1

Get Well Soon My Little Brother…

tiap pulang sekolah, Fathan S biasanya langsung ngajakin main motor sama nada khas-nya, udah gitu kita main mungga dan nonton Indosiar…
tiap jumat kita liatin EXO, 2NE1, Super Junior, belakangan ini lagi seneng Red Velvet, kan? ayo kita joget lagu Happiness lagi!
Fathan biasanya pengen nonton Masha, kambing, mc.quen, spongebob, ayo nonton lagi ~~
Fathan juga seneng main game masha, kan? ayo nambah level! kita udah di level akhir!
kita juga biasanya loncat-loncatan di kasur, Fathan yang naikin selimut, entar kakak dorong-dorong…ayo lagi ~~~
kita bertiga The HS seneng banget kan main bertiga di ruang tamu, ayo lagi….
Fathan juga seneng ngitung, harusnya kita mulai belajar tambah-tambahan…
Fathan juga udah lancar huruf hijaiyyah nya, harusnya Fathan isi jawaban di game tablet sendiri!
Fathan seneng nonton Mamah Dedeh, kan? nyanyi insyaallah, nyebut subhanalla, astagfirullah dan berdoa udah adzan, lagi ~~~~

makanya cepet pulang sayang…cepet sembuh…kakak emang gak bisa ngapa-ngapain selain berdoa buat Fathan…buat mamih papih juga yang kuat ya heart emotikon

kita The HS yang super alay, harus ngeramein lagi rumah 231!

<3Nidhyun Lu-SehunDerManOh-ThunThun♥
Nidariah Salsabilah HS, Rabbani Toyyibah HS, Fathan Syakib HS
WE’RE THE HS!!!

— bersama Fathan S dan 2 lainnya.

8

I’m….

 

tumblr_o09955licl1s85omoo1_500 (1)

 

I’m just a freak girl, with a high dream. Someone who loves Kyuhyun and Luhan. A Kpop Fans, and really loves history of Tiongkok, and really likes Confusius. And my hobbies are writing, reading, watching, and sleeping.

WordPress : https://xiaohyun.wordpress.com / @nidariahs

Weibo : Nidhyun

Path : Nidhyun / @nidariahs

Line : Nidhyun / nidariah

Ask.fm : http://ask.fm/nidariahs /Nidhyun

Instagram : Nidhyun / @nidariahs

FB : http://www.facebook.com/nidariah / http://www.facebook.com/nidariah14

Twitter : @nidariahs

 

 

 

1

A

“A”

Written by Chang Nidhyun

Sebuah nama…
sebuah cerita…

Sebuah untaian kisah yang hanya terdapat aku yang berpetualang,

sebuah dunia,  dimana titik-titik objeknya melebur dan menyakitkan.

Sebuah lagu, dimana nada-nadanya hanya merindukan 2 musim,
musim panas dan dingin.

Sebuah puisi, terdapat bait-bait yang bernyanyi romantis,
mereka ingin menyaingi gerimis sore kita,
dan mentari menyengat kita,
jalan setapak yang dapat ku denggar langkah kakimu.

Sebuah airmata, dan dia masih bersembunyi di balikmu,
tapi kurasa kau tahu dia sedang menyerangmu.

Sebuah senyuman, bahkan lengkungannya lebih indah dari baris pelangi.

Sebuah warna,
seandainya warna paling suci adalah putih, maka warnanya putih,
seandainya warna paling manis adalah merah muda, maka warnanya merah mudah,
seandainya warna paling gelap adalah hitam, maka warnanya hitam.

Sebuah pena, ia terus berlari di tiaptiap kertas,
mengungkapkan bahasa hati yang tak tersentuh lidah.

Sebuah buku, aku dapat mengenang banyak baris-baris itu,
meskipun kau tak disana dan tak membukanya.

Sebuah harapan, benang-benang rapi itu terajut kusut,
tetapi tetap bertahan.

Sebuah ruangan, dimana ku dapat berlari kesana,
meskipun tak dapat melihatmu.

Sebuah film, terlalu sering ku tonton ulang,
untung kau tak bosan.

Sebuah drama, kebohongan nyata yang selalu kupertahankan.

Sebuah hujan, dimana aku dapat berlari padanya dan melihat bayangmu.

Sebuah bintang, kamu. Itu kamu.
dan hatiku melebur di antara bahagia dan terluka.

Sebuah mimpi, yang hanya terjamah lewat harapan kosong.

Sebuah rindu, dan embun-embun itu membasahi jendela hatiku,
perih, tapi semakin kuhapus, semakin menebal.

Sebuah cinta, dimana tertulis namamu setelah kata cinta.

Jika kau kebohongan, kuharap kenyataannya kau bukan kebohongan.
tapi jika memang baris kita,
yang kuatasnamakan harapan dan hanya aku yang memiliki,
itu berwarna hitam,
bahkan buntu sebelum ku potret,
dan tersimpan jadi kenangan,
maka aku akan berhenti di stasiun ini,
membiarkan salju menghapusku dalam angan ‘kita’.
dan berdoa cahaya di depan sana adalah kenyataan,
melambai tua padamu namun tetap tulus.

Sebuah bahasa, yang hanya digunakan oleh hati bertuntun takdir.

Sebuah nama,

Sebuah cerita,

Seseorang yang kurindukan di tengah hujan,

Seseorang yang ku temui di langit malam,

Seseorang yang kutunggu langkah kakinya,

Seseorang yang kucintai,

Walaupun mungkin cinta itu hanya sebuah mimpi.

Sebuah nama,
sebuah cerita,
dan kamulah nama yang merangkai cerita itu.

Garut, 05 Juli 2013, 11:48PM

1

The Way To Break Up

The Way To Break Up

A story by Chang Nidhyun

Ooo

Microsoft Office Word

Do you want to save the changes to Document?

YES-NO-CANCEL?’

2 kali aku melakukan kesalahan yang sama, tepat saat aku akan menyimpannya, tiba-tiba saja jariku mengarahkan panah di layar komputerku ke icon NO. dan semua itu diluar kesadaranku.

Aku termenung. Dengan tulisan yang sama, tentang aku yang mengurai helaian hatiku yang pelan-pelan kubuka untuk tidak mengusik luka yang lain disudut hatiku, malah aku mengusiknya dengan kemarahanku. Dan aku melakukannya lagi.

Cursor dihadapanku mungkin mentertawakanku, aku bodoh. Sangat bodoh. Dan aku tahu, cursor itu tahu sedikit rahasiaku yang sangat ingin melanjutkan part ke-26 dari tulisan berjudul ‘Him’ itu. Tapi untuk saat ini, terlalu banyak titik-titik noktah yang meminimalisir otakku untuk bekerja dengan baik.

Aku penulis. Aku ingin menulis. Aku tahu ini aneh, dan aku terlalu gengsi untuk menuliskan 5 kalimat yang terinspirasi dari 5 jari tanganku untuknya. 5 kalimat yang memang berisikan cerita-cerita pendek, sepenggal perjalanan pendek, dan ucapan-ucapan pendek lainnya yang membuku dalam ingatanku, menjadi sebuah ‘Memories’ yang kuharap tidak akan pernah tertimbun.

‘Maafkan aku, dan terimakasih.

Aku merindukanmu.

Aku menyukaimu.

Aku membencimu.

Dan aku mencintaimu.’

Hanya itu. Dan aku hanya mampu menatap layar laptop hitamku ini penuh dengan rasa frustasi, layar yang menunjukkan Ms.Word inipun hanya menatapku jengah, jengah dengan setiap emosi yang dimainkan jariku diatas keyboard-nya.

Sakit. Tapi aku tidak ingin memenangkan perasaanku. Sudah kukatakan padanya, jalanku masih panjang. Aku terlalu sering terobsesi olehnya. Terlalu sering dan itu membuat otakku terlalu bosan melayani semua hal-hal irrasional yang ada dihatiku.

Dan pertanyaan Ms.Word tadi saat ia menanyakan pertanyaan umum, tepat ketika aku menutup halaman Ms.Word ini, kenapa rasanya dia bertanya khusus dan membongkar isi hatiku yang sengaja aku timbun?

Sama seperti dia menanyakan apakah aku ingin menyimpannya didalam memoriku? Ia seperti menanyakan tentang keyakinanku, apakah benar?

Hati kecilku berkata ‘ya’ dan otakku menyetujui.

Tapi ketika refleks jariku menyentuh icon ‘No’ pada pertanyaan tadi –kearah layar sentuh laptopku-, apakah itu sama artinya bahwa otakku menyuarakan hati kecilku yang belum terbaca? Jawaban yang tidak terpikir olehku, Tidak.

Nafasku menderu berat.

Aku tidak ingin menyakitinya, aku tidak ingin mengikuti isi hatiku yang irrasional. Aku ingin melupakan perasaanku padanya, bukan melupakannya.

Mungkin mudah baginya menatapku biasa, dan aku?

Dia memiliki dunianya yang baru, bahkan tak tersentuh oleh imajinasiku sendiri, dan aku?

Dia marah. Tentu saja. Dia mengamini apa yang aku katakan, apa yang aku minta meskipun itu terasa sakit. Dia menantang permintaanku. Tapi perlu aku luruskan, aku tidak pernah bermaksud mengajaknya kembali cekcok.

Apakah tidak akan ada ‘Him part-26?’. Tidak tahu. Untuk saat ini aku terlalu gengsi menuliskan 5 kalimat tadi untuk menjadi part tulisanku berikutnya. Dan alhasil aku sendiri tidak begitu yakin apakah akan ada bab penutup, atau setidaknya epilog untuk tulisan itu?

Meskipun satu kalimat pasti, yang kadang-kadang menyeruakkan lukaku dan membuatku hanya tercenung menatap segalanya, aku merindukannya…

Aku kembali memasang headset-ku, memutar kembali lagu yang belakangan ini entah mengapa terasa begitu tepat dan hangat dikupingku, lagu yang dinyanyikan bias-ku, yang kupamerkan pada oranglain bahwa dia adalah bias kesayanganku, Cho Kyuhyun, dengan lagunya – The Way To Break Up. OST Poseidon, yang aku sendiri tidak tahu itu sebuah drama atu film, juga tidak tahu isinya menceritakan apa, tapi aku sangat menyukai lagunya. Hanya satu lagu yang dinyanyikan Kyuhyun oppa, -wajar bukan bila aku memanggilnya oppa?-

Terlalu hangat. Terlalu tepat. Dipadukan suara oleh seseorang yang juga kukagumi, Cho Kyuhyun of Super Junior.

Dan lirik-lirik itupun mulai bermain ditelingaku,

Apado amureochi anheun cheok
nunmuri heullodo gamchuneun beop
maeumhan jjok geugose namgyeojoko
amuil eopdaneundeusi utneun beop
heeojineun bangbeop

Maeumi ireoke tto jeomuljyeo
sumanheun miryeondeul tto heomuljyo
dasi jiwogagetjyeo
adeukhaejigetjyo
uri seoro ijeogagetjyo

Nae uimieomneun haruga tto jiganagetjyo
o duldeomneun urisarang eopdeonirijyo
neol bodosipda haedo dasin bo
lsu eopgetjyo
apada chamayagetjyo
heeojineun bangbeobijyo

Neoeomneun haruga iksukhajyo
naeireun jogeumdeo pyeonhagetjyo
jeomjeom ijeogagetjyo
eojjeom saenggangnagetjyo
joheun chueokdeulman namgetjyo

Tiba-tiba smartphone-ku berdenting, menandakan satu e-mail masuk. Aku agak setengah bersungut-sungut membukanya. Malas. Tapi bagaimana jika itu e-mail penting?

Dan saat kubuka.

From   : ….

Subject :

Home sweet home, finally ~

Rasa rindu itu menyeruak. Dadaku sesak. Lee Donghae, laki-laki itu. Laki-laki yang setahun lalu pergi untuk menimba ilmu di negri orang, meninggalkanku tanpa tahu betapa aku tersiksa karena telah merindukannya.

Jika hari itu bisa kukembalikan, boleh aku mengganti permintaanku? Jangan pergi. Jangan pernah pergi. Karena akhirnya aku tidak pernah bisa melepaskanmu. Meskipun kau ada disini, ada dan terus berusaha berada disampingku, pada akhirnya kau tidak akan sampai, pada akhirnya hatimu hanya akan terbelenggu oleh kisah yang lain. Dan hatiku terhempas kemudian melebur jadi jutaan kepingan kecil. Menunggumu sama saja membiarkanku semakin menderita.

To        : …

Subject :

Leave me alone ~
say good
bye!  I will miss you! I can’t meet you tomorrow. Sorry.

Mungkin dia hanya akan menanggap itu semacam lelucon. Tapi bagaimanapun cinta itu begitu egois. Jalanku masih panjang, dan aku terpaku di hatinya yang tak pernah dibukanya untukku.

Nae uimieomneun haruga tto jinagagetjyo

O duldeomneun urisarang eopdeonirijyeo
neol bosipda haedo dasin bolus eopgetjyo
apada chamayagetjyo

Titik-titik memori itu terus menghujam ingatanku. Bagaimana kami melalui kisah kami sebagai teman. Teman? Sungguh, jika aku punya hak untuk mengatakannya, aku ingin mengatakan jika semua ini tidak adil. Tentu saja, tidak adil. Aku mencintai seseorang yang bahkan tidak mencintaiku.

Aku mencintai seseorang yang mencintai sahabatku sendiri. Aku mencintai seseorang yang dicintai sahabatku sendiri. Aku mencintai orang yang bahkan tak pernah sampai oleh apapun.

(apado amureochi anheun cheok)
(nunmuri heullodo gamchuneun beop)
geudage nan bwara boneun nariga
(maeumhan jjok geugose namgyeonoko amuil eopdaneundeusi utneun beop)
(heojineun bangbeobijyo)
ijeoyahaneunde

Satu-satunya cara hanya meninggalkannya. Melupakannya. Melepaskannya. Ini mungkin bodoh. Ya. Aku memang bodoh. Tapi kurasa aku akan jauh lebih bodoh jika membiarkan diriku terlalu jatuh kedalam hatinya, terlalu jauh membiarkan diriku terbelenggu dalam kisahnya.

Nae gadeukgoin nunmulmani neol gieokhago

Tto haengbokhaetdeon heunjeokderuri
neomu manhaseoo
naege sarangiran neomu gaseum apeunil apado
chamayagetjyo geureoke itgetjyo

And I will love you, now, tomorrow, next day, and next year. Forever.  Although I hope I can’t leave my love for you, from now on.

END