah repot-repot datang kemari.”

Yixing mengerucutkan bibirnya. Ia tidak suka dan benar-benar terganggu jika Lisa sudah datang dan malah menghentikan proses pembuatan lagunya seperti tadi. Benar-benar tidak manusiawi. Namun akhirnya, Yixing hanya menyeret kakinya untuk bergabung bersama Lisa.

“Aku benar-benar merasa kepalaku kosong. Semua nada rasanya berantakkan. Padahal aku ingin membuat sepuluh lagu untuk awal tahun ini. Tapi ini hampir menginjak bulan ketiga, tapi belum sampai setengahnya, aku merasa semuanya kacau.”

Lisa pun menggeser kolanya ke arah Yixing, “Kau bekerja terlalu keras. Libur satu minggumu seharusnya kau gunakan untuk istiarahat,” Lisa berujar lembut. ia sendiri tidak tega jika melihat Yixing bekerja seperti robot, belum lagi bos mereka juga tidak terlalu memikirkan waktu kosong untuk Yixing, “Wajahmu juga kusam sekali, kau tidak lupa mandi, kan?”

Yixing hanya mengedikkan bahu. Kemudian ia pun menerima makanan yang disodorkan oleh Lisa.

“Aku tahu musik sangat penting bagimu, tapi sesuatu yang berlebihan juga tidak bagus untukmu. Kau juga harus mementingkan kesehatanmu,” Lisa masih berceramah panjang, “Aku membawa baju ganti. Besok kita jalan-jalan sebentar, oke?”

Yixing tidak menjawab dan hanya memakan makanannya. Ia tidak terlalu yakin dnegan ajakan Lisa. Tapi Yixing bisa memastikan, Lisa akan berhasil menyeretnya keluar apartemen dan melakukan kegiatan aneh besok.

 

***

 

Lee Jia kembali menegakkan punggungnya, mengikuti intrupsi yang diberikan oleh guru pianonya tadi sore. Ini sudah tiga jam semenjak ia berkutat dengan pianonya. Tidak peduli dengan kakak tirinya yang terus berteriak memprotes betapa berisiknya dentingan piano milik Jia. Dan menurut Chanyeol –kakak tiri Jia, nada yang dibuat Jia sama sekali jelek. Tapi itu justru membuatnya semakin keras kepala untuk bermain piano.

“Demi Tuhan, Jia! Ini sudah malam! Kau tidak mau tidur?” lelaki itu –Chanyeol—terpaksa menegur adik perempuannya yang entah mengapa tiba-tiba terobsesi dengan piano.

“Lalu kenapa kau tidak mengajariku saja?” Jia balik menyerang Chanyeol dengan nada tinggi. Ia tidak mengerti mengapa lelaki jangkung itu lebih tertarik meneriakinya ketimbang membantunya.

Chanyeol pun menyeret kakinya dengan langkah kasar. Kemudian ia pun menekan tuts piano dengan cepat –dan tentunya menghasilkan nada yang indah. Nada yang sejak tadi dicari oleh Jia di pianonya.

Jia terpana saat Chanyeol memainkan nada itu dnegan mudahnya. Seolah ia baru saja memainkan nada do re mi fa so la si do. Sedangkan Jia harus mati-matian mempelajari lagu yang dijadikan PR oleh guru pianonya.

“Kau tahu apa masalahmu? Kau hanya terobsesi, tapi hatimu tidak ada pada musik ini,” dengan kasar Chanyeol mengangkat kertas-kertas di yang ada di atas piano Jia.

“Jika kau ingin lolos ke CM Music, maka kau harus menaruh hatimu pada musik, bukan pada obsesimu menjadi bintang. Kau kira menjadi bintang hanya tentang terkenal dan mendapat uang?”

Jia menahan napasnya. Dan mati-matian, ia juga menahan air matanya gaar tidak jatuh di depan Chanyeol, “Kau tahu kenapa juri memintamu untuk menyetarai Yixing? Karena mereka tahu Yixing dan piano adalah jiwa dan roh. Kau kira Yixing mengikuti audisi dengan standar rendah sepertimu? Tentu saja tidak! Dia hanya mengikuti hatinya. Karena ia berbicara lewat tuts piano, dan bukan tuts piano yang membuatmu bicara.”

Chanyeol pun mengangkat bahu, menarik napas panjang –sedikit menyesal karena telah membentak Jia seperti itu, “Kau juga harus membedakan mana kerja keras dan mana keras kepala. Ini sudah malam. Otakmu sudah tidak fokus. Dan artinya kau keras kepala, bukan kerja keras. Aku bisa menjamin CM Music tak butuh orang keras kepala.”

Dengan malas, Chanyeol pun meninggalkan Jia sendiri di ruang tengah. Dan sekali lagi, Jia menangis malam itu –setelah sebelumnya ia juga menangis karena tidak bisa menguasai satu lagu yang diinginkannya.

Demi Tuhan. Ia hanya ingin bisa memainkan piano dengan baik. Menjadi dirinya lewat piano. Dan sayangnya, semua orang tidak pernah mencoba melihat ketulusannya dan hanya berpikir Jia terobsesi dan semacamnya.

 

To be continued…

 

The borring story xD LOL

Iklan

8 thoughts on “(Sequel of MWAG Lay’s) Fingers [Chapter 1]

  1. tidaaaakkkk….. aduh aduududuuuhh…
    lisa dan yixing, aku berharap ga ada kendala buat rencana menikah mereka. aku berharap mereka bisa hidup bahagia, aku berharap mereka ga terpaku sama masa lalu mereka T.T
    ko malah sedih yah? :v
    aku berharap mereka hidup bahagia, tanpa ada hambatan darj mantan-mantan kekasih mereka.
    aku berharap atasan lisa pun merestui hubungan mereka.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s