[Sequel of Married with a Gay Kri’s] Somewhere Only We Know (Chapter 2)

somewhere-only-we-know-nidhyun

Title     : Somewhere Only We Know

Genre  : AU, Romance, Marriage Life, Sad

Main Cast: Kris Wu as Wu Yi Fan, Anastasia Chu as Ju Fei, Henry Lau

Other Cast : Find by yourself

Rating : 17 +

Length : Multi chapter

Auhtor : Chang Nidhyun (@nidariahs)

Cover by : Zesavanna @saykoreanfanfiction

***

“Aku terus mencintaimu tiada henti. Kau kira hanya karena kau seorang gay maka aku akan terluka seumur hidupku? Aku sudah terluka sepanjang aku mencintaimu, Kris!”

Kalimat itu terus berputar di kepala Wufan selama jalannya makan malam yang telah ia janjikan dengan Lyn Huang –tunangannya. Dan ini yang membuatnya selama ini enggan untuk terus bersama dengan Fei, karena ia tahua kan ada lebih banyak lagi luka yanga kan ia berikan untuk gadis itu.  Dan yang membbuat hati Wufan tidak nyaman semalaman ini, karena dengan mata kepalanya sendiri, ia kembali membuat Fei menangis.

Fei satu-satunya sahabat yang ia miliki saat ini. Dan sekali lagi, ia membuat Fei akan menjauh dari hidupnya –bahkan lebih dari itu, Fei layak meninggalkan Wufan sendiri saat ini.

“Kau tidak terlihat baik-baik saja, ada masalah?” suara Lyn berhasil menarik perhatian Wufan. Dengan nada sumbang, Wufan pun menarik sudut bibirnya ke arah Lyn.

“Tidak ada. Mungkin aku sedikit kelelahan,” sahut Wufan bohong –ia tidak pernah merasa kelelahan kecuali ia pulang lebih cepat atau memiliki waktu kosong yang banyak. Karena baginya, sendiri dan merasa kesepian adalah sesuatu yang bisa membuatnya lelah tanpa alasan.

Lyn pun mengangguk pelan dan kembali menyantap pesanannya. Ia pun menegakkan punggungnya dan mencoba membuka topik, “Kupikir, karena kau bukan orang biasa, kau akan menolak perjodohan ini, atau setidaknya kau berkilah kau sudah memiliki kekasih. Tidak akan ada yang kecewa karena hubungan kita, kan?”

Ya. inilah yang selama ini ingin Lyn tanyakan pada Wu Yi Fan –soal alasan ia menerima perjodohan mereka dan sama sekali tidak berkomentar tentang rancangan pernikahan mereka yang dibuat secepat mungkin. Bahkan lebih dari itu, seharusnya Wu Yi Fan sudah tahu jika pernikahan ini juga demi perusahaan orang tua mereka. Dan Lyn sempat berpikiran jelek mengenai Wufan setelah alasan terselubung ini terkuak –tapi nyatanya Wu Yi Fan malah tak pernah membahas apapun soal perusahaan, atau apapun yang berkaitan dengan hal itu. Mereka benar-benar bertukar pikiran mengenai kegiatan masing-masing.

Wufan tentu saja sempat terganggu dengan pertanyaan ini –tubuhnya bahkan sempat menegang setelah Lyn menyelesaikan ucapannya. Namun dengan cepat, Wufan menguasai dirinya dan menjawab, “Justru karena aku masih belum memiliki kekasih akhirnya ibuku mengambil jalan pintas seperti ini,” Wufan dan Lyn pun terkekeh secara bersamaan, “Yah…intinya aku tidak peduli dengan alasan apa di balik pernikahan kita nanti. Aku hanya bisa menjalaninya. Kau sendiri tidak punua kekasih, Lyn?”

Lyn tersenyum kecil dan menggelek kecil, “Aku belum terpikirkan tentang memiliki pasangan atau semacamnya. Sebagai freelancer dalam bidang fotografi, aku lebih suka berkeliling ke berbagai negara dan menjepret apapun yang aku temukan. Tapi kupikir, aku tertarik padamu sejak awal. Karena aku berniat untuk menolak perjodohan ini jika aku tidak tertarik dengan lelaki yang akan dijodohkan denganku,” Lyn pun menarik napas panjang dengan senyum yang belum hilang dari sudut bibirnya, “Tapi kau lebih menarik dari yang aku pikirkan.”

Dan Wu Yifan kembali digerogoti rasa bersalah yang besar. Ia pun mencengkram gelas yang dipegangnya, kemudian meneguk pelan minumannya, “Satu-satunya tujuanku menikah adalah memiliki anak. Penerus untuk keluargaku, untuk perusahaan yang telah dibangun oleh kakekku,” Wufan tidak menyadari jika Lyn sempat mengerutkan dahinya, “Oya, bagaimana jika lau tidak bahagia denganku saat kita menikah nanti? Kau akan meninggalkanku?”

Aneh. Itulah yang terpikirkan oleh Lyn ketika Wufan membicarakan soal pernikahan mereka. Tapi Lyn tidak ingin pikirannya berkelakar jauh, “Aku dan kau adalah tiang sekaligus pondasi dalam hubungan ini. Kupikir, jika kita menjalaninya bersama-sama, semuanya akan baik-baik saja.”

Ya.wufan selalu berharap mereka akan baik-baik saja. hubungan mereka, pernikahan mereka, rencana mereka, keinginan keluarga mereka, juga…Ju Fei.

 

***

 

satu bulan kemudian, akhirnya Wu Yi Fan dan Lyn Huang resmi menikah. Wufan merasa perjalanan mereka menuju pernikahan ini begitu cepat, Wufan bahkan tidak memiliki rencana apapun setelah pernikahan ini –Wufan bahkan tidak yakin apakah ia bisa melewati semuanya dengan baik setelah ini.

Dan masalah terbesarnya yang lain, Fei tak pernah muncul kembali di kehidupan Wufan. Wufan tahu ia terlalu egois jika ia berharap Fei masih akan bertahan di sisinya dengan apa yang terlah terjadi –atau bahkan sampai  datang ke pernikahannya. Tapi semua ini lebih terasa tidak normal setelah ia gagal meghubungi Fei.

“Kau baik-baik saja?” tubuh Wufan langsung menegang ketika Lyn memeluk tubuhnya dari belakang. Saat ini mereka berdua tengah berada di balkon kamar hotel mereka –pernikahan telah selesai sejak empat jam lalu. dan setelah menyelesaikan serangkaian acara, akhirnya Wufan dan Lyn sampai di  hotel yang telah dipesan oleh kedua orang tua mereka.

Wufan pun berbalik dan menarik Lyn agar berdiri di hadapannya, kemudian kini ia yang memeluk Lyn dari belakang sambil menatap ke arah pemandangan malam kota Guangzhou. Wufan mungkin harus membiasakan dirinya mulai sekarang –atau ia harus mengatakan kebenaran pada Lyn.

“Aku hanya sedikit gugup hari ini. Aku…tidak percaya aku sudah menikah.” Wufan tidak sepenuhnya berbohong. Ia masih merasa gugup dan juga tidak percaya –ia menikah hari ini. Dan sekarang, ia baru saja memiliki sebuah keluarga baru yang berlandaskan komitmen.

Lyn pun menyentuh tangan Wufan yang melingkar di pinggangnya, “Aku juga. Menikah cepat, memiliki ikatan, membuat komitmen, itu di luar rencanaku. Aku tidak tahu jika itu orang lain, tapi karena orang yang membuat komitmen itu adalah kau…aku tidak punya keraguan apapun lagi.”

Wufan pun tersenyum canggung, “Kau terlalu kentara mnunjukkan perasaanmu, Nona Huang.”

“Kupikir aku tidak perlu merahasiakan apapun lagi di depanmu, bukan begitu?”

Wufan semakin mengeratkan lingkaran tangannya di pinggang Lyn. Ia berharap kegugupannya akan menguap. Ia merasa bersalah dan merasa tidak nyaman secara bersamaan. Ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan setelah ini –Wufan sangat berharap bisa terbuka seperti yang dilakukan Luhan pada Ariel di awal pernikahannya. Tapi gadis ini adalah Lyn Huang. Pernikahan mereka juga bukan pernikahan yang memiliki syarat seperti pernikahan Luhan. Dan di saat seperti ini, akhirnya Wufan menyadari…ia membutuhkan sosok seperti Fei yang tidak akan mempermasalahkan kekurangannya saat ini.

 

***

 

“Tidak perlu repot-repot, aku tahu kalian begitu sibuk dengan keluarga kalian. Ugh, betapa menyedihkannya menjadi lajang sendirian di keluarga. Aku penasaran, apa Whitney akan menikah dalam waktu dekat juga dan membuatku menjadi benar-benar lajang di dalam keluarga?” Henry menyahuti telpon dari keluarganya di Toronto –Clinton dan Ariel beserta istri dan suami (juga bayi mereka). Hari ini, ia resmi pindah ke New York setelah salah satu rumah sakit di sini menerimanya sebagai dokter tetap setelah salah satu temannya merekomendasikan agar ia bekerja di New York.

Henry sebenarnya tidak perlu repot-repot untuk pindah ke USA dan memulai pekerjaannya di sana. Karena nyatanya, tempat kerjanya yang lama pun sudah memenuhi kriteria yang Henry butuhkan. Tapi karena setelah masalah yang terjadi di antara adik-adiknya –Whitney, Ariel, dan suami Ariel—Henry pikir ia perlu menjernihkan rasa stressnya yang dimulai dengan tempat baru.

Dan Henry pikir, New York tempat yang cukup tepat –setelah sebelumnya ia mempertimbangkan Boston untuk didatanginya.

“Oya, jika kalian mengadakan pesta kalian harus mengundangku. Apalagi jika keponakanku mengadakan pesta ulang tahun. Aku akanterus merecoki kalian agar kalian mengingatku,” Henry masih berjalan di koridor rumah sakit dengan sebelah tangan masih memegangi ponsel. Hingga percakapannya harus terhenti ketika seorang perawat menjedanya, “Sudah dulu, ya. dokter tampan ini harus mulai bekerja. Titip salamku untuk Judy, juga sikembar Kevin dan Aleyna.”

Kemudian Henry pun mengikuti perawat yang tadi menjedanya, dan menerima beberapa dokumen mengenai pasien yang menurut perawat tersebut akan menjadi pasiennya mulai saat ini. Depresi, skizofrenia, gangguan bipolar, dan…koma? Henry mencoba membaca ulang data mengenai pasien yang dinyatakan koma tersebut. Anastasia Chu.

“Ini jadwal praktek Anda. Dimulai sejak besok pukul sepuluh pagi. Dan dokter kepala bilang, jika ada sesuatu yang Anda butuhkan atau ingin Anda tanyakan, Anda bisa menemuinya. Dan dokter asisten Anda…”

“Aku disini!” teriak seorang perempuan dengan rambut pirang terang dengan mata sipit. Henry terkekeh geli. Bagaimana bisa ia ditakdirkan bekerja dengan sesama orang berdarah Asia?

“Maaf aku terlambat, Cath. Kau tahu alarmku tidak nyala semalam! Dan itu benar-benar membuatku hampir gila…” Henry hanya mengerutkan dahinya saat gadis itu mulai berkelakar panjang tanpa mempedulikan napasnya yang masih tersenggal. Kemudian, ia pun cepat-cepat menghadap ke arah Henry, kemudian mengulurkan tangannya dengancepat, “Namaku Yuko Oshima. Kau bisa memanggilku Yuko. Dan namamu…”

“Henry Lau, Henry…” Henry pun menjabat tangan gadis itu. Rupanya perempuan Jepang, Henry membatin.

Yuko pun tersenyum lebar, “Senang bisa bekerja denganmu, dokter Henry.”

Dan setelah ini mungkin Henry harus menlpon Ariel dan menceritakan kejadian lucu hari ini –bahwa ia bertemu dengan seseorang yang lebih cerewet daripada dirinya. Dan perempuan itu adalah perempuan Jepang. Yuko Oshima.

 

***

 

“Namanya Anastasia Chu, atau Ju Fei. Tapi ibunya mengganti semua data Ju Fei dengan nama Inggrisnya. Dia mengalami kecalakaan tunggal 40 hari yang lalu di Cina. Tepatnya ketika ia melakukan perjalanan dari Beijing menuju Hong Kong. Banyak yang berspekulasi dia mencoba melakukan bunuh diri. Tapi dari keterangan polisi, kecelakaan tunggal ini terjadi karena Nona Chu sedikit mabuk saat menyetir. Dia koma selama satu bulan. Dan seminggu lalu dia akhirnya sadar, meskipun…dia tidak mau bicara,” jelas Yuko pada Henry. Saat ini mereka tengah berada di depan kamar inap pasien bernama Anastasia Chu.

“Tidak mau bicara?”

Yuko mengangguk cepat, “Nona Chu mengalami shock dan depresi. Kemungkinan besar dia mengalami masalah berat saat berada di Cina sebelum kecelakaan itu terjadi.”

Henry pun mengangguk kecil, “Dia mau melakukan terapi pemulihan, kan?” tanya Henry sambil membaca data mengenai Anastasia.

“Ya. dia menjalani semuanya. Tapi ia selalu diam seperti sekarang.”

Henry pun mengangkat kepalanya dan menatap gadis yang tengah duduk sambil menatap kosong ke arah jendela. Henry pun menghela napas panjang. Yeah, ini bukan kali pertama ia bertemu dengan kasus seperti ini. Bahkan ia melihat ayahnya pernah seperti ini saat ibunya nmemutuskan untuk bercerai dan kembali ke Beijing. Kenangan tua.

Henry menggeleng keras. Ia tidak bisa memutar kenangan lamanya saat seperti ini. Meskipun alasan terbesarnya memutuskan untuk menjadi dokter dalam bidang kejiwaan karena kejadian yang menimpa ayahnya, namun ia tidak bisa jatuh terluka dalam kenangan lamanya.

Semua anggota keluarganya telah memulai kehidupan baru mereka –ibunya dengan pianonya, Clinton dengan keluarganya, Ariel dengan keluarganya, dan Whitney dengan profesinya….juga dengan kekasih barunya, dan Ayahnya dengan kehidupan tenangnya di Niagara. Yeah, semua sudah mendapatkan kebahagiaannya. Saatnya untuk Henry bangkit dan memulai kehidupan barunya juga.

 

***

 

“Jadi Wu Yi Fan telah menikah?” tanya Laura Terrel –ibu Fei—pada salah satu bawahannya.

Pemuda berusia 30 tahun itu mengangguk pelan, “Ya. Nona Ju kemungkinan besar mengalami kecelakaan setelah bertemu dengan Wu Yi Fan di Beijing. Ia menyetir sendiri saat melakukan perjalanan. Dan sebelum kecelakaan terjadi, ia memang sempat pergi ke salah satu bar untuk meminum beberapa gelas wine. Undangan pernikahan sahabatnya tersebut ditemukan di mobil yang dikendarainya. Dan menurut sekretaris Nona Ju, Nona Ju memang kembali berhubungan dekat dengan Tuan Wu semenjak ia pindah ke Hong Kong.”

“Kapan pernikahan itu dilangsungkan?”

“10 hari lalu. dan Tuan Wu masih sering menanyakan keberadaan Nona Ju pada perusahaan Hong Kong. Dan sesuai dengan perintah Anda, kami semua menutup akses informasi mengenai Nona Ju.”

Laura mengeratkan pegangannya pada gelas koktail di depannya. Ia tak habis pikir bagaimana bisa putrinya yang kuat justru hancur karena seorang pemuda masa lalaunya. Dan yang membuatnay semakin terpukul, Laura sama sekali tidak tahu jika putrinya datang ke Hong Kpng demi pemuda yang diakuinya sebagai sahabat…entahlah. sebagai seorang ibu, laura tidak buta dengan perasaan yang dimiliki Fei pada laki-laki yang dipanggilnya Kris tersebut. Laura bahkan tahu jika lelaki itu sempat diterpa rumor bahwa ia seorang gay. Namun karena ia berasal dari keluarga tidak biasa dengan menjunjung kehormatan juga adat, tentu saja rumor itu bisa terpatahkan. Terutama setelah lelaki yang selalu dio=rumorkan dengan Kris telah manikah.

“Apa Fei melakukan kerja sama dengan perusahaan Kris?” tanya Laura lagi dengan suara setenang mungkin.

“Tidak ada. Hanya saja, tahun lalu Nona Ju pernah melakukan kerja sama dengan perusahaan Tuan Xi Luhan. kerja sama itu berlangsung lima bulan dan telah berakhir. Namun ada beberapa data jika Nona Ju menaruh investasi di perusahaan Tuan Wu dan…”

“Cabut semua itu.” Tegas Laura.

“Ya?”

“Cabut semua hal yang berhubungan dengan Luhan maupun Wu Yi Fan. Dan untuk perusahaan di Hong Kong, aku akan melakukan rapat khusus untuk pemilihan direktur. Juga, buatkana ku jadwal untuk bertemu dengan Wu Yi Fan di Guangzhou.”

 

***

 

Lyn kembali membasuh wajahnya dengan sedikit kasar. Lyn harap, dengan begitu semua prasangka buruknya pada Wufan bisa ikut terbasuh dan pikirannya kembali berubah jernih seperti saat ia pertama kali bertemu dengan Wufan.

Yeah, ini bukan karena bersikap buruk atau apa. hanya saja, Lyn tidak terlalu nayaman saat Wufan tidak menyentuhnya di malam pertama mereka –yeah, mungkin ini tidak perlu dibesar-besarkan. Wufan memberikan respon baik ketika mereka berciuman…yeah, ini agak tabu, sih untuk terus dipikirkan. Toh keesokan harinya semua kembali normal. Mereka berbicara normal dan menghabiskan waktu yang menyenangkan untuk bulan madu mereka.

Hanya saja, Wufan terus memegang ponselnya. Terus menelpon seseorang yang Lyn tidak tahu siapa. Dan yang membuat Lyn gusar, Wufan juga terlihat gelisah semenjak semalam –saat seseorang yang entah siapa menelponnya dan menurut Wufan, orang itu adalah kenalannya di Amerika.

Bahkan, Wufan meninggalkannya sendiri di kamar hotel saat ini. Ingin mencari udara segar katanya, meskipun Lyn yakin Wufan hanya mencoba untuk menghindari pembicaraan inid engan Lyn.

Lyn pun mendengus kasar. Ia pun mengambil handuk untuk mengelap wajahnya dan berjalan menuju ranjang, mengambil baju hangatnya. Ia ingin menyusul Wufan. Meskipun ternyata Wufan orang yang tertutup dan tidak mudah untuk disentuh kehidupannya, tapi setidaknya Lyn berusahan untuk berada di sisinya. Setidaknya untuk saat ini.

 

***

 

Wufan kembali menelpon sekretaris pribadi Fei yang mengatakan bahwa Fei kembali ke Kanada dan tidak ingin dihubungi. Entah gadis itu yang membohongi Wufan, atau semua ini memang sudah direncanakan oleh ibu Fei, karena tiba-tiba saja Laura Terrel –wanita berdarah Cina-Belanda itu meminta bertemu dengannya seminggu lagi di Guangzhou.

Hal ini menambah ketidaknyamanan Wufan. Ia yakin ada yang tidak beres dengan Fei sampai ia harus kembali ke Calgary –bahkan ibu Fei alias Nyonya Terrel sampai ingin bertemu dengannya. Wufan langsung bisa menarik kesimpulan bahwa ada masalah serius.

Tidak diangkat. Wufan mendengus frustasi dan memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya. Ini salahnya. Harusnya sejak awal ia tidak perlu memberi sambutan hangat saat Fei datang ke Cina untuk bertemu dengannya. Harusnya sejak awal Wufan sadar, jika keberadaannya hanya akan membuat Fei semakin sulit.

Wufan pun memasuki sebuah kafe dan memesan secangkir kopi. Biasanya ia akan memesan minuman beralkohol. Namun ia tidak ingin membuat istrinya tidak nyaman jika ia sampai mabuk –ah! Bahkan Wufan melupakan Lyn.

“Yifan?”

Wufan mengangkat kepalanya dan mendapati seorang pria dengan topi fedora tengah menatap ke arahnya. Belum sempat Wufan menjawab, lelaki itu langsung tersenyum lebar dan menjabat tangan Wufan dengan semangat. Wufan pun balas tersenyum ke arah lelaki itu, Huang Zi Tao. Salah satu orang yang pernah berkencan dengannya.

“Kau sendirian? Bukankah seharusnya kau berbulan madu sekarang? Mana istrimu?” tanya Tao –begitulah Wufan memanggilnya—sambil menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Wufan. Tao tahu perihal pernikahannya. Dan ia juga yang menyarankan Wufan untuk memberi tahu Fei mengenai pernikahan Wufan…meskipun ia menyesali saran Tao sekarang.

“Dia di kamar. Aku butuh waktu sendiri,” sahut Wufan dengan nada tidak semangat, “Kau sendiri? Kenapa kau ada disini? Kau tengah berlibur di Macau juga?”

Tao mengedikkan bahunya, “Bertemu klien. Aku ingin menyelesaikan semua urusanku di Cina sebelum pindah ke Paris.”

“Kau benar-benar akan pindah?”

Tao mengangguk yakin, “Aku ingin memulai semuanya dari awal. Hidupku, karirku, semuanya. Aku tidak ingin terkekang lagi.” dan itulah Huang Zi Tao. Seorang gay yang ingin membebaskan dirinya dari kekangan keluarga yang beranggapan bahwa Tao harus mengikuti tradisi keluarga. Dan Tao yang menghabiskan masa remajanya di California memiliki pemikiran berbeda –ini hidupnya dan ia membutuhkan kebebasan.

“Ah, bagaimana hubunganmu dengan Fei? Kupikir semuanya tidak baik-baik saja sejak kecelakaan itu.”

Tubuh Wufan langsung menegang saat mendengar pertanyaan aneh Tao, “Siapa yang mengalami kecelakaan?”

Tao mengerutkan dahinya. Aneh. Seharusnya Wufan tahu soal kecelakaan Fei. Bahkan bibinya ikut menjenguk Fei yang sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Hong Kong, “Kau tidak tahu? Fei mengalami kecelakaan sebulan lalu. dia bahkan mengalami koma dan dipindahkan ke USA oleh ibunya. Jangan bilang kau bertengkar hebat dengannya sampai kau tidak tahu soal ini.”

Dan selama beberapa saat, Wufan merasa kepalanya pusing. Tidak ada suara apapun yang menyentuh gendang telinganya. Ia hanya bis amendnegar ucapan Fei terakhir kali. Tidak mungkin Fei kecelakaan. Semua orang tidak mengatakan apapun. Bahkan Wufan sudah menghubungi ponselnya, juga perusahaannya berkali-kali. Dan tak satupun mengatakan bahwa Fei kecelakan.

Tao langsung memegang tangan Wufan. Wufan tidak terlihat baik-baik saja, “Kau tidak apa-apa? kau benar-benar tidak tahu soal ini?”

Ya. ia tidka tahu. Dan kesadarannya baru saja kembali…

“Kau bilang, Fei koma? bagaimana bisa ia kecelakaan? Aku sudah menghubunginya berkali-kali, dan…” Wufan menghentikan ucapannya. Ia mencoba menenagkan dirinya sendiri. Ini gila. Ini benar-benar gila, “Fei…baik-baik saja, kan?”

 

Dan tanpa Wufan sadari, sejak tadi seorang gadis mematung di belakangnya dengan jarak satu meter. Lyn tadinya ingin mengejutkan Wufan yang terlihat tengah mengobrol dengan seorang lelaki yang Lyn yakini adalah temannya. Tapi setelah melihat bagaimana reaksi yang ia berikan saat mendengar informasi tentang orang bernama Fei –yang Lyn tidak kenal—Lyn yakin, Wufan terlihat tidak baik-baik saja karena seseorang bernama Fei itu.

Dan pikiran terburuk akhirnya mendera Lyn. Suaminya memiliki seseorang…

 

-to be continued-

 

My mood is too bad. So, this story is bad too, sorry :^(

Iklan

15 thoughts on “[Sequel of Married with a Gay Kri’s] Somewhere Only We Know (Chapter 2)

  1. Kesian sm fei.. Kupikir yifan pd akhrny dia milih fei n ga jd nikah sm istriny skrg..
    Tp tnyata keadaan ga sesuai dgn pengharapanku..
    Smoga fei cepet sembuh n bs segera Move on n Move up kembali..
    Smoga yifan jg bs mencintai istriny dgn sepenuh hati.. Amin

    Disukai oleh 1 orang

  2. haduh part 1 dan part 2 masih sedih malah makin sedih feinya 😦
    duuhh berharap henry yg merubah fei,aku penasaran sama arel dan luhan kok udah punya anak lagi yg kembarkah?? duuhh pensarana sama ariel dan luhan thor..

    Suka

  3. Gaaak nyangkaaa. Kris jadi nikah sama Lyn. Fei kecelakaan ? Gimana keadaannya ? Lupakah pada Kris ? Kapan dong Kris bakalan cinta sama Fei 😥

    Suka

  4. hemmmm, akhirnya lanjutan cerita ini nongol juga.. kasian kan Fei T.T kecewa banget pas tau Yifan nikah sama orang lain. arghhhhh.. ditambah Fei yang koma T.T ohmygod.. nyesel kan YiFan? bete da.

    Suka

  5. secepat itukah? T.T kris sama lyn udah nikah. hati ku nyesek T.T

    huwaaaaaaaa…… #lebay
    kasian sama ju fei. aduh, aku ga tau selanjutnya siapa yg berubah. entah kris yg udah move on dari gay nya atau fei yg ga terima dgn masa lalunya T.T hiks hiks..

    semoga kris cerai. :v

    Suka

  6. Cerita MWAG the series sling berhubungan y..cm nebak sih tp kynya ada perbedaan waktu antara ketiganya…wah ide ceritanya keren…pkonya kutunggu cerita u..
    Tp lnjut smpe slesai y..lm gak pa2 deh asal selesai..
    Mkasih sebelumnya

    Suka

  7. Kak nindarr lanjut ya ka lanjutin. Di tunggu. Ceritanya complicated banget. Kasian sama feyyy 😭😭😭. Di tggu juga lanjutan love story. Dark love. Just one 😁😁😁✌✌✌ semangat terus ya kakkk 💪💪💪💪💪

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s