26

[Lu’s Birthday] Reloaded – Confession

hqdefault

“Jadi, Hyung jatuh cinta lagi padanya?”

“Tentu saja,” Luhan sedikit tersenyum sambil mengangkat gelas Americano-nya, “Aku akan jatuh cinta lagi pada Haneul jika aku tidak mencintai Ariel.”

Sehun pun tertawa keras mendengar jawaban Luhan, “Ah…Hyung dan Ariel tidak bisa dipisahkan rupanya. Aku jadi ingin cepat-cepat punya kekasih,” ujar Sehun yang dibalas senyuman oleh Luhan.

“Seseorang yang kubutuhkan sudah ada pada Ariel, bonusnya kami saling mencintai. Meskipun dia ceroboh, tertutup, dan misterius, tapi aku pikir itu tidak menjadi masalah. Aku tidak butuh siapapun selain dia untuk saat ini.”

Sehun mengangguk setuju, “Kai juga berkata begitu. Semenyebalkan apapun seorang Ariel, tapi Ariel tipe yang selalu mudah dirindukan.”

Baca lebih lanjut

Iklan
25

[Lu’s Birthday] Reloaded – 2 (It Happens To Be That Way)

12548913_1154256464614796_9052720412831343945_n

“Apa menurumu aku putus saja dengan Luhan? Maksudku…sejak awal, aku sebenarnya tidak bermaksud untuk berpacaran. Aku tidak suka berpacaran lama-lama tapi akhirnya kampi putus dan memiliki kenangan singkat yang berakhir buruk. Aku agak buruk untuk menyerap memori hitam, dan aku tidak siap jika memori hitam itu adalah Luhan. Dan lagi…Luhan sepertinya tidak berpikir untuk menikah dalam waktu dekat ini. Padahal, aku menerimanya dulu karena kupikir dia memiliki rencana untuk menikah. Ah! Harusnya aku mendekati laki-laki Indonesia saja! Mereka semua selalu berpikiran matang bahkan meskipun mereka baru berusia 25 tahun!” pekik Ariel dengan nada frustasi –dan semua kesadarannya langsung kembali ketika Emma memukul kepala Ariel dengan sangat keras.

Baca lebih lanjut

22

[Lu’s Birthday] Reloaded – 1

hqdefault

Dulu, saat Luhan masih berstatus sebagai mahasiswa semester kedua kedokteran di Universitas Nasional Seoul, Luhan pikir ia tidak bisa memulai sebuah hubungan percintaan semacam berpacaran, atau yang lain. Well, salahkan mantan kekasihnha yang begitu Luhan cintai, lalu kemudian menorehkan kepahitan ketika hubungannya harus berakhir dengan pertengkaran hebat seusai ujian akhir semester Luhan. Tadinya, ia ingin memberi kejutan pada gadis itu, sekaligus merayakan kenerhasilan nilainya yang mencapai target. Tapi ternyaya Luhan justru disambut dengan kata ‘putus’ juga rasa bersalah karena telah membuat gadis yang pernah ia cintai itu menangis.

Luhan begitu sibuk sampai tidak tahu kesulitan kekasihnya.

Luhan terlalu berkutat dengan kuliahnya sehingga ia luoa bahwa ada seseorang yang membutuhkan dirinya.

Baca lebih lanjut